5 Kelenteng Surabaya untuk Ibadah Imlek, Ini Daftar Lengkapnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan penting dalam budaya Tionghoa yang menandai pergantian tahun berdasarkan kalender Lunar. Di momen spesial ini, umat biasanya melaksanakan ibadah khusus di kelenteng.
Surabaya, sebagai salah satu kota besar yang banyak dihuni etnis Tionghoa, menghadirkan kelenteng-kelenteng berdesain menarik dan indah. Beberapa kelenteng tersebut menawarkan suasana yang tenang dan khusyuk untuk beribadah.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi masyarakat Tionghoa yang tinggal di Surabaya. Jika tertarik mengunjunginya, simak daftar kelenteng Surabaya untuk ibadah Imlek selengkapnya di sini!
Daftar Kelenteng Surabaya untuk Ibadah Imlek
Dikutip dari buku Ringkasan Umum Kebudayaan Masyarakat Tionghoa di Indonesia oleh Olivia, S.E., M.A., klenteng atau kelenteng (庙, pinyin: miào; dalam bahasa Hokkian: bio) merupakan tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia.
Kelenteng selalu identik dengan perayaan Imlek, termasuk yang tersebar di Surabaya. Berikut daftar kelenteng Surabaya untuk ibadah Imlek yang bisa dijadikan referensi kunjungan.
1. Kelenteng Sanggar Agung
Kelenteng Sanggar Agung merupakan salah satu tempat ibadah paling terkenal di Surabaya selama Imlek. Diresmikan pada 1999, kelenteng ini menampilkan arsitektur yang memadukan unsur budaya Jawa dan Bali. Salah satu daya tarik utamanya adalah patung Dewi Kwan Im setinggi 20 meter yang berdiri megah di atas dua naga raksasa.
Keunikan lain dari tempat ini terletak pada lokasinya yang berada di atas laut dan dikelilingi hutan bakau. Menurut buku Jalan-Jalan: Surabaya Enaknya Kemana? (2013), Kelenteng Sanggar Agung identik dengan pemeluk Tri Dharma. Meski begitu, kelenteng ini tetap terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi siapa saja.
Lokasi: Jalan Sukolilo Nomor 100, Kenjeran, Surabaya
2. Klenteng Boen Bio
Klenteng Boen Bio tercatat sebagai cagar budaya sejak 2012. Kelenteng ini menampilkan perpaduan tiga budaya dalam ornamen-ornamennya, yakni China, Jawa, dan Belanda. Ubin kuno menunjukkan unsur Belanda, gebyok di altar mencerminkan gaya Jawa, dan hiasan kaligrafi identik dengan nuansa Tiongkok.
Berdiri pada tahun 1883 dan direlokasi ke Kapasan pada tahun 1903 oleh reformis Kang You Wei, Kelenteng Boen Bio kini menjadi tempat ibadah penganut Konghuchu. Karena nilai sejarah dan arsitekturnya, kelenteng ini sangat ramai dikunjungi saat Tahun Baru Imlek.
Lokasi: Jalan Kapasan Nomor 131, Kapasan, Surabaya
3. Kelenteng Hong Tiek Hian
Di Surabaya, Klenteng Hong Tiek Hian merupakan kelenteng tertua yang masih ada hingga saat ini. Kelenteng yang terletak di kawasan Pecinan ini dibangun pada masa Khubilai Khan dan menjadi saksi awal hadirnya komunitas Tionghoa di Surabaya.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, klenteng ini juga menjadi lokasi pertunjukan wayang potehi yang menarik. Arsitektur unik dengan dua bangunan utama dan jembatan di tengah menjadikan Klenteng Hong Tiek Hian sebagai ikon budaya Tionghoa.
Lokasi: Jalan Dukuh Nomor 23, Pabean Cantikan, Surabaya
4. Kelenteng Hong San Ko Tee (Cokro)
Kelenteng Hong San Ko Tee atau Kelenteng Cokro sering dikunjungi umat Tionghoa untuk berdoa saat Imlek. Adapun nama Kelenteng Hong San Ko Tee sendiri berarti Kelenteng Tiga Gunung Merah. Bangunan ini telah berdiri sejak awal abad ke-19 dan menyimpan nilai historis serta kultural yang penting bagi masyarakat setempat.
Lokasi: Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 12, Tegalsari, Surabaya
5. Kelenteng Hok An Kiong
Kelenteng Hok An Kiong yang juga dikenal sebagai Suka Loka didirikan pada tahun 1830 oleh insinyur asal China bernama Hok Kian Kong Tik. Kelenteng ini kental dengan nuansa Tiongkok dan dihiasi oleh ornamen yang indah.
Kelenteng Tri Dharma ini juga aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan seperti upacara sembahyang Chi Swk Dai Sei, peringatan kenaikan Kong Tik Cun dan Nabi Konghucu, Festival Kue Bulan hingga perayaan malam Tahun Baru Imlek.
Lokasi: Jalan Coklat Nomor 2, Pabean Cantian, Surabaya
Baca juga: Sejarah Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal, Tempat Ibadah Tertua di Kota Bahari
(RK)
