Konten dari Pengguna

4 Contoh Surat Keterangan Kelas 12 untuk UTBK dan Persyaratan Lainnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Surat Keterangan Kelas 12 untuk UTBK. Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surat Keterangan Kelas 12 untuk UTBK. Foto: pexels

Daftar isi

Surat Keterangan Kelas 12 untuk UTBK merupakan dokumen resmi yang menyatakan bahwa seorang siswa sedang aktif menempuh pendidikan di kelas 12. Surat ini menjadi salah satu syarat yang wajib dibawa saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT).

Menurut buku Si pandai UTBK Studente Success Maps UTBK-SNBT TPS 2025 oleh Dini Nurhayati, Surat Keterangan Kelas 12 biasanya memuat foto berwarna terbaru, stempel atau cap resmi sekolah, serta tanda tangan kepala sekolah.

Dokumen ini diperlukan guna memudahkan siswa mengikuti proses seleksi UTBK. Ingin tahu contohnya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Contoh Surat Keterangan Kelas 12 untuk UTBK

Ilustrasi Surat Keterangan Kelas 12 untuk UTBK. Foto: pexels.com/Unseen Studio

Surat Keterangan Kelas 12 berfungsi sebagai dokumen pengganti ijazah bagi peserta UTBK-SNBT yang masih duduk di bangku kelas 12. Dengan kata lain, persyaratan ini dikhususkan bagi siswa lulusan tahun berjalan.

Sementara bagi peserta UTBK-SNBT yang telah lulus pada tahun-tahun sebelumnya wajib membawa fotokopi ijazah yang sudah dilegalisasi oleh pihak sekolah.

Adapun contoh Surat Keterangan Kelas 12 untuk UTBK yakni sebagai berikut:

Contoh 1

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT

DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 3 KOTA SORONG

--------------------------------------------------------------------

SURAT KETERANGAN

No. 422.1/467

Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Serang Provinsi Papua Barat menerangkan bahwa:

Nama : ________________

Tempat/Tanggal Lahir : ________________

NIS/NISN : ________________

Kelas : ________________

Program : ________________

NPSN : ________________

Adalah benar siswa SMA Negeri 3 Kota Sorong, dan siswa tersebut telah mengikuti ujian Nasional Sekolah Berdasarkan Nasional (USBN), dan Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun pelajaran 2024/2025. Demikian surat keterangan ini diberikan untuk dapat dipergunakan semestinya.

(Pas foto) Sorong, 11 April 2025

Kepala Sekolah

(Tanda tangan dan stempel)

(Nama Kepala Sekolah)

NIP.

Sumber: SMA Negeri 3 Kota Sorong

Contoh 2

KOP SEKOLAH

-----------------------------------------

SURAT KETERANGAN

No.

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : ________________

NIP/NRP : ________________

Jabatan : ________________

menerangkan dengan sebenarnya bahwa:

Nama : ________________

Tempat/Tanggal Lahir : ________________

Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) : ________________

Kelas : XI

Program Studi : IPA/IPS/Bahasa/SMK Kompetensi Keahlian ________________(pilih yang sesuai)

Adalah benar-benar siswa dari SMA/MA/SMK ________________

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Apabila dikemudian hari diketahui keterangan ini tidak dengan yang sebenarnya, kami bersedia menerima sanksi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

______, ________________

Kepala SMA/MA/SMK....

________________

Sumber: Politekni Negeri Semarang

Contoh 3

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

SMA Negeri 01 Jakarta

Alamat: Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 28

DKI Jakarta

Telepon: 021-345679

-------------------------------------------------------------------------

SURAT KETERANGAN

No. 01.8234.9876

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Prof. Budi Sukarno

NIP: 0891.2345

Jabatan: Kepala SMA Negeri 01 Jakarta

Menerangkan bahwa siswa kami:

Nama Lengkap: Rahmat Hidayat

Kelas: 12 IPA 1

NISN: 00476012345

NPSN: 07139876543

Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 03 November 2006

No. HP: 081245386285

Sedang menempuh studi di kelas 12 SMA Negeri 01 Jakarta dan sedang mempersiapkan kelulusan tahun 2023.

Surat ini dibuat sebagai syarat pendaftaran UTBK SNBT tahun 2025 sebagai pengganti Surat Keterangan Lulus (SKL) dan dapat digunakan siswa untuk mengikuti UTBK 2023.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 11 April 2025

Kepala Sekolah

Prof. Budi Sukarno

NIP 0891.2345

Contoh 4

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

SMA Negeri 01 Jakarta

Alamat: Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 28

DKI Jakarta

Telepon: 021-345679

---------------------------------------------------------------------

SURAT KETERANGAN

No. 01.8234.9876

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Prof. Budi Sukarno

NIP: 0891.2345

Jabatan: Kepala SMA Negeri 01 Jakarta

Menerangkan bahwa siswa kami:

Nama Lengkap: Rahmat Hidayat

Kelas: 12 IPA 1

NISN: 00476012345

NPSN: 07139876543

Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 03 November 2006

No. HP: 081245386285

Adalah benar-benar siswa aktif kelas 12 SMA Negeri 01 Jakarta untuk Tahun Ajaran 2022/2023.

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sejujurnya untuk memenuhi syarat UTBK guna pendaftaran SNBT 2025.

