Konten dari Pengguna

3 Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga untuk Bahan Renungan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pendeta Memberi Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Foto: MVolodymyr/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pendeta Memberi Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Foto: MVolodymyr/Shutterstock

Umat Kristiani akan memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus pada 9 Mei 2024. Untuk merenungi hari penuh makna ini, biasanya diadakan pembacaan khotbah kenaikan Tuhan Yesus ke surga dalam acara-acara keagamaan maupun di gereja.

Merujuk buku Khotbah: Persiapan, Isi, Bentuk susunan Dr. S. de Jong, khotbah Kenaikan Tuhan bisa membahas berbagai hal. Namun, umumnya pengkhotbah akan mengangkat Kisah Rasul ayat 1-11, atau pemberitaan singkat dari Kitab Injil Markus ayat 19-20.

Pada hari Minggu sebelum dan sesudah Hari Kenaikan Isa Almasih juga biasanya dimanfaatkan untuk merenungi Efesus ayat 8 yang berbunyi, “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan; Ia memberikan pemberian kepada manusia.”

Selain itu, jemaat akan mendapatkan penjelasan mengenai hubungan Kenaikan Tuhan dengan kehidupan sehari-hari yang bersandar pada Roma ayat 34: “Siapakah yang bisa berkata umat Allah bersalah? Tidak ada, sebab Yesus Kristus telah mati bagi kita.”

Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga

Ilustrasi Pendeta Memberi Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Foto: Tom Robertson/Shutterstock

Berikut ini sejumlah contoh khotbah yang bisa jadi referensi untuk acara peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus.

1. Khotbah Pertama

Dikutip dari laman GII Hok Im Tong, berikut ini khotbah singkat yang mengajak umat untuk merenungi makna kenaikan Yesus Kristus ke surga, serta sikap yang harus diambil selagi menunggu kedatangan-Nya.

Makna Kenaikan Yesus Kristus

“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” - Kisah Para Rasul 1:11

Empat puluh hari setelah kebangkitan, Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun, dekat Yerusalem. Di sana Yesus menyuruh mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai Roh Kudus turun ke atas mereka. Yesus memberkati mereka dan terangkat naik ke surga. Ketika itu, malaikat menyampaikan pesan bahwa Yesus akan datang kembali. Melalui ayat ini kita belajar dua hal:

Pertama, Yesus kembali ke surga, ke tempat asal-Nya. Ini menandakan bahwa Dia telah kembali kepada kemuliaan-Nya, karena Dia adalah Tuhan (Yoh. 3:13). Kemuliaan Yesus terselubung selama Dia di bumi, kecuali saat peristiwa transfigurasi (Mat. 17:1-9). Kenaikan Kristus juga menyatakan peninggian Allah kepada-Nya (Ef. 1:20-23). Dia adalah Anak yang dikasihi Bapa dan dikaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama (Flp. 2:9). Jika Allah saja meninggikan Yesus, sudah sepatutnya kita pun meninggikan-Nya melalui diri dan kehidupan kita. Yesus-lah satu-satunya yang patut kita sembah dan layani.

Kedua, Yesus akan datang kembali untuk membawa kita ke surga. Dia berjanji, “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, ….” (Yoh. 14:3). Yesus akan kembali dengan cara yang sama seperti ketika Dia naik ke surga, secara fisik dan tampak dengan jelas (Mat. 24:30). Pada saat Kristus datang kembali, maka kita akan dibangkitkan menggunakan tubuh surgawi (1Tes. 4:13-18). Kenaikan Yesus memastikan kita yang percaya kepada-Nya bahwa satu saat nanti akan menikmati kebesaran dan keagungan-Nya di Kerajaan Surga.

Janji kedatangan Yesus Kristus menjadi sumber pengharapan dan penghiburan bagi kita dalam menjalani kehidupan setiap hari. Sambil menantikan kedatangan-Nya, kita harus pergi bersaksi dan memberitakan Injil (Kis. 1:8).

Ada upah yang Yesus janjikan bagi umat yang memberitakan Injil, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” (Why. 22:12). Di hari peringatan kenaikan Yesus ini, mari kita persiapkan hati menyambut kedatangan-Nya suatu saat nanti dengan melayani-Nya dengan hati yang tulus dan sukacita berlandaskan kasih Tuhan.

2. Khotbah Kedua

Khotbah yang kedua ini dikutip dari laman Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan jemaat masing-masing. Berikut ini garis besar khotbahnya:

Saksi Kristus yang Mengusahakan Kedamaian dan Keadilan Sosial di Tengah Dunia

Dalam proses persidangan di pengadilan, selalu dihadirkan saksi. Baik itu saksi yang meringankan maupun saksi yang memberatkan bagi terdakwa. Saat hendak bersaksi, seseorang akan disumpah terlebih dahulu agar keterangan yang diberikan sesuai dengan yang dia ketahui. Keterangan saksi ini dijadikan sebagai alat bukti dan jika berbohong dalam kesaksiannya, maka ia bisa dipidanakan. Dari sini kita tahu bahwa tugas dan tanggung jawab seorang saksi tidaklah mudah.

