Konten dari Pengguna

5 Cerita Sekolah Minggu Kreatif yang Menarik dan Penuh Makna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 14 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sekolah Minggu. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sekolah Minggu. Foto: Unsplash

Sekolah Minggu merupakan kegiatan gereja yang bertujuan untuk menuntun anak-anak untuk semakin mengenal dan memahami Kristus. Selain melalui pujian dan doa, pengenalan Yesus Kristus juga disampaikan lewat cerita-cerita Alkitab yang dikemas secara kreatif.

Terdapat beragam ayat Alkitab yang dapat dibagikan dalam kegiatan Sekolah Minggu sesuai dengan tema pembelajaran. Setiap ayat memuat pesan rohani yang sederhana namun bermakna, sehingga lebih mudah dipahami sekaligus diingat oleh anak-anak.

Agar tidak membosankan, cerita Alkitab dapat dipadukan dengan berbagai aktivitas menarik, seperti mewarnai, bermain peran, hingga membuat prakarya. Sebagai referensi, berikut beberapa contoh cerita Sekolah Minggu kreatif yang bisa digunakan.

Contoh Cerita Sekolah Minggu Kreatif

Ilustrasi contoh cerita Sekolah Minggu kreatif. Foto: Pexels

Cerita Sekolah Minggu kreatif umumnya disampaikan kepada anak-anak dengan beragam tema yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Dirangkum dari buku Minggu Ceria: Mengajar Sekolah Minggu Secara Atraktif dan Efektif, Mengembangkan Daya Imajinasi Anak, berikut beberapa contohnya.

Contoh Cerita Sekolah Minggu #1

Tema: Anak Allah Dibaptis

(Yes. 53:2-3; Mat. 3:13-17)

Ayat Emas: Yohanes 14:6

"Hai orang-orang yang tidak takut akan Tuhan! Hai orang-orang yang sudah lama tidak berbakti kepada Tuhan! Hai orang-orang yang suka berbuat jahat, dengar, dengar... aku mau memberitahumu bahwa Kerajaan Surga sudah dekat! Bertobat dan dibaptislah di sungai ini jikalau engkau mau meninggalkan dosamu!" Kemudian orang banyak pun datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis di Sungai Yordan. Ada sekelompok tentara, ada pemungut-pemungut cukai dan orang-orang berdosa.

Nah, itu ada seorang pemuda dari jauh berjalan menuju sungai Yordan. Siapa pemuda itu? Wajah-Nya tidak menarik, seperti orang yang penuh kesusahan dan menderita. Dia datang mendekati Yohanes Pembaptis. Semua orang melihat Dia dan mengejek: "Lha siapa sih pemuda jelek itu? Dari mana asalnya? Apa pekerjaan-Nya? Kita belum pernah melihat-Nya. Orang banyak tidak mengenal-Nya."

Namun, Yohanes Pembaptis mengenal Dia. Dia itu Yesus. Yohanes Pembaptis heran mengapa Yesus datang kepadanya, lalu Yesus berkata kepada Yohanes Pembaptis: "Baptiskanlah Aku di Sungai Yordan!" Yohanes Pembaptis kebingungan, pikirnya: "Mengapa Tuhan Yesus, Anak Allah itu mau dibaptis olehku? Bukankah baptisan ini untuk orang-orang berdosa yang mau bertobat?" Kata Yohanes Pembaptis kepada Yesus: "Aku tidak pantas membaptiskan Engkau, karena Engkau Anak Allah yang tidak berdosa. Mengapa Engkau mau dibaptis di Sungai Yordan yang kotor ini?" Yesus menjawab: "Biarlah Aku dibaptis supaya menggenapi kehendak Allah." Namun, kata Yohanes Pembaptis: "Seharusnya akulah yang dibaptis oleh Tuhan. Untuk membuka tali kasut-Mu pun aku tidak pantas!"

