Konten dari Pengguna

4 Perbedaan Iklan dan Promosi dalam Ilmu Pemasaran

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan iklan dan promosi (Pixabay).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan iklan dan promosi (Pixabay).

Tak banyak orang yang memahami betul seperti apa perbedaan iklan dan promosi. Meski sama-sama bertujuan untuk memasarkan produk, keduanya adalah hal yang berbeda.

Iklan dan promosi adalah instrumen penting dalam strategi pemasaran atau marketing. Tanpa iklan dan promosi, pemasaran sebuah produk atau jasa akan menjadi kurang sempurna untuk meningkatkan penjualan.

Lantas, apa saja perbedaan dari iklan dan promosi dalam ilmu pemasaran? Berikut informasi lengkapnya.

Baca Juga: Perbedaan Sales dan Marketing dalam Penjualan Produk

4 Perbedaan Iklan dan Promosi

Ilustrasi perbedaan iklan dan promosi (Pixabay).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya ada empat perbedaan mendasar iklan dan promosi, yakni:

1. Pengertian

Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert dalam buku Bisnis: Edisi Kedelapan Jilid 1 mengartikan promosi sebagai teknik paling efektif yang dirancang untuk menjual produk. Salah satu teknik promosi adalah iklan (advertising).

Artinya, iklan adalah alat promosi yang terdiri dari komunikasi tidak langsung, dibayar, dan digunakan oleh sponsor tertentu untuk menyampaikan informasi suatu produk kepada khalayak.

2. Tujuan

Dari sumber yang sama, promosi bertujuan untuk menyampaikan informasi, memposisikan produk, menambah nilai tambah produk, dan mengendalikan volume penjualan. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah meningkatkan penjualan.

Dalam buku Periklanan Promosi karya Terence A. Shimp dijelaskan bahwa tujuan periklanan harus dirancang sesuai dengan keadaan yang mencirikan merek khusus pengiklan dan situasi persaingan. Pada akhirnya iklan bertujuan untuk mendapatkan loyalitas konsumen.

Namun secara umum, iklan bertujuan untuk membuat konsumen menyadari merek baru, mempengaruhi pengharapan mereka tentang atribut dan keuntungan dari suatu merek, dan mendorong mereka untuk mencobanya.

3. Sasaran

Menurut buku Copywriting: Melejitkan Jualan Online dengan Kalimat yang Membujuk oleh Asti Musman, iklan dan promosi memiliki sasaran yang berbeda.

Daniel Starch, seorang profesor di Harvard University menyebutkan bahwa sasaran iklan adalah mengubah jalan pikiran konsumen untuk membeli. Sedangkan sasaran promosi adalah merangsang pembelian di tempat (immediately stimulating purchase).

4. Alat atau Media yang Digunakan

Alat atau media yang digunakan dalam iklan dan promosi juga berbeda. Menurut Rachmat Kriyantono dalam buku Manajemen Periklanan: Teori dan Praktik, alat promosi bukan hanya iklan. Promosi juga bisa dilakukan dengan cara personal selling, publisitas, merchandising, direct mail, pameran, dan promosi penjualan.

Dalam praktiknya, kegiatan promosi dilakukan dalam berbagai bentuk. Bisa menggunakan media personal (misalnya tatap muka), nirmassa (contohnya direct mail) maupun massa (seperti radio, TV, film, dan surat kabar).

Sedangkan iklan menggunakan media massa atau massif yang memungkinkan pesan dapat dilihat banyak orang secara bersamaan. Media yang dimanfaatkan antara lain televisi, koran, majalah, baliho, hingga internet.

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian iklan?
chevron-down

Iklan adalah alat promosi yang terdiri dari komunikasi tidak langsung, dibayar, dan digunakan oleh sponsor tertentu untuk menyampaikan informasi suatu produk kepada khalayak.

Apa tujuan promosi?
chevron-down

Tujuan promosi adalah menyampaikan informasi, memposisikan produk, menambah nilai tambah produk, mengendalikan volume penjualan, serta meningkatkan penjualan.

Apa tujuan akhir dari kegiatan iklan?
chevron-down

Tujuan akhir atau puncak dari kegiatan iklan adalah untuk mendapatkan loyalitas konsumen terhadap merek.

(NSA)