5 Daftar Fenomena Langit Mei 2026, Ada Hujan Meteor hingga Blue Moon

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepanjang Mei 2026, langit akan dipenuhi berbagai fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Mulai dari hujan meteor Eta Aquariid hingga kemunculan Blue Moon yang tergolong langka.
Sebagian fenomena tersebut dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat bantu khusus. Sementara beberapa fenomena lainnya akan terlihat lebih memukau apabila diamati menggunakan teleskop atau teropong dari lokasi khusus.
Beragam fenomena ini menjadi kesempatan menarik bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum untuk menikmati keindahan langit. Ingin tahu apa saja fenomena langit Mei 2026? Yuk, simak daftar lengkapnya berikut ini.
Daftar Fenomena Langit Mei 2026
Dirangkum dari laman National Geographic dan Sea and Sky, berikut beberapa fenomena langit yang akan terjadi sepanjang bulan Mei 2026:
1. Puncak Hujan Meteor Eta Aquariid (5-6 Mei 2026)
Hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan mencapai puncak aktivitasnya pada malam 5 Mei hingga dini hari 6 Mei 2026. Eta Aquarid termasuk salah satu hujan meteor aktif yang mampu menghadirkan sekitar 60 meteor per jam.
Meski puncak hujan meteor terjadi pada tanggal tersebut, Eta Aquarid sebenarnya masih dapat disaksikan beberapa hari sebelum maupun sesudah puncaknya. Di Indonesia, waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini diperkirakan berlangsung mulai sekitar pukul 02.00 dini hari hingga menjelang subuh.
2. Parade Konjungsi Planet (12-13 Mei 2026)
Memasuki pertengahan Mei 2026, langit malam akan dihiasi pemandangan Mars, Saturnus, dan bulan sabit yang tampak berdekatan di langit timur. Agar fenomena langit ini dapat terlihat lebih jelas, ikuti tips berikut:
Cari area dengan pandangan terbuka ke arah timur.
Pilih lokasi yang minim penghalang seperti gedung atau pepohonan tinggi.
Perbukitan dapat menjadi pilihan karena menawarkan cakrawala yang lebih luas.
Lapangan terbuka juga cocok untuk menikmati pemandangan langit menjelang pagi.
3. Super New Moon (16 Mei 2026)
Super new moon atau fase bulan baru akan terjadi pada 16 Mei 2026. Fenomena ini terjadi saat bulan berada di titik perigee, yaitu posisi terdekat dengan Bumi. Menurut NASA, saat berada dalam kondisi supermoon, ukuran Bulan tampak hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibanding biasanya.
4. Konjungsi Bulan dan Venus (18 Mei 2026)
Fenomena menarik lainnya terjadi pada malam 18 Mei 2026, saat bulan sabit dan Venus tampak berdekatan di langit barat setelah matahari terbenam. Venus, yang dikenal sebagai planet paling terang, akan terlihat bersanding dengan bulan selama kurang lebih dua jam.
Saat langit mulai gelap, Merkurius juga dapat terlihat di atas cakrawala barat, sementara Jupiter tampak lebih tinggi dari bulan dan Venus yang bersanding.
5. Blue Moon (31 Mei 2026)
Mei 2026 akan ditutup dengan fenomena Blue Moon atau bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Fenomena ini tergolong langka karena umumnya hanya terjadi sekitar dua hingga tiga tahun sekali.
Meski disebut Blue Moon, bulan tidak benar-benar tampak berwarna biru. Sama seperti bulan purnama biasa, warnanya bisa terlihat kekuningan saat berada dekat cakrawala, sedangkan warna kebiruan hanya dapat muncul dalam kondisi atmosfer tertentu, misalnya setelah letusan gunung berapi besar.
Fenomena Langit Sepanjang 2026
Selain fenomena langit yang terjadi selama Mei, masih ada berbagai peristiwa astronomi menarik lainnya yang akan berlangsung hingga akhir tahun. Mulai dari hujan meteor, supermoon hingga gerhana matahari total.
Dikutip dari laman NASA, berikut beberapa fenomena langit yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026:
21 Juni 2026: Titik Balik Matahari Juni (June Solstice)
30-31 Juli 2026: Hujan Meteor Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids
12 Agustus 2026: Gerhana Matahari Total (terlihat di Greenland, Islandia, dan Spanyol)
23 September 2026: Ekuinoks September
25 September 2026: Oposisi Neptunus
4 Oktober 2026: Oposisi Saturnus
7 Oktober 2026: Hujan Meteor Draconids
21-22 Oktober 2026: Hujan Meteor Orionids
4-5 November 2026: Hujan Meteor Taurids
17 November 2026: Hujan Meteor Leonids
24 November 2026: Supermoon
25 November 2026: Oposisi Uranus
21 Desember 2026: Titik Balik Matahari Desember (December Solstice)
21-22 Desember 2026: Hujan Meteor Ursid
Baca Juga: Fenomena Awan Pelangi yang Muncul di Langit Indonesia, Cek Faktanya di Sini
(ANB)
