Konten dari Pengguna

5 Daftar Kiai Berpengaruh NU yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bendera NU. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera NU. Foto: Shutterstock.

Nahdhlatul Ulama (NU ) merupakan salah satu wadah organisasi besar Islam di Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan dan pendidikan. Di balik kepopuleran NU ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia, tentu saja ada sosok kiai berpengaruh NU yang memberikan kontribusi besar terhadap bangsa Indonesia.

Bahkan beberapa dari mereka ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah. Kehadiran para tokoh ulama dan kiai NU turut membawa pengaruh besar terhadap nilai pemahaman agama untuk masyarakat Muslim di Tanah Air.

Siapa saja tokoh-tokoh dari NU yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional? Berikut 5 daftar kiai berpengaruh NU yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Daftar Kiai Berpengaruh NU yang Ditetapkan sebagai Pahlawan

Ilustrasi kiai Hasyim Asyari. Foto: Dok. Wikimedia.
  • Kiai Hasyim Asyari

Mengutip dari buku Biografi Para Kiai Pendiri Nahdlatul Ulama oleh Siti Nur Aidah, dkk., organisasi NU yang berdiri pada 31 Januari 1926 ini tidak lepas dari peran Kiai Hasyim Asyari. Beliau merupakan panglima tertinggi dari Bariasan Kiai, Laskar Hisbullah, dan Laskar Sabilillah.

Selain sebagai pendiri NU, Kiai Hasyim Asyari menjadi pencetus resolusi jihad untuk para santri di seluruh Indonesia. Resolusi jihad ini merupakan bentuk perjuangan melawan penjajahan.

Mengutip website Jateng.nu.or.id, atas peran dan jasanya yang besar terhadap Indonesia, Kiai Hasyim Asyari mendapat gelar pahlawan nasional pada November 1964.

  • Kiai Abdul Wahab Hasbullah

Kiai Abdul Wahab merupakan tokoh kiai berpengaruh NU selanjutnya. Selain sebagai pendiri NU, beliau juga pendiri gerakan pemuda Ansor. Mars Yal lal Wathon yang dikenal masyarakat menjadi buah karya beliau yang fenomenal.

Mengutip buku Biografi Para Kiai Pendiri Nahdlatul Ulama oleh Siti Nur Aidah, Kiai Abdul Wahab adalah sosok yang sangat cerdas. Ia telah mengukir sejarah yang gemilang dalam meletakkan prinsip agama dan kehidupan sebagai kunci dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

Perannya di semua lini kehidupan, menjadikannya kiai sekaligus tokoh simbol perjuangan anak bangsa. Pemerintah menetapkannya sebagai pahlawan Indonesia pada November 2014.

ilustrasi bendera NU. Foto Shutterstock.
  • Kiai Abdul Wahid Hasyim

Kiai Abdul Wahid Hasyim merupakan putra dari Kiai Hasyim Asyari. Beliau dikenal masyarakat dengan sapaan Gus Wahid. Beliau adalah ayah dari presiden keempat RI yaitu Kiai Haji Abdurrahman Wahid.

Mengutip buku NU Muda Kaum Progresif Dan Sekularisme Baru karangan Laode Ida, Gus Wahid juga tercatat sebagai salah satu anggota BPUPKI dan PPPKI. Selain itu, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI pada era orde lama. Karena kontribusinya, beliau ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 17 November 1960.

  • Kiai Zainal Arifin

Kiai Zainal Arifin merupakan tokoh NU yang berasal dari Sumatera Utara. Ia merupakan keturunan Raja Barus yang aktif di organisasi NU sejak belia.

Mengutip buku NU Muda Kaum Progresif Dan Sekularisme Baru, beliau pernah menjabat sebagai perdana Menteri Indonesia, sebagai Ketua DPR-GR. Sebelumnya, Kiai Zainal Arifin juga turut berperan dalam pembentukan pasukan semi militer Hizbullah. Karena jasanya tersebut, pemerintah menetapkan ia sebagai pahlawan nasional pada 4 Maret 1963.

  • Kiai Zainal Mustafa

Mengutip buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI oleh Abdurakhman dan Arif pradono, Kiai Zainal Mustafa bergabung dengan NU pada tahun 1933. Beliau aktif membangkitkan semangat kebangsaan dan sikap perlawanan terhadap penjajah.

Zainal merupakan salah satu kiai yang secara terang-terangan melawan para penjajah Belanda. Bahkan, ia bersama santrinya pernah berperang saat Jepang menjajah Indonesia. Atas jasanya tersebut, Kiai Zainal Mustafa mendapat gelar Pahlawan Nasional pada November 1972.

(IPT)