Jakarta, 11 April 2025

Kepala Sekolah

Prof. Budi Sukarno

NIP 0891.2345

Sumber: SMA Negeri 01 Jakarta

Baca Juga: Aturan Pakaian Peserta UTBK SNBT 2025 yang Wajib Dipatuhi

Persyaratan Peserta UTBK-SNBT

Ilustrasi peserta UTBK. Foto: pexels.com/Armin Rimoldi

Selain membawa Surat Keterangan Kelas 12, peserta UTBK-SNBT wajib melengkapi persyaratan lainnya. Dihimpun dari situs SNPMB, berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi:

1. Akun SNPMB Siswa

Peserta UTBK-SNBT wajib memiliki Akun SNPMB Siswa. Registrasi akun ini bisa dilakukan melalui portal SNPMB (portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id).

2. Warga Negara Indonesia (WNI)

Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

3. Surat Keterangan Siswa Kelas 12

Siswa kelas 12 yang akan lulus pada tahun berjalan wajib memiliki surat keterangan dari sekolah. Dokumen ini juga wajib dimiliki peserta didik paket C dengan umur maksimal 25 tahun per 1 Juli.

Adapun isi dokumen harus disertai dengan identitas siswa, meliputi nama, kelas, NISN, dan NPSN. Kemudian, bubuhi dokumen dengan pas foto berwarna terbaru, tanda tangan kepala sekolah, dan stempel atau cap sekolah.

4. Ijazah

Peserta yang telah lulus pada tahun sebelumnya wajib membawa fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi. Sementara, untuk lulusan dari luar negeri harus menyertakan ijazah yang telah disetarakan oleh instansi berwenang.

5. Portfolio

Peserta yang memilih prodi di bidang seni atau olahraga wajib mengunggah portofolio sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan oleh panitia SNPMB.

6. Sehat Jasmani dan Rohani

Peserta harus berada dalam kondisi sehat secara fisik dan mental agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan optimal.

7. Membayar Biaya UTBK

Terakhir, peserta wajib membayar biaya UTBK. Pada tahun 2025, biaya tesnya sebesar Rp 200.000. Namun, peserta dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) agar dibebaskan dari biaya ujian.

Materi UTBK-SNBT

Ilustrasi materi UTBK. Foto: Pexels/Lum3n

UTBK-SNBT dirancang untuk mengukur kesiapan akademik peserta dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tes ini mencakup berbagai soal yang menguji kemampuan kognitif, literasi, dan numerasi.

Berdasarkan laman resmi SNPMB Kemdikbud, jumlah soal UTBK tahun 2025 adalah sebanyak 160 butir. Soal-soal ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu tes potensi skolastik dan literasi. Berikut uraiannya:

Tes Potensi Skolastik (TPS)

Tes Potensi Skolastik (TPS) terdiri dari empat komponen, yaitu penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif.

1. Penalaran Umum

Bagian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam berpikir logis dan sistematis saat menghadapi permasalahan baru. Soal-soalnya dirancang untuk menilai kecakapan menganalisis pola, menarik kesimpulan, dan memproses informasi numerik. Jenis-jenis soal Penalaran Umum antara lain:

  • Penalaran induktif untuk menemukan pola.

  • Penalaran deduktif untuk menarik kesimpulan.

  • Penalaran kuantitatif yang melibatkan angka dan operasi matematika dasar.

2. Pengetahuan dan Pemahaman Umum

Bagian pengetahuan dan pemahaman umum menguji keterampilan berbahasa peserta, termasuk pemahaman kosakata, penggunaan kata secara tepat, serta kemampuan memahami informasi dalam konteks sosial dan budaya Indonesia.

3. Pemahaman Bacaan dan Menulis

Pada bagian ini, peserta diuji berdasarkan kemampuannya memahami isi teks bacaan serta menyusun informasi secara logis dalam bentuk tulisan. Tujuannya yaitu untuk menilai kemampuan membaca kritis dan menyampaikan gagasan dengan baik.

4. Pengetahuan Kuantitatif

Bagian pengetahuan kuantitatif bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar matematika peserta. Soal-soalnya mencakup kemampuan berhitung, memecahkan masalah, serta memahami dan menggunakan simbol-simbol angka secara tepat.

Tes Literasi

Tes literasi dalam UTBK-SNBT bertujuan untuk mengukur sejauh mana peserta mampu memahami, menganalisis, dan menafsirkan informasi dari berbagai jenis bacaan. Untuk menjawab soal dengan baik, peserta perlu menerapkan penalaran kritis serta strategi membaca yang efektif.

Bagian ini dibagi menjadi tiga komponen materi, yaitu literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran matematika.

1. Literasi dalam Bahasa Indonesia

Soal-soal literasi dalam Bahasa Indonesia bertujuan menguji kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis berbagai isu, argumen, serta informasi yang disajikan dalam teks berbahasa Indonesia. Peserta juga dinilai dari kemampuannya dalam mengidentifikasi gagasan utama dan hubungan antarparagraf.

2. Literasi dalam Bahasa Inggris

Lalu, soal-soal literasi dalam Bahasa Inggris bertujuan untuk mengukur keterampilan membaca dan memahami teks dalam bahasa Inggris. Peserta harus mampu menafsirkan isi teks, mengenali konteks, serta menyimpulkan informasi berdasarkan bacaan.

3. Penalaran Matematika

Terakhir, soal penalaran matematika bertujuan untuk menguji kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis dalam menyelesaikan masalah matematika. Peserta dituntut untuk menerapkan konsep-konsep dasar matematika dalam konteks kehidupan nyata secara tepat.

(NSF)