Konten dari Pengguna

3 Kultum Ramadhan Hari Ke-10 yang Singkat dan Bermakna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa Ramadhan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa Ramadhan. Foto: Pexels

Ramadhan adalah salah satu bulan yang istimewa bagi umat Muslim karena setiap amalan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Di Indonesia, Ramadhan selalu diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan buka puasa bersama.

Dalam agenda tersebut, akan ada sesi kultum yang dibawakan oleh ustaz dengan tema relevan seputar bulan suci. Memasuki hari ke-10 Ramadhan, topik yang dibahas umumnya mengenai keutamaan puasa, amalan terbaik, dan pembelajaran lain.

Tema-tema ini membantu para jemaah memahami nilai-nilai ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan selama bulan Ramadhan. Bagi yang membutuhkan referensi, berikut beberapa contoh kultum Ramadhan hari ke-10 yang singkat namun bermakna.

Contoh Kultum Ramadhan Hari Ke-10

Ilustrasi contoh kultum Ramadhan hari ke-10. Foto: Unsplash

Kultum Ramadhan hari ke-10 sebaiknya dibuat menarik meski singkat, agar para jemaah tetap antusias dan tidak bosan. Berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Kultum Ramadhan #1

Judul: Memburu Rahmat di 10 Hari Pertama Ramadhan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.

Hadirin jamaah rahimakumullah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan di tahun 2026 ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah bagi umat Islam, sekaligus kesempatan untuk meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan ini terbagi menjadi tiga fase: sepuluh hari pertama rahmat, sepuluh hari kedua ampunan, dan sepuluh hari terakhir pembebasan dari api neraka.

Rasulullah SAW menjelaskan hal ini dalam sebuah hadis yang berbunyi:

وَهُوَ شَهْرُ أوله رحمة وأوسطه مَغْفِرَةً وَآخِرُهُ عِشق مِنَ النَّار

Artinya: "Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka." (HR. Al-Baihaqi).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dimana ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)." Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu Anhu.

Diceritakan bahwa Rasulullah SAW berkhutbah menjelang Ramadan, di antara isi khutbah Baginda:

"Siapa saja yang memberi berbuka kepada orang yang shaum/puasa dengan seteguk susu, sebiji kurma, atau seteguk air, dan siapa yang mengenyangkan orang shaum, maka Allah akan memberi minum dari telaga dengan satu tegukan, yang menyebabkan tidak haus sampai masuk surga.”

Lalu apa saja keistimewaan 10 hari pertama puasa di bulan Ramadhan dan amalan apa saja yang harus dilakukan?

Pertama: Terbukanya pintu rahmat

Di sepuluh hari pertama, pintu rahmat Allah terbuka lebar, sehingga setiap kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.

Kedua: Waktu terbaik untuk berdoa

Doa paling afdhal bisa dilantunkan saat adzan, berpuasa, sahur, dan malam Lailatul Qadar.

Ketiga: Dibukanya pintu ampunan Allah SWT

Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan soleh untuk mendapatkan pahala dan ampunan, seperti dijelaskan Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat: Penuh berkah dan keberuntungan

Orang yang berpuasa pada 10 hari pertama akan mendapat keberkahan dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

(Sumber: Buku Oase Ramadhan karya H. A. Rusdiana)

Contoh Kultum Ramadhan #2

Judul: Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt, yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Pada kesempatan kali ini, mari kita bersama-sama merenung tentang pentingnya rasa syukur.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Di bulan suci ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan agar mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Di antara berbagai amalan, puasa dianggap sebagai yang terbaik. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Amalan terbaik umatku adalah puasa."

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya puasa dalam Islam dan betapa besar pahala yang bisa diraih melalui amalan ini.

Pertama: Puasa bukan sekadar menahan diri

Puasa bukan hanya menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa sepanjang hari. Puasa juga harus diiringi dengan amalan baik lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, sholat sunnah, berinfaq, dan melakukan kebaikan lainnya.

Kedua: Puasa dan sholat sebagai syafaat

Dalam hadits riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa dan sholat akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pelakunya."

Hadits ini menegaskan betapa besar keberkahan dan pahala yang diperoleh dari menjalankan puasa.

Ketiga: Berinfaq di bulan Ramadhan

Amalan terbaik lain yang dianjurkan adalah berinfaq. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT berfirman:

"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

Ayat ini menegaskan betapa besar pahala dan keberkahan dari berinfaq di jalan Allah. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan untuk berinfaq dan memperbanyak amal kebaikan lainnya.

Keempat: Melakukan i’tikaf

Selain itu, bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk melakukan i’tikaf, yaitu mengisolasi diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa melakukan i'tikaf selama sepuluh hari di bulan Ramadhan, maka dia seperti orang yang melakukan ibadah di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan."

Hadits ini menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diperoleh dari i’tikaf. Maka, mari manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan menjalankan amalan terbaik di bulan Ramadhan, seperti puasa, berinfaq, dan i’tikaf. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin. Wallahu A'lam Bishowab.

(Sumber: Buku Oase Ramadhan karya H. A. Rusdiana)

Contoh Kultum Ramadhan #3

Judul: Belajar Jujur dari Momentum Puasa

Salah satu hikmah ibadah puasa Ramadhan adalah melatih kejujuran. Siapa yang bisa memastikan bahwa seseorang yang mengaku berpuasa benar-benar menjalankannya, atau hanya berpura-pura? Di sinilah Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits Qudsi:

"Setiap amal manusia (anak Adam) adalah milik dirinya sendiri, kecuali puasa; maka amal itu untuk Aku (Allah), dan Aku langsung yang akan memberinya pahala." (HR. Bukhari)

Puasa merupakan ibadah khusus yang hanya diketahui oleh Allah dan diri sendiri. Berbeda dengan ibadah lain seperti sholat, zakat, atau haji, yang perbuatannya bisa terlihat orang lain, puasa hanya Allah yang mengetahui apakah kita benar-benar menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Saat berada sendiri, di tengah godaan makanan dan minuman, di situlah kejujuran diuji.

Nilai kejujuran ini sebaiknya terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW menegaskan pentingnya kejujuran:

"Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang shidiq (jujur). Dan jauhilah perilaku dusta, sebab dusta itu akan membawa kepada kejahatan, sedangkan kejahatan akan membawa ke neraka. Orang yang selalu berdusta dan mencari kedustaan akan ditulis oleh Allah sebagai pendusta." (HR. Bukhari)

Kejujuran sangat dibutuhkan di negeri ini, terbukti dari masih maraknya korupsi, suap jabatan, politik uang, dan praktik ketidakjujuran lainnya. Tantangan ini juga dimulai sejak dini melalui perilaku menyontek, pembocoran soal ujian, dan praktik joki.

Momentum puasa Ramadhan seharusnya dimanfaatkan untuk membuktikan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anak jujur kepada orang tua, suami-istri jujur dalam rumah tangga, siswa jujur kepada guru, pegawai jujur kepada atasan, pejabat jujur kepada rakyat, dan seterusnya. Dengan menanamkan kejujuran di semua lini, berbagai krisis di negeri ini dapat diatasi. Mari kita mulai dari diri sendiri!

(Sumber: Buku Kumpulan Kultum Ramadhan: Mutiara Nasihat Seribu Bulan)

Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.

Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026

Baca juga: 5 Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit yang Penuh Nasihat Kebaikan

(RK)