Konten dari Pengguna

5 Puisi Islami Menyentuh Hati yang Menyejukkan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Puisi Islami Menyentuh Hati, Foto/Unsplash/Félix Lam
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Islami Menyentuh Hati, Foto/Unsplash/Félix Lam

Puisi adalah salah satu jenis di antara karya sastra lainnya yang bertajuk teks. Ada banyak macam puisi, misalnya puisi islami menyentuh hati seperti yang ada dalam artikel Inspirasi Kata ini.

Secara umum, puisi disusun dengan memuat gagasan, pikiran, perasaan, pesan, maupun imajinasi dari sang penyair sendiri. Puisi dibuat dengan bahasa yang indah, puitis, serta terikat pada irama.

Puisi Islami Menyentuh Hati

Puisi Islami Menyentuh Hati, Foto/Unsplash/Sean Oulashin

Ada 5 contoh puisi islami menyentuh hati yang menyejukkan berikut ini, yang dikutip dari beberapa sumber seperti muslimgirl.com, poemhunter.com, dan bustle.com.

Taubat

Ketika niat hati terasa mustahil ditepati

Hari-hari pun dilalui kosong tanpa arti

Dunia berbondong-bondong memasuki ruas hati

Memonopoli sukma yang tak berdaya seakan mati

Iya...

Aku telah mati sebelum malaikat maut bertamu

Sebelum napas yang dititipkan kembali bagai debu

Bahkan sebelum cakrawala runtuh di jantung sendu

Dan mentari tak lagi khidmat di garis ufuk

Menikam kalbu

Entah bekal apa yang akan ditimbang di Yaumul Miizan

Jikalau ibadah yang diwajibkan enggan terlaksanakan

Bahkan panggilannya lima kali sehari pun terabaikan

Hingga ukhrawi tempatku dikembalikan terlalaikan

Taaba-yatuubu taubah

Taubat kuazamkan bukti hujah

Sari'a-yasro'u sur’ah

Segera menuju Sang Pemurah

Rasa takutku begitu dahsyat terhadap neraka

Tapi aku tak pantas menantikan nirwana

Semoga hatiku sigap jujur dalam niatnya

Untuk berubah menggapai taubat nasuha

Alhamdulilah

Di saat waktu berhenti…

Kosong…

Dimensi membutakan mata,

Memekakkan telinga

Lalu diri menjadi hampa,

Saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka,

Sadarku akan hadir-Mu,

Mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri.

Sujudku…

Pun takkan memuaskan inginku,

Untuk hanturkan sembah sedalam kalbu,

Adapun kusembahkan syukur pada-Mu Ya Allah,

Untuk nama,

Harta,

Dan keluarga yang mencinta,

Serta perjalanan yang sejauh ini tertempa.

Alhamdulillah…

Pilihan dan kesempatan,

Yang membuat hamba mengerti,

Lebih baik tentang makna diri,

Semua lebih berarti akan mudah dihayati.

Alhamdulillah…

Alhamdulillah…

Alhamdulillah…

Yang Maha Kuasa

Tatkala fajar menyingsing

Dingin pun menelusuk hingga ke tulang

Tak surut doa demi doa

Membumbung ke angkasa

Senandung ayat-ayat-Nya

Kian menggema di setiap sudut semesta

Azan yang dikumandangkan

Kian menenteramkan jiwa

Air yang mengalir membasuhi wajah

Menyegarkan hati dan menyucikan diri

Sujud hamba kepada-Nya

Pemilik alam semesta Allah Yang Maha Kuasa

Ya Allah Ar Rahman

Ya Allah Yang Maha Pengasih

Ya Allah Ar Rahim

Ya Allah Yang Maha Penyayang

Beribu kata terima kasih tak cukup untuk menebus rahmat-Nya

Rahmat Yang Maha Kuasa

Rindu Tuhanku

Hati bergetar mendengar seruan keagungan-Mu

Kaki bersorak melangkah menuju hadapan-Mu

Menjamah air suci untuk membersihkan diri

Menuju ke persimpuhan nan suci

Seraya melantunkan bacaan-bacaan yang menganggungkan-Mu

Syukur tak hentinya menjalar sanubari

Hati bergejolak rasa rindu

Rasa rindu yang tak terbendung ingin segera menghadap-Mu

Rasa rindu seorang hamba yang haus akan rahmat-Mu

Apakah ini candu rindu kepada-Mu

Perasaan takut menyelimuti hati ini

Manakala tiada bertemu dengan-Mu

Seakan takut akan kehilangan-Mu

Hingga tak henti-hentinya ku bersimpuh di hadapan-Mu

Ya Robbi… Ya Rohman…

Jangan engkau hapuskan candu rindu ini

Candu rindu akan diri-Mu

Yang selalu menyelimuti hatiku

Maha Pengampun

Berkilah lah kami, para manusia lalai.

Bersahut-sahutan berebut dosa

Kau hanya diam

Bergeming

Berserulah kami, para manusia hina.

Tak sadar menimbun dosa

Kau hanya diam

Bergeming

Tak ada urat malu yang kami punya,

Hanya ada urat serakah

Saling menjegal

Saling menghina

Tapi Tuhan, apa yang kau kan perbuat?

Tak ada

Kau tetap bergeming

Menanti

Pada suara panggilan kasih-Mu

Terlantun

Pada pengeras suara

Allahu Akbar-Allahu Akbar

Tercenungku pada nestapa

Sehina inikah makhluk-Mu

Yang nyaris selalu lupa

Ataukah justru sengaja?

Tapi kau tetap bergeming

Allahummaghfirli

Allahummaghfirli

Dan kau mengampuni kami

Itulah 5 contoh puisi islami menyentuh hati dan menyejukkan setiap orang yang membacanya.(eko)