4 Perbedaan Matcha dan Green Tea, Serupa Tapi Tak Sama

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matcha dan green tea sedang menjadi tren di masyarakat belakangan ini. Hampir semua olahan makanan kekinian, seperti es krim, coklat, kue, dan sebagainya, memiliki varian matcha atau green tea.
Mengutip laman Nourished Life, matcha dan green tea berasal dari tumbuhan yang sama, yaitu camellia sinensis. Meski begitu, masih banyak orang yang belum tahu bahwa kedua jenis minuman ini sangat berbeda.
Seperti apa perbedaan matcha dan green tea?
Perbedaan Matcha dan Green Tea
Berikut adalah beberapa perbedaan matcha dan green tea yang disadur dari laman The Republic of Tea dan Medical News Today.
1. Rasa Matcha dan Green Tea
Green tea biasanya akan menghasilkan rasa lebih lembut dan segar. Namun, rasa ini dapat berubah tergantung pada bagaimana teh tersebut diproses dan tumbuhan yang ditambahkan ke dalamnya. Bisa seperti bunga, buah, atau kacang
Sedangkan matcha cenderung memiliki rasa yang lebih kaya dan intens. Matcha juga sering dicampur dengan susu dan pemanis untuk membuat latte matcha, sehingga banyak peminum teh mengasosiasikan matcha dengan tekstur berbusa, lembut, dan rasa manis.
2. Pembudidayaan Serta Pengolahan Matcha dan Green Tea
Meskipun matcha dan green tea sama-sama berasal dari tanaman yang sama, namun cara budidaya dan pengolahannya berbeda. Hampir 80 persen green tea yang tersebar di seluruh dunia berasal dari China, sementara sebagian besar matcha dibudidayakan di Jepang.
Secara umum, green tea ditanam di bawah sinar matahari langsung. Karenanya, kadar klorofil dalam daun teh hijau pun meningkat, sehingga warnanya berubah menjadi lebih gelap.
Setelah panen, green tea kemudian diproses menggunakan metode artisanal (pengeringan matahari, pembakaran keranjang, atau penggorengan) atau metode modern (pengeringan oven, penggulingan, atau pengukusan). Ini untuk menghilangkan komponen pahit dan mempertahankan rasa alami teh.
Sedangkan matcha biasanya ditanam di bawah atap selama berminggu-minggu. Setelah panen, daun teh hijau matcha dikupas dan dihilangkan akarnya, lalu dikukus untuk menghentikan oksidasi yang kemudian memberi warna zamrud cemerlang pada matcha. Terakhir, daunnya digiling menjadi bubuk halus berwarna hijau cerah.
3. Cara Menyajikan Matcha dan Green Tea
Matcha biasanya disiapkan dengan mencampurkan kira-kira satu sendok teh bubuk matcha dengan air panas, lalu aduk hingga rata. Anda juga dapat menggunakan frother listrik agar gumpalan tercampur secara konsisten. Untuk membuat matcha latte, cukup tambahkan susu kukus dan pemanis pilihan Anda.
Sedangkan cara menyajikan green tea, hal pertama yang harus dilakukan yaitu menyeduh air hingga mendidih. Kemudian, tuangkan air panas tersebut ke atas daun teh dan tunggu sekitar satu hingga tiga menit. Setelah itu, saring daun teh dan nikmati seteguk demi seteguk.
4. Manfaat Matcha dan Green Tea untuk Kesehatan
Matcha kaya akan antioksidan polifenol dan EGCG (epigallocatechin gallateI) yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas. Matcha juga mengandung protein, gula, vitamin A, vitamin C, dan aneka mineral, seperti zat besi, kalsium, zinc, dan kalium.
Berkat kandungan antioksidan dan nutrisinya, matcha dianggap baik dikonsumsi untuk kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat matcha bagi tubuh:
Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung.
Menjaga kekuatan dan kesehatan tulang serta mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis.
Mengurangi risiko kanker.
Menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.
Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
Membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh atau detoksifikasi.
Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)
Sama seperti matcha, green tea pun kaya akan antioksidan. Namun, mengingat green tea juga mengandung katekin, manfaatnya pun sedikit berbeda dengan matcha, di antaranya:
Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
Mengurangi stres dan menenangkan pikiran.
Meningkatkan metabolisme tubuh.
Menghambat pertumbuhan sel kanker.
Memelihara fungsi otak serta mencegah penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.
Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap stabil.
Menghambat penunaan dini pada kulit.
Mencegah kerusakan gigi akibat bakteri dan penumpukan plak.
(NDA)