Kemudian Yohanes membaptiskan Yesus dalam air sungai Yordan.

Apa yang terjadi setelah Yesus selesai dibaptis? Lihat! Langit biru itu pun terbuka, lalu kelihatan cahaya yang sangat terang bersinar dan turunlah Roh Allah seperti burung merpati. Kemudian terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat. 3:17). Oh, ternyata Pemuda yang wajah-Nya tidak tampan itu adalah Anak Allah yang dikasihi-Nya. Sekarang orang-orang tahu bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang turun ke dalam dunia dan Dialah Juruselamat yang dapat membawa manusia yang percaya kepada-Nya masuk ke surga. Dia berasal dari surga dan akan kembali ke surga.

Renungan dan Penerapan

- Mengapa Yesus harus dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis? - Apakah Yesus juga mempunyai dosa?

- Mengapa orang banyak dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan?

Contoh Cerita Sekolah Minggu #2

Tema: Air Anggur Ajaib

(Yoh. 2:1-11)

Ayat Emas: Yohanes 15:7

Pendahuluan

"Hei...! Teman-teman mari kita pergi ke kampung Kana. Di sana ada pesta pernikahan. Mari kita lihat pengantin di sana!" Sekelompok anak beramai-ramai pergi untuk melihat pesta pernikahan. "Di sana kita akan melihat musik dan tari-tarian!" Anak lain menyambung: "Ya, di sana kita akan mendapat makanan dan minuman yang enak-enak.”

Nah, lihat kita sudah hampir sampai di tempat pesta. Lihat! Banyak sekali orang yang datang berpakaian indah-indah. (Tanyakan kepada anak-anak apa saja yang biasa mereka lihat di pesta-pesta pernikahan. Guru menggambarkan suasana pesta yang meriah dan sangat menyenangkan).

Isi Cerita

Nah, lihat itu mempelai yang sangat cantik dan tampan. Semua orang sudah memberikan selamat dan mulailah perjamuan makan dan minum. Wah, di sana ada roti-roti yang enak sekali. Di bagian lain ada daging panggang dan di bagian lain lagi ada minuman anggur. Semua yang hadir senang sekali menikmati semua makanan dan minuman yang ada. Tamu yang hadir tidak henti-hentinya, banyak sekali. Akhirnya minuman pun habislah, tidak ada lagi persediaan minuman, padahal tamu-tamu masih banyak yang belum mendapat minuman.

"Wah celaka, ini membuat malu pemilik pesta!" Pelayan-pelayan di dapur kebingungan karena tidak punya lagi air anggur. "Wah, apa yang harus dilakukan? Itu masih ada lagi serombongan tamu yang baru datang. Mereka pasti haus karena mereka datang dari jauh. Cepat beritahu pemimpin pesta bahwa air anggur sudah habis, lalu tamu-tamu akan diberi apa?" (Guru mengimajinasikan kebingungan dan kehebohan dalam mengatasi kehabisan air anggur ini). Tiba-tiba seorang ibu dari dapur berlari ke arah rombongan tamu yang baru datang: "Anakku, syukurlah Engkau datang. Tolonglah keadaan pesta yang sedang panik ini. Tamu-tamu yang sangat banyak belum mendapat minuman karena air anggurnya sudah habis. Cepatlah lakukan sesuatu!"

Siapakah perempuan itu dan siapakah tamu yang baru datang, yang dimintai pertolongan untuk berbuat sesuatu itu? "Apa maksudmu, Ibu? Waktu-Ku untuk melakukan sesuatu belum tiba!" Namun, ibu itu berkata: "Hai pelayan-pelayan, dengarkanlah perkataan Orang ini!" Lalu Yesus menyuruh para pelayan untuk mengisi tempayan-tempayan dengan air penuh-penuh. Kemudian pelayan itu menaati perintah ibu tersebut. Ternyata perempuan itu adalah Maria, ibu Yesus. Dan yang dimintai pertolongan adalah Yesus. Kemudian Yesus menyuruh pelayan-pelayan itu mengisi air ke dalam tempayan. Dan ketika itu, Yesus menyuruh mereka mencedok air dan membawa kepada pemimpin pesta.

