3 Puisi tentang Mudik Lebaran yang Menyentuh Hati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah jenis karya sastra yang digunakan untuk menyampaikan gagasan dan perasaan melalui rangkaian kata yang indah dan bermakna. Dalam pembelajaran di sekolah, puisi sering dijadikan tugas untuk melatih siswa mengekspresikan pikiran dan perasaannya.
Salah satu tema yang bisa digunakan dalam penulisan puisi adalah mudik. Tema ini biasanya menggambarkan perjalanan pulang ke kampung halaman yang selalu dinantikan setiap tahunnya. Jika butuh referensi puisi tentang mudik, simak beberapa contohnya berikut.
Contoh Puisi tentang Mudik
Secara etimologis, kata puisi berasal dari bahasa Yunani, yaitu poites yang berarti pembangun, pembentuk, atau pembuat. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Tema yang dapat diambil untuk puisi sangat luas dan beragam, termasuk tentang mudik. Berikut ini beberapa contoh puisi tentang mudik yang bisa dijadikan referensi dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Contoh Puisi #1
Judul: Hari Ini Pulang Kampung
Sumber: Kumpulan Puisi : Sajak Rindu karya Iva Ani Wijiati dan Muhammad Ilham
Hari ini kita berkumpul
Mengulang cerita yang berbeda zaman
Mungkin esok lusa tidak lagi
Hari ini kita pulang kampung
Hari ini kita pulang kampung
Sorak-sorak suara pemecah dinding rumah
Buuuum hahaha buummm
Penyambut keramahan silaturrahmi
Tetangga depan, kanan, dan kiri
Keluar masuk rumah
Mungkin jengkel atau sedang was-was
Mendengar buummm mungkin sedang bertengkar
Haahaha...hahahah bingung
Hari ini kita pulang kampung
Tradisi hanya kita yang tahu
Sebab mereka tak tahu
Pulang kampung cukup mereka
Semua ada di sini.
Contoh Puisi #2
Judul: Memapah Rindu
Sumber: Buku Puisi Dan Intuisi karya Adytia Nugraha
Seorang pemuda
Tenggelam di dalam rimba perantauan
Jauh dari rindunya
Hatinya robek disayat ketiadaan
Ia pergi mengepal harap
Di antara pekik dan peluh
Harap itu tumbuh bersemi
Menjadi bunga mimpi
Wajah kedua orang tuanya melambai
Di benaknya yang hampa
Waktu pun tiba
Di ujung bulan suci ini
Ia memapah rindu
Pada tiap kelok jalanan
Menuju tempat sukmanya bersandar
Contoh Puisi #3
Judul: Mudik
Sumber: Buku berjudul Selamat Menunaikan Ibadah Puisi:
Sehimpun Puisi Pilihan karya Joko Pinurbo (2016)
Mei tahun ini kusempatkan singgah ke rumah.
Seperti pesan Ayah, "Nenek rindu kamu. Pulanglah!"
Waktu kadang begitu simpel dan sederhana.
Ibu sedang memasang senja di jendela.
Kakek sedang menggelar hujan di beranda.
Ayah sedang menjemputku entah di stasiun mana.
Siapa di kamar mandi?
Terdengar riuh anak-anak sedang bernyanyi.
Nenek sedang meninggal dunia.
Tubuhnya terbaring damai di ruang doa,
ditunggui boneka-boneka lucu kesayangannya.
"Hai, bajingan kita pulang!" seru boneka singa
yang tetap perkasa dan menggigil saja ia
saat kubelai-belai rambutnya.
Ayah belum juga datang, sementara taksi
yang menjemputku sudah menunggu di depan pintu.
Selamat jalan, Nek.
Selamat tinggal semuanya.
Baik-baik saja di rumah.
Salam untuk Bapak tercinta.
Baca juga: 6 Contoh Puisi Sumpah Pemuda yang Membangkitkan Semangat
(RK)
