Konten dari Pengguna

5 Contoh Negosiasi Formal dalam Bentuk Lisan dan Tulisan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh negosiasi formal. Foto: Pexels/Pavel Danilyuk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh negosiasi formal. Foto: Pexels/Pavel Danilyuk

Daftar isi

Negosiasi formal adalah bentuk aktivitas atau interaksi sosial yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan menguntungkan antar kedua belah pihak. Adapun kesepakatan tersebut bisa dilakukan melalui diskusi formal secara lisan maupun tulisan.

Menurut Glory Simarmata, S.E., M.Si, dalam buku Ingin Cepat Kerja, negosiasi formal biasanya ditandai dengan adanya perjanjian tertulis atau hitam di atas putih yang sah secara hukum. Sehingga apabila terjadi pelanggaran dalam perjanjian tersebut, pihak yang bersepakat dapat memperkarakannya ke ranah hukum.

Negosiasi bisa dilakukan di industri apa saja, baik perbankan, konstruksi, pemerintahan, pertambangan, dan lain-lain. Agar lebih paham, simak contoh negosiasi formal yang disampaikan secara lisan dan tulisan dalam artikel berikut ini.

Contoh Negosiasi Formal

Ilustrasi contoh negosiasi formal. Foto: Pexels

Negosiasi kerap dilakukan dalam aktivitas yang melibatkan perundingan atau tawar menawar, seperti jual beli, musyawarah, atau rapat yang mengharuskan dua pihak mendapat sebuah keputusan yang disepakati bersama. Negosiasi tersebut bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan.

Berikut ini ragam contoh negosiasi formal dari berbagai industri yang dihimpun dari Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia oleh Sutji Harijanti, M. Pd., dan sumber lainnya:

1. Teks Negosiasi Formal antar Pihak Bank dan Pengusaha

Pihak bank: "Selamat siang, pak. Silakan duduk."

Pengusaha: "Selamat siang. Ya, terima kasih. Begini mbak, saya mempunyai usaha furnitur. Saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang."

Pihak bank: "Bisa saya lihat proposalnya?"

Pengusaha: "Silakan mbak. Usaha ini sudah turun temurun dari kakek saya. Saya berusaha memperluas penjualan sampai luar negeri. Karena sudah ada permintaan dari luar negeri."

Pihak bank: "Begini pak, untuk proposal ini tidak ada masalah, cuma untuk Rp800.000.000, kami dari pihak bank tak bisa memenuhinya. Pihak bank hanya sanggup memenuhi Rp500.000.000 dengan bunga 5 persen."

Pengusaha: "Tidak bisa ditambah mbak? Saya yakin usaha ini akan sangat sukses."

Pihak bank: "Mungkin jika tambah sedikit bisa."

Pengusaha: "Jika Rp700.000.000 bagaimana mbak?"

Pihak bank: "Maaf pak, kami maksimal hanya mampu."

Pengusaha: "Pokoknya saya mau Rp700.000.000. Usaha furnitur saya pasti akan sukses mbak, jangan khawatir!"

Pihak bank: "Maaf pak, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kami hanya bisa menyediakan Rp650.000.000."

Pengusaha: "Baiklah mbak, Rp650.000.000 tidak apa-apa."

Pihak bank: "Silakan pak menunggu sebentar."

Pihak bank: "Ini pak uangnya, Rp650.000 dengan bunga 5 persen."

Pengusaha: "Iya mbak. Terima kasih. Selamat siang."

Pihak bank: "Selamat siang."

Baca Juga: Memahami Apa Itu Soft Skill dalam Dunia Kerja beserta Contohnya

2. Teks Negosiasi Formal untuk Kerja Sama Proyek

Pihak A: "Selamat siang, saya dari perusahaan X dan saya ingin membicarakan kerja sama dengan perusahaan Anda."

Pihak B: "Baik, selamat siang juga. Apa yang ingin Anda tawarkan?"

Pihak A: "Kami ingin menawarkan kerja sama dalam proyek besar yang sedang kami garap. Kami telah memiliki banyak pengalaman dan sumber daya untuk menjalankan proyek tersebut dengan baik."

Pihak B: "Proyek seperti apa yang dimaksud?"