Wah, air apa yang mau diberikan kepada para tamu, air mentah, atau air putih? Lihat air yang dimasukkan ke tempayan-tempayan itu adalah air mentah dari sumur. Namun, sekarang setelah ada di dalam gelas, air itu menjadi merah warnanya dan harum baunya. Wah, sekarang sudah menjadi air anggur yang paling istimewa. Semua orang sangat tercengang ketika merasakan air anggur yang baru ini. Mereka sangat bersukacita karena rasanya sangat nikmat, lebih nikmat dari yang sebelumnya. Mereka semua bertanya air anggur dari mana ini? Siapa yang membuatnya? Anak-anak, siapakah yang membuat air anggur ajaib ini?

Penerapan

Untunglah Tuhan Yesus diundang oleh pemilik pesta itu untuk datang dalam pernikahan mereka. Menurut anak-anak, jika Tuhan Yesus tidak diundang, apa yang terjadi?

Peraga

Guru dapat menyiapkan gelas-gelas (semacam gelas plastik) untuk memperagakan pengisian air dalam tempayan. Lakukan itu dengan mengisi gelas-gelas tersebut dengan air pada saatnya. Guru memberikan pewarna merah dengan kecepatan tangan, tanpa terlihat oleh anak-anak, dan memasukkannya ke dalam air. Guru membawa pencedok air (dapat memakai penakar susu bubuk) untuk peragaan saat memasukannya ke dalam gelas-gelas kecil.

Contoh Cerita Sekolah Minggu #3

Tema: Bait Allah yang Kotor

(Yoh. 2:13-22)

Ayat Emas: Pengkhotbah 4:17

Pendahuluan

"Siapa yang pernah pergi ke pasar hewan? Seperti apa keadaan di pasar hewan? Apa saja yang dijual di sana?" Biarkan anak-anak menjawab menurut pendapat mereka. Tentu pasar hewan ramai dengan suara bermacam-macam hewan. Berikan contoh! Tentu pasar hewan juga tempat yang sangat kotor oleh kotoran-kotoran hewan.

Isi Cerita

Nah, lihat di sana ada banyak sekali burung merpati dan tekukur dalam sangkar. Di pasar juga ada yang menjual sapi, kambing, domba berpuluh-puluh jumlahnya, dan ada satu meja yang penuh dengan mata uang dari berbagai negeri. Nah, coba anak-anak terka ini tempat apa? (Biarkan anak-anak menjawab menurut pendapat mereka). Oh, ternyata tempat itu bukan pasar hewan seperti yang kamu duga. Tempat itu ternyata adalah Bait Allah di Yerusalem. Mengapa di halaman Bait Allah penuh dengan orang berjualan lembu, kambing domba, dan burung. Siapa yang berjualan di Bait Allah itu?

Bagaimana menurut pendapat anak-anak? Boleh tidak kalau Rumah Tuhan dipakai untuk berjualan? Orang-orang yang berbakti di Bait Suci akan merasa terganggu oleh suara dan bau kotoran hewan. Namun, imam-imam itu berkata bahwa mereka mau menolong orang-orang yang akan mempersembahkan kurban di Bait Allah, agar mereka tidak usah membawa hewannya dari rumah. Jadi, orang-orang yang rumahnya jauh di luar kota bahkan dari negara tetangga tidak perlu repot-repot menuntun hewan.

Mereka tinggal membeli di halaman Bait Allah dan langsung menyerahkan kepada imam-imam untuk disembelih dan dipersembahkan kepada Tuhan.

