Konten dari Pengguna

3 Puisi tentang Isra Miraj yang Memiliki Makna Mendalam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

3 Puisi Tentang Isra Miraj yang Maknanya Mendalam. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
3 Puisi Tentang Isra Miraj yang Maknanya Mendalam. Foto: Unsplash

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang membuat kagum setiap Muslim. Banyak puisi tentang Isra Miraj yang akhirnya tercipta sebagai ekspresi kekaguman sekaligus keimanan terhadap peristiwa ini.

Isra Miraj sendiri termasuk mukjizat Nabi Muhammad saw. Dalam peristiwa ini, Allah Swt memperjalankan Rasulullah saw dari Kabah (Makkah) menuju Baitul Maqdis (Palestina), kemudian diangkat ke Sidratul Muntaha yang terletak di langit.

Perjalanan panjang itu dilakukan hanya dalam waktu satu malam. Hal yang terdengar mustahil tapi nyata terjadi atas kuasa Allah Swt.

Oleh karena itu, Isra Miraj sering disebut peristiwa dahsyat dan diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Tahun ini, momen Isra Miraj jatuh pada 8 Februari 2024.

Puisi tentang Isra Miraj

Puisi Tentang Isra Miraj. Foto: Unsplash

Dalam peringatan Isra Miraj, biasanya diselenggarakan berbagai acara, salah satunya pembacaan puisi. Bagi yang tengah mencari referensi, berikut beberapa contoh puisi tentang Isra Miraj yang indah dan mengandung makna mendalam.

1. Puisi Pertama

Puisi pertama dikutip dari buku Islam Rahmatan Lil'alamin: Antologi Puisi Guru dan Siswa oleh Ahmad Taufik Nasution. Puisinya berjudul "Isra Mi'raj" oleh Citra Amaliah Hasibuan.

Puisi ini bermakna mengenang peristiwa Isra Miraj serta hikmah yang ada di baliknya. Penyair menyampaikan dalam larik-larik yang mudah dipahami, lalu ditutup dengan nasihat yang menyentuh.

Isra Mi'raj

Ketika itu dua puluh tujuh bulan Rajab

Terjadilah peristiwa yang maha hebat

Nabi Muhammad

Ber-Isra Miraj

Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha

Malaikat Jibril sang utusan

Kendaraannya lebih mewah

Dari kendaraan masa kini

Burok... burok...

Dengan kecepatan kilat

Menembus jagat raya

Melintasi langit demi langit

Ke Shidratul Muntaha

Di kala itu Nabi Muhammad menerima perintah

Salat lima kali sehari semalam

Yang diwajibkan

Bagi semua insan

Di penjuru dunia

Kemudian...

Allah tunjukkan

Tanda-tanda kebesaran-Nya

Tanda-tanda keagungan-Nya

Tanda-tanda kekuasaan-Nya

Bagi umat Islam

Dalam perjalanan

Nabi berjumpa

Orang-orang pezina, diantara tangannya ada daging yang bernanah

Nabi melihat pemakan riba yang perutnya membuncit

Nabi melihat pemakan harta anak yatim, bibirnya seperti bibir unta

Kawan...

Laksanakan perintah-Nya

Jangan diturut orang yang sesat

agar selamat dunia akhirat

Baca Juga: 5 Puisi Islami Menyentuh Hati yang Menyejukkan

2. Puisi Kedua

Ilustrasi berjudul Isra Mi'raj. Foto: Unsplash

Puisi kedua ini mengungkapkan perasaan penyair terhadap kebesaran Allah Swt. Salah satu tanda kebesaran-Nya adalah peristiwa Isra Miraj yang sulit dicerna akal, tapi sungguh terjadi di masa lalu.

Berikut larik-larik indah berjudul "Isra Mi'raj" dari Fath Wiladisastra yang diterbitkan dalam buku Tanah Kelahiran Antologi Puisi.

Isra Mi'raj

Aku berlindung kepada Allah

Dari godaan syaiton yang terkutuk

Dengan menyebut nama Allah

Yang Maha Pengasih

Pencurah Kasih

Pelimpah Sayang

Diantara tanda-tanda kebesaranNya

Dengan segala keagunganNya

Maha suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad)

Di malam yang gelap gulita

Berlentera taqwa

Berbekal keimanan

Bersahabat Jibril

Diantara tanda-tanda kebesaranNya

Dengan segala keagunganNya

Dari tanah haram

Hingga negeri para nabi

Diantara tanda-tanda kebesaranNya

Dengan segala keagunganNya

Pintu langit terbuka

Penghuni langit bergembira

Menyambut kekasih yang mulia

Diantara tanda-tanda kebesaranNya

Dengan segala keagunganNya

Maha benar Allah dengan segala firmanNya

3. Puisi Ketiga

Puisi ketiga ini ditulis Zis al-Hakim dalam bukunya berjudul Dari Puisi dengan judul "Mengajak Mencintai Aqsha".

Sebagaimana judulnya, puisi ini mengajak umat Muslim untuk senantiasa menaruh perhatian ke Masjidil Aqsha yang saat ini tengah dijajah. Seperti yang diketahui, Masjidil Aqsha merupakan tempat Rasulullah saw mengimami salat berjamaah bersama seluruh nabi dalam peristiwa Isra Miraj.

Mengajak Mencintai Aqsha

Jika darimu tak lagi memancarkan adzan, dari mana lagi aku bisa menemukan Rumah ketiga yang dicintai Tuhan. Sedang untuk sampai Sidartul Muntaha harus bertolak dari pelukmu, Aqsha. Entahlah, pada sepuluh, dua puluh atau tiga puluh tahun lagi, apakah engkau masih berdiri untuk dilihat cucu dan anakku nanti

Kehilanganmu adalah kehilangan banyak hal: Sejarah pertemuan dengan Tuhan, perkumpulan para utusan, pengokohan tiang agama, bahkan Isra Miraj engkau adalah latarnya.

Wahai engkau yang memilki hati, belajarlah mencintainya. Engkau mungkin kesulitan menemuinya dengan kakimu. Tapi tolong temui ia dengan hatimu, buka telapak tanganmu dengan lebar, ucapkan dengan penuh kesungguhan, "Tuhan, Bebaskanlah Aqsha, sebagaimana Kau bebaskan kedua Rumahmu yang lain. Dan anugerahkanlah kami cinta kepadanya sebagaimana Engkau mencintainya."

(DEL)