Konten dari Pengguna

5 Contoh Narasi Raport PAUD Usia 3-4 Tahun Semester 2

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi murid PAUD. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi murid PAUD. Foto: Pexels

Saat kenaikan kelas tiba, guru biasanya mulai mempersiapkan laporan perkembangan siswa dalam bentuk narasi raport. Ini juga berlaku untuk murid PAUD usia 3-4 tahun semester 2.

Narasi raport PAUD umumnya disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada orang tua mengenai tumbuh kembang anak, mulai dari aspek kognitif, motorik, sosial emosional, hingga nilai-nilai agama dan moral. Lantas, seperti apa contoh narasi raport PAUD usia 3-4 tahun semester 2?

Contoh Narasi Raport PAUD Usia 3-4 Tahun Semester 2

Ilustrasi murid PAUD. Foto: Pexels

Dalam buku Pedagogi Progresif Menuju Pendidikan Inovatif oleh Titin Kustin (2023:171), dijelaskan bahwa rapor merupakan dokumen yang harus terbaca dalam penulisannya walau bertahun-tahun tersimpan. Penting bagi guru untuk menyusun narasi yang informatif dan relevan dalam raport, termasuk untuk murid PAUD.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan masa terpenting bagi perkembangan fisik dan mental anak. Setiap anak memiliki perkembangan unik yang tidak bisa disamakan. Penting bagi guru untuk menyusun narasi raport yang bersifat individual, serta menggambarkan karakter dan potensi anak dengan baik.

Karenanya, dalam penyusunan narasi raport PAUD usia 3-4 tahun semester 2 dibutuhkan referensi yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan siswa dalam beberapa aspek. Berikut beberapa contohnya:

Contoh 1

Ananda telah menaati peraturan kelas dengan baik dan tertib. Merapikan mainan, berbagi dengan teman, dan mendengar apa yang disampaikan.

Selain itu, Ananda juga sudah menunjukan perilaku baik, yakni berdoa sebelum melakukan berbagai kegiatan seperti memulai belajar, makan siang, bermain, dan pulang.

Contoh 2

Dari segi motorik, Ananda Riona terlihat gesit dan lincah. Selain itu, terlihat Ananda suka bercerita. Akan tetapi masih malu-malu ketika tampil di depan kelas.

Salah satu solusinya adalah dengan memberi apresiasi setelah melakukan sesuatu sebagai proses perjalanan belajar. Bapak ibu sebaiknya turut mendukung hal tersebut.

Contoh 3

Ananda dapat menerapkan nilai-nilai baik agama dalam kesehariannya. Hafalan doa harian sudah dilakukan dengan baik meskipun masih terbata-bata. Namun ananda sudah mampu mengikutinya dengan baik.

Ananda juga sangat menghormati guru, mendengarkan ketika teman sedang berbicara, berbagi dengan teman, dan berbicara dengan sopan.Ananda sudah baik dalam seluruh aspek, hanya harus lebih dilatih kembali hafalan doa-doa nya.

Baca juga: 3 Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAUD

Contoh 4

Ilustrasi murid PAUD. Foto: Unsplash

Ananda Andreas memiliki minat yang tinggi dalam eksplorasi dan observasi lingkungan sekitar. Ananda gemar mengamati, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta suka bertanya tentang benda-benda baru dilihatnya.

Bukan cuma itu, Ananda juga sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang alam. Itu adalah tanda-tanda positif untuk perkembangannya.

Contoh 5

Selama proyek P5, Ananda sangat antusias dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan membuat kerajinan tangan. Ananda menunjukkan kreativitas dan kerja sama yang baik dengan teman-temannya.

Di rumah, orang tua dapat mengajak Ananda untuk membuat proyek sederhana lainnya yang melibatkan kerja sama dan kreativitas.

(SLT)