Orang-orang asing dari luar Yerusalem yang membawa mata uang negeri mereka dapat menukarkan langsung dengan mata uang di Yerusalem di muka Bait Allah. Nah, mereka semua mendapat keuntungan dari berjualan hewan dan menukar uang, karena itu mereka senang sekali. Apakah anak-anak senang bila di gereja tempat kalian berbakti, juga ada hewan-hewan yang berkeliaran? Nah, begitu pula Tuhan Yesus, ketika Tuhan Yesus sampai di Yerusalem, Dia sangat marah. Dia tidak senang Rumah Bapa-Nya menjadi kotor dan tidak teratur. Lalu Yesus membuat cemeti atau pecut dari tali dan menjungkir-balikkan meja-meja penukar uang, membuka kandang-kandang burung merpati sehingga semua bu-rung merpati beterbangan keluar dan domba serta sapi dengan penjual-penjualnya diusir dari Bait Allah.

Para guru agama berkata: "Apa yang kamu lakukan ini? Siapakah Kamu sehingga berani berbuat seperti ini?" Jawab Yesus: "Rumah Bapa-Ku harus menjadi Rumah Doa bukan sarang penyamun! Tetapi kamu membuat Rumah Bapa-Ku untuk mencari keuntungan, menjadi kotor dan penuh kejahatan seperti sarang penyamun!"

Orang-orang yang melihat hal itu dan tidak suka perbuatan guru-guru agama yang jahat kemudian percaya kepada Yesus dan mau mengikut Yesus. Mereka senang Tuhan Yesus menegur dengan keras, mengusir orang-orang yang tidak baik kelakuannya karena orang banyak juga tidak nyaman Bait Allah tempat mereka berbakti penuh dengan hewan.

Contoh Cerita Sekolah Minggu #4

Tema: Yesus Menang, Iblis Kalah

(Mat. 4:1-11)

Ayat Emas: Matius 22:37

Pendahuluan

Siapa yang tidak suka makan roti? (Guru membawa sebuah roti). Pasti kebanyakan anak menjawab bahwa mereka suka roti. Terbuat dari apa roti ini menurut kalian? Apa yang ada dalam roti? Roti apa yang kalian paling suka? Tentu kalian suka sekali apalagi bila perut sedang lapar. Apakah menurut kalian Tuhan Yesus suka roti?

Isi Cerita

Lihat itu, siapa yang ada di padang gurun yang sangat kering, dengan angin badainya yang keras. Dia sedang berdoa di sana. Siapa itu? Oh,... ternyata itu Yesus yang sedang berdoa dan berpuasa di padang gurun. Bagaimana Yesus berpuasa? Dia tidak makan apapun selama 40 hari 40 malam. Bagaimana rasanya perut Tuhan Yesus? Saat itu Dia sangat kelaparan, tetapi di padang gurun pasti tidak ada orang yang menjual makanan. Dia harus berjalan dulu jauh ke dalam kota atau pulang ke rumah-Nya, baru Dia mendapat makan dan minum setelah berpuasa. Namun, tiba-tiba di tengah jalan Dia dicegat oleh Iblis yang berkata kepada-Nya: "Hai Yesus, kamu kan Anak Allah. Nah, lihat ini ada batu-batu. Ubahlah batu-batu ini menjadi roti! Pasti kamu bisa! Mengapa kamu harus jauh-jauh berjalan ke kota untuk membeli roti?

Nah, bagaimana, Anak-anak? Dapatkah Tuhan Yesus membuat roti dari batu itu? (Biarkan anak-anak menjawab menurut pendapat mereka). Namun, maukah Yesus menuruti anjuran Iblis? Padahal Yesus sedang merasakan lapar sekali? Tidak! Yesus tidak mau menuruti kata-kata Iblis walaupun Dia bisa membuat roti dari batu. Karena Yesus berkata bahwa hidup manusia bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman Tuhan yang membuat manusia hidup. Tuhan Yesus mengusir Iblis untuk menjauh, tetapi Iblis kembali lagi mendekati Tuhan Yesus; sekarang Tuhan Yesus dibujuknya naik ke puncak Bait Allah yang tinggi. Iblis menyuruh Tuhan Yesus melompat dari puncak Bait Allah dan katanya: "Engkau tidak akan jatuh terkena batu-batu karena malaikat-malaikat pasti akan menayangkan tangannya untuk menahan Engkau.

