5 Amalan Bulan Dzulhijjah beserta Keutamaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 sekaligus penutup dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam melaksanakan ibadah haji dan merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban.
Tak hanya itu, Dzulhijjah juga memiliki banyak keutamaan, terutama pada sepuluh hari pertama yang disebut sebagai hari-hari paling mulia dalam Islam. Keistimewaan tersebut ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW berikut.
"Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram."
Karena penuh keberkahan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan sunnah selama bulan ini. Lantas, apa saja amalan bulan Dzulhijjah? Simak selengkapnya dalam artikel berikut!
Amalan Bulan Dzulhijjah
Dihimpun dari buku Ensiklopedi Amalan Bulan Dzulhijjah oleh Ustaz Abu Ubaikdah Yusuf as-Sidawi, berikut sederet amalan bulan Dzulhijjah yang dianjurkan untuk dilaksanakan.
1. Puasa
Umat Islam disunnahkan melaksanakan puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ini menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, terutama puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah.
Anjuran tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW berikut: "Adalah Nabi SAW puasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzuhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan."
2. Dzikir
Berdzikir menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim, terutama jika dilakukan pada bulan Dzulhijjah. Dzikir bisa diamalkan kapan saja dalam berbagai keadaan yang bertujuan untuk mengingat serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ada banyak bacaan dzikir yang bisa diamalkan, di antaranya:
Takbir
Tahlil
Tasbih
Istigfar
Memperbanyak doa
3. Haji
Bagi umat Islam yang memiliki kemampuan fisik, ilmu, dan rezeki yang cukup, dianjurkan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan setidaknya sekali seumur hidup bagi yang mampu.
Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah haji juga memiliki keutamaan yang besar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW berikut: "Umrah ke umrah adalah penghapus dosa diantara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga."
4. Memperbanyak Amal Saleh
Memperbanyak amal saleh juga menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah. Umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai ibadah dan kebaikan, seperti:
Salat sunnah
Bersedekah
Berbakti kepada orang tua
Menyambung tali silaturahmi.
Amalan-amalan tersebut memiliki pahala yang besar apabila dilakukan pada hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang shalat subuh berjama'ah kemudian duduk berdzikir hingga terbit matahari, setelah itu dia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah."
5. Kurban
Berkurban merupakan salah satu amalan utama yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah. Ibadah ini menjadi wujud ketaatan dan rasa syukur seorang Muslim atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Perintah berkurban juga telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Kautsar ayat 2 berikut:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
Artinya: "Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!" (QS Al-Kautsar: 2)
Baca Juga: Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari? Ini Penjelasannya
(NSF)
