Konten dari Pengguna

30 Pesan-Pesan Pahlawan Nasional untuk Memperingati Hari Pahlawan 2025

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Soekarno dan Hatta. Foto: Designer-04/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Soekarno dan Hatta. Foto: Designer-04/Shutterstock

Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan negara. Momen ini menjadi saat yang tepat untuk merenungkan kembali perjuangan penuh pengorbanan mereka.

Dalam perjuangan membela negeri, tindakan heroik para pahlawan meninggalkan pesan-pesan penting. Pesan-pesan itu dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda agar terus menjaga persatuan, kesatuan, dan keutuhan bangsa.

Semangat pengorbanan dan kerja keras mereka dapat menjadi teladan yang relevan hingga kini. Jika Anda ingin merayakan Hari Pahlawan dengan lebih bermakna, berikut pesan dari pahlawan nasional yang bisa dibagikan melalui media sosial.

30 Pesan-Pesan Pahlawan Nasional

Ilustrasi R.A. Kartini. Foto: Shutter Stock

Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), berikut deretan pesan-pesan pahlawan nasional yang bisa menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari:

1. Nyi Ageng Serang

"Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya."

2. Jenderal Sudirman

"Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah, TNI akan berjuang terus."

3. Prof. Dr. R. Soeharso

"Right or Wrong my country. Lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya."

4. Prof. Moh. Yamin, SH

"Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri."

5. Supriyadi

"Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan, ataupun gaji yang tinggi."

6. Teuku Nyak Arif

"Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama."

7. Abdul Muis

"Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang."

8. Ki Hajar Dewantara

"Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi contoh), Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan)."

9. Dr. Cipto Mangunkusumo

"Hari kemudian dari pada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang, hari sekarang itu ialah kamu, hari generasi muda!"

10. Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)

Eduard Douwes Dekker. Foto: Kitlv.nl

"Masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang mengerti pentingnya pendidikan dan persatuan."

11. Gubernur Suryo

"Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali."

12. R.A. Kartini

"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata 'Aku tidak dapat!' melenyapkan rasa berani. Kalimat 'Aku mau!' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."

13. Pattimura

"Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit."

14. I Gusti Ngurah Rai

"Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai."

15. Ir. Soekarno

  • "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

  • "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."

  • "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai bangsa merdeka."

16. Moh. Hatta

  • "Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan untuk dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita."

  • "Jatuh bangunnya negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi."

17. Silas Papare

"Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku."

18. Teuku Umar

"Kita harus memperjuangkan hak masyarakat untuk hidup bebas dari penindasan."

19. Bung Tomo

"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan menyerah kepada siapapun juga."

20. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro. Foto: Dok. Istimewa

"Hanya dengan kerja keras dan kejujuran kita bisa mengubah nasib dan mencapai tujuan bersama."

21. H.O.S Tjokroaminoto

"Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berbuat baik dan membantu masyarakat yang kurang beruntung."

22. Martha Christina Tiahahu

"Jadilah pejuang yang berempati; setiap tindakan untuk membantu sesama adalah bentuk perjuangan."

23. Dr. Wahidin Sudirohusodo

"Kerja keras dan kejujuran adalah fondasi bagi kemajuan bangsa. Tanpa keduanya, kita tidak akan mampu mencapai cita-cita."

24. Sutan Sjahrir

"Perjuangan untuk kebebasan harus terus dilakukan. Jangan berhenti berkarya untuk bangsa."

25. Raden Dewi Sartika

"Kecintaan terhadap bangsa ini harus diwujudkan dengan mencerdaskan generasi penerusnya."

26. Syafruddin Prawiranegara

"Tanah air adalah amanah yang harus kita jaga dengan segenap jiwa dan raga."

27. Tuanku Imam Bonjol

"Cintailah tanah air kita seperti kita mencintai diri sendiri."

28. Ahmad Yani

"Setiap anggota masyarakat harus ikut serta dalam membela kemerdekaan bangsa ini."

29. Tjut Nyak Dien

"Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan."

30. Tan Malaka

"Rakyat adalah kunci dari setiap perubahan sosial yang berarti."

Baca Juga: Juknis Upacara Hari Pahlawan berdasarkan Surat Edaran Kemdiktisaintek

(ANB)