Cobalah lakukan apa yang kukatakan!" Namun, Yesus lebih keras lagi mengusir Iblis, Dia mengatakan: "Jangan engkau mencobai Allah!" (Peragakan dan imajinasikan dialog-dialog ini secara dramatis dengan karakteristik suara yang khas!) Nah, anak-anak, sering kali Iblis menggoda dalam hatimu supaya kamu melakukan hal-hal yang aneh dan salah, supaya engkau celaka. Dan ia membujukmu supaya berani melakukan hal itu, misalnya: naik sepeda dengan melepas tangan dari setang atau naik sepeda dengan mengangkat kaki ke atas, menyontek pada waktu tes dan macam-macam kelakuan yang tidak baik.

Untuk ketiga kalinya Iblis datang lagi kepada Tuhan Yesus dan mengajak-Nya naik ke gunung yang tinggi untuk menunjukkan kota-kota indah, yang gemerlapan dan penuh harta kekayaan. Lalu Iblis menyuruh Tuhan Yesus menyembah, katanya: "Kalau kamu mau menyembah aku, semua kuberikan kepadaMu. Kamu tidak usah hidup sengsara menjadi anak orang miskin, harus menderita, dan harus disalib!" Namun, Tuhan Yesus marah kepada Iblis dan mengusirnya, kata-Nya: "Enyahlah engkau dari padaku! Semua manusia tidak boleh menyembah kepadamu, kecuali kepada Tuhan Allah saja!" Lalu Iblis meninggalkan Tuhan Yesus dan malaikat-malaikat datang melayani-Nya.

Penerapan

Siapa yang pernah melihat Iblis? (Biarkan anak-anak menjawab terlebih dahulu).

Contoh Cerita Sekolah Minggu #5

Tema: Stefanus yang Baik Hati

(Kis. 6:8-11,15; 7:54-60)

Ayat Emas: Lukas 6:27-28

Pendahuluan

"Selamat pagi, Pak Stefanus. Bapak mau ke mana?" Sekelompok orang di desa melihat Bapak Stefanus yang terkenal sangat ramah dan baik hati sedang berjalan. Jawab Bapak Stefanus: "Saya mau mengunjungi orang-orang sakit di desa ini dan berdoa untuk mereka." Jawab orang-orang desa: "Betul, Pak. Di desa kami sedang dilanda wabah penyakit. Anak-anak kami demam tinggi, ada juga yang lumpuh. Kami senang sekali Bapak datang untuk berdoa.”

Lalu orang-orang desa itu mengajak Bapak Stefa-nus ke rumah-rumah yang ada orang sakit di dalamnya. Bapak Stefanus berdoa dengan nama Yesus, menumpangkan tangan kepada setiap orang sakit dan sungguh orang-orang yang demam, panasnya menjadi turun dan sembuh. Orang yang lumpuh, kakinya bisa menjadi kuat dan bisa berjalan lagi. Wah, Bapak Stefanus ini memang pelayan Tuhan yang diberi kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Bukan itu saja, Bapak Stefanus juga rajin, pekerjaannya di gereja adalah menerima bantuan-bantuan beras. Makanan dikumpulkan lalu dibagi-bagi untuk anak-anak yatim piatu dan para janda yang miskin. Bapak Stefanus berkeliling sendiri membawa bantuan-bantu-an itu. (Guru mendramatisasikan peran dan dialog Bapak Stefanus) Bagaimana, anak-anak, menurut kalian Bapak Stefanus ini? (Pastikan anak-anak menjawab baik)