Para murid yang telah dipanggil, dipilih, dan mengikut Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya dijadikan saksi oleh Tuhan Yesus. Tentu itu bukan suatu tanggung jawab yang mudah, walaupun selama 3 tahun mereka mengikuti Yesus kemanapun Dia pergi serta mendengarkan pengajaran-Nya dan melihat karya-Nya.

Menjadi saksi dan melanjutkan pekerjaan Yesus bukanlah perkara yang mudah. Selama Yesus hidup banyak pertentangan dan penolakan yang diterimanya. Mengapa? Karena di dalam setiap pengajaran dan karya-Nya, Yesus menentang kesewenang-wenangan, Yesus membela orang-orang yang tersisihkan, terpinggirkan, dan termarginalkan baik di dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Untuk itulah para murid diutus menjadi saksi Kristus di dunia. Melanjutkan karya Yesus di dunia, membawa kedamaian, dan mengusahakan keadilan bagi orang-orang yang termarginalkan, tersisihkan, terpinggirkan dan mengalami kesewenang-wenangan, baik dari penguasa pemerintah maupun pemimpin agama.

Sekali lagi, tentu itu bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi para murid. Jangankan memikirkan orang lain, selama 3 tahun mengikuti Yesus saja mereka lebih banyak memikirkan kepentingan dan kebutuhan diri sendiri, sehingga sebelum memberikan perutusan untuk menjadi saksi-Nya, Yesus terlebih dahulu membuka pikiran para murid (Ay. 45), agar mereka mengerti akan Kitab Suci, mengerti pengajaran dan karya Yesus di dunia. Mereka pun mengerti tugasnya, bukan untuk kepentingan dan kepuasan diri mereka sendiri, tetapi untuk menyampaikan berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa.

Setelah memberikan tugas itu, Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberkati para murid-Nya. Berkat Tuhan menyatakan penyerahan perutusan-Nya kepada para murid sekaligus janji untuk mendampingi mereka melakukan tugas sebagai saksi-Nya. Para murid sujud untuk menghormati Yesus dan menerima tugas perutusan itu.

Kali ini para murid tidak sedih atas kepergian Yesus, berbeda saat berhadapan dengan kematian Yesus, para murid merasa sangat ketakutan. Kini mereka siap melanjutkan karya Yesus di dunia. Karya yang membawa kedamaian dan mengusahakan keadilan bagi yang mengalami kesewenang-wenangan dalam kehidupan masyarakat maupun keagamaan.

Demikian juga kita sebagai orang percaya dipanggil menjadi seperti para murid. Menjadi saksi Kristus di dunia, menjadi saksi Kristus di manapun kita berada, baik di lingkungan keluarga kita, gereja, masyarakat, dan pekerjaan. Kita harus membawa kedamaian dan mengusahakan keadilan. Jangan hanya berdiam diri, jangan takut dan berkecil hati karena kuasa dari Roh Kudus akan melengkapi dan memampukan kita menjadi saksi-Nya. Amin.

3. Khotbah Ketiga

Ilustrasi Jemaat Mendengar Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga di Gereja. Foto: Shutterstock

Khotbah yang ketiga ini pernah dibawakan oleh Pendeta Sutadi Rusli pada 2011 dan diunggah dalam laman GBI Danau Bogor Raya. Simak rangkumannya untuk menambah referensi Anda.

Saudara yang dikasihi Tuhan, saya percaya Saudara semua diberkati dan bersuka cita dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Hari ini, kita memperingati hari raya orang Kristen yang keempat, yakni kematian Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan mengingatkan bahwa kehidupan setiap manusia menuju titik yaitu kematian. Dalam peringatan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, kita juga diingatkan bahwa dalam Tuhan Yesus ada pengharapan. Yang sakit disembuhkan, jalan yang buntu dibukakan, keluarga yang berantakan dipulihkan, usaha, pekerjaan, dan studi Saudara diberkati. Dalam Yesus ada pengharapan!

Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan sudah naik ke surga, tapi kelak dan dalam waktu yang tidak lama lagi, Dia akan segera datang kembali. Tanda-tandanya sudah begitu banyak terjadi hari-hari ini. Dari kondisi di sekitar kita, dunia hari-hari ini, nubuatan-nubuatan Tuhan Yesus sendiri dan dari para nabi mengenai kondisi akhir zaman ini sudah mulai jelas. Dia akan segera kembali untuk menjemput Saudara dan saya. Persiapkan diri dengan baik!

Kita harus ingat bahwa kita perlu penolong, yaitu Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita tidak dapat melakukan apa yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita. Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan pernah mengerti kebenaran Firman Tuhan, kita tidak mungkin menjadi pelaku Firman Tuhan, kita tidak akan bisa hidup kudus, kita tidak akan bisa hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan, kita tidak akan pernah bisa berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Berkat keberadaan Roh Kudus, Dia menginsafkan kepada kita akan dosa dan membawa kita kepada jalan kebenaran.

Roh Kudus juga memberikan kita kekuatan, sukacita, hikmat akan apa yang harus kita lakukan dalam situasi apa pun, seperti pekerjaan, bisnis, hingga rumah tangga. Untuk itu, tidak ada kata lain, kita perlu Roh Kudus!

Tuhan Yesus memberkati.

Baca Juga: Doa Rosario Hari Selasa, Begini Urutan dan Bacaannya

(DEL)