3 Khutbah Jumat Bulan Muharram untuk Jadi Referensi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa karena termasuk salah satu dari empat bulan mulia. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berpuasa sunnah, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Sebagai pengingat akan keistimewaan bulan Muharram, khatib dapat menjadikan tema ini sebagai bahan khutbah Jumat yang bermakna bagi jamaah. Jika butuh referensi, simak beberapa contoh khutbah Jumat bulan Muharram berikut ini!
Khutbah Jumat Bulan Muharram
Dikutip dari buku Materi Khutbah Jumat Sepanjang Tahun (2018) oleh Muhammad Khatib dan buku Khutbah Jum'at Tematik (2018) oleh Ibnu Marzuki al-Gharani, berikut contoh khutbah Jumat bulan Muharram yang bisa menjadi referensi untuk khatib.
Contoh Khutbah 1: Keutamaan Bulan Muharram
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita semua berusaha meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan cara mengerjakan semua perintah-Nya, dan menjauhi segala larangannya. Takwa merupakan alasan kita hidup di dunia, sekaligus tujuan dalam rangka meraih surga dan ridha Allah.
Tidak terasa saat ini kita memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender hijriah. Muharam merupakan bulan yang muliakan Allah.
Diantara dua belas bulan dalam kalender Hijriah, ada empat bulan yang disebut Asyhurul Hurum (bulan yang haram), yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.
Bulan-bulan ini memiliki kemuliaan. Diantaranya Allah mengharamkan umat islam melakukan perbuatan yang dilarang (membunuh, berperang), kecuali diserang oleh orang-orang kafir.
Imam At-Thabari menafsirkan: "Allah menjadikan bulan-bulan ini sebagai bulan suci dan mengagungkan kemuliaanya. Barangsiapa yang berbuat dosa pada bulan ini, maka balasannya menjadi lebih besar, dan barangsiapa yang beramal shalih pada bulan ini, maka pahalanya juga lebih besar."
Disebut bulan mulia karena bulan ini disebut syahrullah (bulan Allah). Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram." HR. Muslim.
Puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan, yaitu berpuasa tiga hari (tanggal 9, 10 dan 11 Muharram); atau tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11; atau puasa pada tanggal 10 saja.
Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Allah, hendaknya kita tidak hanya berpuasa sunnah, tetapi juga memperbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Allah pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur'an, berdzikir, shadaqah, puasa, dan lainnya. Selain itu, jangan lupa berusaha menjauhi maksiat kepada Allah, sebab dosa pada bulan Muharam lebih besar dibandingkan dosa-dosa pada bulan lain.
Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik, sehingga kita tetap teguh memegang kebenaran. Amin.
Contoh Khutbah 2: Menyambut Tahun Baru Islam
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larang-Nya. Hanya dengan ketakwaan kita bisa mengisi hari-hari dengan amal kebaikan dan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Saat ini kita telah memasuki bulan Muharram, tahun baru Islam. Saat ini, kita seperti membuka lembaran baru dalam hidup kita. Namun sebelum mengisi lembaran baru tersebut, ada baiknya kita merenungkan apa yang sudah kita lakukan di tahun lalu.
Jika kita sudah berbuat baik, maka di tahun ini hendaknya lebih ditingkatkan lagi. Jika di tahun lalu kita melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat atau bahkan merugikan, maka hendaknya di tahun ini tidak mengulanginya lagi.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi, dan Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang celaka." HR. Hakim.
Pergantian tahun mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu. Sudah seharusnya pergantian tahun kita manfaatkan untuk mengevaluasi (muhasabah) diri. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak bermanfaat.
Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, seperti membiasakan shalat dhuha, sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah, agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin.
Contoh Khutbah 3: Bulan Muharram
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Pada kesempatan yang mulia ini, khatib akan menyampaikan beberapa hal penting berkaitan dengan bulan Muharram dan maknanya bagi kehidupan kita.
Ada beberapa sebab sehingga Muharram disakralkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Secara teologis-religius, Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Oleh Nabi Muhammad SAW, Muharram dinyatakan sebagai bulan para nabi, dan sangat dimuliakannya, terutama pada tanggal 10 dan satu hari sebelum atau sesudahnya. Tanggal 1 Muharram merupakan awal ekspedisi hijrah Nabi Muhammad Saw. dari Makkah menuju Madinah.
Kedua, introspeksi diri (muhasabatun nafs). Pergantian tahun merupakan waktu yang sangat baik untuk melakukan introspeksi diri. Jika perjalanan yang kita lakukan adalah baik, maka kita harus berusaha mempertahankan dan meningkatkannya di tahun-tahun yang akan datang.
Sementara, jika perjalanan hidup di masa lampau penuh dengan kemaksiatan, maka kita harus bertaubat serta meminta rahmat Allah SWT. Sebesar apapun kesalahan yang kita lakukan, rahmat Allah SWT pasti lebih besar.
Ketiga, membuat rencana. Perencanaan yang matang akan menjadikan seseorang mampu menjalankan aktivitas dengan mantap.
Seseorang dapat memperkirakan baik dan buruk, manfaat, serta segala kemungkinan melalui perencanaan. Dengan begitu, ia tidak mudah terombang-ambing oleh situasi dan kondisi yang menyertainya.
Semoga di tahun baru Hijriah ini kita senantiasa mendapat petunjuk dan rahmat Allah SWT. Amin.
(FHK)
Baca juga: 2 Doa Bulan Muharram yang Dapat Diamalkan Umat Islam
