Konten dari Pengguna

Fenomena Awan Pelangi yang Muncul di Langit Indonesia, Cek Faktanya di Sini

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fenomena Awan Pelangi yang Muncul di Langit Indonesia, Foto: Soni Insan Bagus/kumparan/kumparanSAINS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fenomena Awan Pelangi yang Muncul di Langit Indonesia, Foto: Soni Insan Bagus/kumparan/kumparanSAINS

Fenomena awan pelangi muncul di langit Jonggol, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 1 Mei 2026 membuat pengendara di Jalan Jeprah memperlambat kendaraan hingga menepi untuk mengabadikan momen, sehingga sempat menyebabkan lalu lintas tersendat.

Fenomena tersebut pertama kali disadari oleh seorang warga yang melihat warna pelangi di langit meski saat itu tidak sedang turun hujan. Peristiwa ini pun memicu rasa penasaran publik terkait penyebab kemunculannya.

Penjelasan Fenomena Awan Pelangi yang Muncul di Bogor

Ilustrasi Pelangi, Foto: Yufienda Novitasari/kumparanNEWS

Mengutip Instagram resmi @kumparancom, fenomena awan pelangi yang sempat muncul di langit Indonesia belakangan ini menarik perhatian banyak warga, khususnya di kawasan Sentul City dan Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Penampakan tersebut terlihat pada Jumat, 1 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB dan membuat banyak orang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen langka itu menggunakan ponsel.

Di beberapa titik jalan bahkan sempat terjadi perlambatan lalu lintas karena para pengendara penasaran melihat warna-warni menyerupai pelangi yang tampak menggantung di langit.

Peristiwa ini terlihat jelas dari area pusat kuliner, pusat perbelanjaan, hingga jalan raya di sekitar Sentul dan Jonggol.

Sejumlah warga mengaku awalnya mengira ada pelangi biasa, namun bentuknya tampak berbeda karena menyatu dengan awan dan tidak muncul secara utuh.

Fenomena tersebut bertahan kurang lebih selama 30 menit sebelum perlahan menghilang, lalu cuaca berubah menjadi mendung dan disusul hujan di beberapa wilayah sekitar.

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemunculan awan pelangi tersebut termasuk fenomena optik atmosfer yang sebenarnya cukup umum terjadi.

Warna-warni pelangi muncul akibat cahaya matahari yang berinteraksi dengan butiran air di udara, baik dari sisa hujan maupun uap air di wilayah lain yang sedang mengalami hujan.

Pada saat bersamaan, terdapat awan jenis towering cumulus yang menutupi sebagian bentuk pelangi sehingga tampilannya tampak melengkung dan menyerupai awan berwarna.

BMKG juga menegaskan bahwa fenomena ini bukan tanda akan terjadi badai besar atau kondisi berbahaya. Kemunculan awan pelangi justru menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif di atmosfer yang berpotensi menimbulkan hujan lokal.

Oleh karena itu, meski suatu wilayah masih terlihat cerah, area di sekitarnya bisa saja sudah memiliki kandungan uap air tinggi atau sedang diguyur hujan.

Fenomena alam seperti ini memang jarang terlihat dengan jelas sehingga tidak heran jika banyak masyarakat merasa kagum saat menyaksikannya secara langsung.

Selain menjadi momen menarik untuk diabadikan, kemunculan awan pelangi juga mengingatkan bahwa proses alam di atmosfer dapat menghasilkan pemandangan unik dan indah yang jarang terjadi setiap hari. (Fikah)

Baca juga: Mengapa Saat Ini Belum Semua Wilayah Menggunakan Energi Terbarukan? Cek di Sini