Pihak A: "Proyek yang dimaksud adalah terkait pembangunan gedung di kawasan A. Rencananya gedung tersebut akan menjadi pusat perbelanjaan. Kami ingin mengajak perusahaan Anda untuk bergabung dalam proyek tersebut."

Pihak B: "Saya sangat tertarik dengan tawaran tersebut. Namun, saya ingin tahu lebih lanjut mengenai peran perusahaan kami dalam proyek tersebut."

Pihak A: "Kami membutuhkan bantuan dari perusahaan Anda untuk pengadaan material dan tenaga kerja."

Pihak B: "Bagaimana dengan pembagian keuntungan dari proyek tersebut?"

Pihak A: "Kami akan memberikan pembagian keuntungan yang adil dan sesuai dengan peran masing-masing perusahaan dalam proyek tersebut."

Pihak B: "Oke, saya sepakat untuk bergabung dalam proyek tersebut. Semoga perusahaan saya dapat bekerja sama dengan baik dengan perusahaan Anda."

3. Teks Negosiasi Formal melalui Surel

Hai Tuan Y,

Terima kasih telah berbagi proposal dan biaya Anda dengan kami. Kami semua di ABC terkesan dengan upaya yang telah Anda lakukan untuk ini.

Meskipun kami senang dengan isi proposal Anda, kami tidak dapat memenuhi harga yang Anda tetapkan. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, termasuk bujet perusahaan yang kurang dari harga terlampir.

Kami tetap ingin bekerja sama dengan Anda, dan kami ingin tahu apakah Anda siap untuk bernegosiasi mengenai harga. Anggaran kami saat ini untuk proyek tersebut adalah Rp10.000.000.

Saya akan dengan senang hati mendiskusikan hal ini dengan Anda. Silakan hubungi saya di nomor 08xxxxx untuk mengatur tanggal dan waktu yang sesuai.

Terima kasih banyak,

Manajer Pemasaran Perusahaan ABC

4. Teks Negosiasi Formal melalui Surel

Kepada Manajer Pemasaran Perusahaan A

Terima kasih banyak atas kerja keras Anda dalam proposal yang Anda kirim. Saya menghargai waktu dan keahlian yang dibutuhkan untuk membuat proposal seperti itu.

Tim saya dan saya meninjau dokumen yang Anda kirim dan sangat senang dengan apa yang kami baca. Kami sangat gembira dengan prospek penggunaan produk Anda. Sayangnya, kami melihat bahwa harga yang Anda kutip untuk kami melebihi anggaran kami.

Agar kami dapat menerima proposal Anda, kami meminta harga yang 3% lebih rendah dari penawaran awal Anda untuk mencapai harga akhir sebesar Rp50.000.000. Jika Anda tidak dapat menawarkan harga ini, sayangnya, kami harus beralih ke pemasok lain.

Kami berharap Anda dapat menerima tawaran ini sehingga kami dapat melanjutkan hubungan bisnis kami. Harap dipahami bahwa fleksibilitas Anda dalam hal ini dapat mendorong lebih banyak pekerjaan untuk Anda dan perusahaan Anda. Saya harap kita dapat mencapai kesepakatan. Harap beri tahu kami tentang keputusan Anda paling lambat tanggal 13 Juni.

Salam,

Antoni

5. Teks Negosiasi Formal melalui Surat

Malang, 14 Februari 2023

Yth. Owner Pabrik Sari Bolu

di Tempat

Dengan hormat,

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pegawai pabrik Sari Bolu, kami mengetahui bahwa perusahaan Anda sedang memerlukan oven berkapasitas besar.

Oleh karena itu, kami mengajukan penawaran oven berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan pabrik Anda dengan spesifikasi sebagai berikut.

Merk oven: Quesera

Tipe: 2480

Tahun pembuatan: 2021

Harga: Rp15.000.000

Kapasitas oven: 1.000 potong kue ukuran 10×10 cm.

Metode Pembayaran: Transfer bank

Apabila Anda berminat segera hubungi kami di nomor 08212345678. Demikianlah penawaran yang kami berikan, semoga Anda berkenan. Terima kasih.

Hormat Kami,

Zen Malik

(NSF)