5 Larangan di Bulan Dzulhijjah yang Wajib Diketahui Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Di bulan ini, umat Muslim menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan melaksanakan ibadah qurban.
Agar dapat menjalani bulan Dzulhijjah dengan lebih baik, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, mulai dari puasa sunnah, dzikir, hingga sedekah. Selain menunaikan amalan, setiap Muslim juga harus memahami berbagai perkara yang dilarang selama bulan Dzulhijjah.
Pasalnya, ada beberapa larangan yang sebaiknya dihindari agar tidak mengurangi nilai ibadah dan tidak mendatangkan dosa. Lalu, apa saja larangan di bulan Dzulhijjah yang perlu diperhatikan? Mari simak informasinya berikut ini.
Perkara yang Dilarang pada Bulan Dzulhijjah
Mengutip laman BAZNAS dan buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Puasa, Zakat, dan Haji karya Syamsul Rijal Hamid, berikut beberapa perkara yang dilarang atau sebaiknya dihindari saat memasuki bulan Dzulhijjah:
1. Memotong Kuku dan Rambut bagi yang Berkurban
Umat Islam yang berniat melaksanakan kurban dianjurkan untuk tidak memotong kuku, rambut, maupun bulu tubuh lainnya sejak 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Tasyrik.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama Zulhijah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya.” (HR Muslim)
2. Berpuasa pada Hari Idul Adha dan Hari Tasyrik
Umat Islam dilarang berpuasa pada 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha) serta 11–13 Dzulhijjah yang dikenal sebagai Hari Tasyrik. Hari-hari tersebut menjadi momen untuk makan, bersyukur, dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga maupun sesama.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR Muslim)
3. Larangan Khusus bagi Jemaah Haji
Bagi jemaah haji yang sedang berihram, terdapat beberapa larangan yang wajib dipatuhi selama menjalankan ibadah haji di bulan Dzulhijjah, di antaranya:
Memotong rambut, kuku, atau bulu tubuh
Memakai wewangian
Mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki
Berburu atau membunuh hewan liar
Melakukan hubungan suami istri
Melakukan perbuatan yang mengarah pada hubungan suami istri
4. Melakukan Dosa dan Maksiat
Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, umat Islam dianjurkan menjauhi segala bentuk dosa dan maksiat, seperti berbohong, gibah, fitnah, maupun perbuatan zalim lainnya.
Allah SWT berfirman:
“Janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu.” (QS At-Taubah: 36)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa ada empat bulan haram dalam kalender Hijriah yang dimuliakan oleh Allah SWT, yaitu:
Bulan Dzulkaidah
Bulan Dzulhijjah
Bulan Muharram
Bulan Rajab
Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa, serta memperbanyak amal saleh dan ibadah kepada Allah SWT.
5. Tidak Memperbanyak Doa
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa selama bulan Dzulhijjah, terutama pada Hari Arafah. Sebab, Hari Arafah termasuk waktu yang penuh keutamaan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR At-Tirmidzi)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa manusia senantiasa membutuhkan pertolongan dan rahmat Allah SWT. Oleh karena itu, bulan Dzulhijjah sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan kepada-Nya.
Baca Juga: Hukum Kurban dan Dalilnya sebagai Pedoman Umat Islam
(ANB)