Isi Cerita

Sayangnya, pada suatu hari Bapak Stefanus diminta mengajar di gereja untuk orang-orang Yahudi dan ahli-ahli agama. Ketika Bapak Stefanus menceritakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus Allah untuk menebus dosa manusia dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi serta mati di kayu salib, semua orang yang mendengarkan marah dan tidak suka pada ajaran Bapak Stefanus. Orang-orang Yahudi ini langsung berdiri dan berteriak-teriak, kata mereka: "Engkau menghujat Allah! Yesus itu bukan Anak Allah! Yesus itu anak Yusuf! Yesus itu bukan Mesias yang dijanjikan Allah! Kami tidak mau mendengar lagi! Engkau harus diadili atas perkataanmu itu!" Kata mereka lagi: "Ayo pegang! Ayo seret ia!" Maka Bapak Stefanus pun diikat dengan tali dan diseret ke pengadilan.

Kemudian pengadilan agama orang-orang Yahudi menanyakan kepada orang banyak: "Apakah kesalahan Bapak Stefanus sehingga ia diseret ke sini?" Mereka serentak menjawab: "Stefanus telah menghujat Allah, ia telah mengatakan bahwa Allah mempunyai Anak, yaitu Yesus Kristus." Kemudian Bapak Stefanus menjawab: "Dengarkanlah kesaksianku ini!"

Kemudian ia mulai bercerita tentang Bapak Abraham sampai kisah Yakub, Musa, dan semua nenek moyang Israel. la mengerti dengan jelas. Sampai akhirnya ia bercerita lagi tentang Yesus Anak Allah. Saat mendengar cerita itu, orang-orang Yahudi marah lagi dan mulai berteriak: "Bunuh saja! Bunuh saja!" Namun, Bapak Stefanus tidak marah, tidak takut kepada orang banyak itu walaupun ia mau dibunuh, bahkan wajahnya menjadi bercahaya seperti malaikat. Lalu Bapak Stefanus berkata: "Lihat! Aku melihat langit terbuka, sungguh aku melihat Tuhan Yesus yang penuh kemuliaan duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahamulia dan mahakuasa." Wah, orang-orang Yahudi semakin menjadi-jadi marahnya. "Ini keterlaluan, ini penghinaan kepada Allah. Sudah jelas ia menghujat Allah, sudah jelas ia menyesatkan. Bunuh dia! Rajam dia!"

Kemudian Bapak Stefanus diseret sampai ke luar kota. Di sana orang-orang Yahudi membuka jubah masing-masing karena mereka dengan penuh semangat mau melempari Bapak Stefanus dengan batu. Siapa saja yang mau ikut melempari Bapak Stefanus dengan batu diperbolehkan. Mereka berteriak-teriak seperti orang gila sambil masing-masing melemparkan batu ke tubuh Bapak Stefanus dengan penuh kekuatan.

Ada yang kena punggung, ada yang kena kepala, ada yang kena wa-jah, ada yang kena tangan. Batu-batu besar dan tajam terus-menerus menghujani Bapak Stefanus. Akhirnya Bapak Stefanus berteriak, tetapi bukan berteriak kesakitan. la berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mengampuni orang-orang jahat yang melemparinya batu: "Ya Bapa, ampunilah dosa mereka." Setelah berdoa, Bapak Stefanus pun mati. (Guru mendramatisasikan gejolak emosi orang-orang Yahudi dan sikap Bapak Stefanus yang penuh Roh Kudus itu.)

Penerapan

- Menurut anak-anak, ke mana Bapak Stefanus setelah ia mati?

- Bagaimana kalian tahu bahwa Bapak Stefanus sudah masuk surga?

- Kebaikan apa saja yang dilakukan oleh Bapak Stefanus?

- Siapa yang mati dengan berdoa untuk memintakan ampun seperti Bapak Stefanus?

Baca juga: 7 Puisi Natal Anak Sekolah Minggu yang Menyentuh Hati

(RK)