5 Larangan Malam 1 Suro dalam Tradisi Masyarakat Jawa

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malam 1 Suro merupakan malam pertama dalam penanggalan Jawa. Uniknya, malam ini juga bertepatan dengan 1 Muharram, sehingga sering dikaitkan dengan momen penting dalam tradisi Jawa dan Islam.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Malam 1 Suro dipandang sebagai waktu yang sakral dan penuh makna. Beragam tradisi seperti laku tirakat, tapa, atau penyepian dilakukan dan diwariskan secara turun-temurun ke generasi berikutnya.
Selain dirayakan melalui ritual-ritual tertentu, malam 1 Suro juga dikenal memiliki sejumlah larangan yang dipercaya dapat membawa musibah jika dilanggar. Untuk mengetahui apa saja larangan Malam 1 Suro, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Larangan Malam 1 Suro
Menurut Prof. Dr. Suprapto, M.Ag dalam bukunya berjudul Dialektika Islam dan Budaya Nusantara: Dari Negosiasi, Adaptasi Hingga Komodifikasi (2023), bulan Suro dianggap sebagai bulan keramat oleh sebagian masyarakat Jawa.
Ini karena bulan Suro sering disebut sebagai "galengane taun" atau pematang tahun, sehingga kehadirannya selalu disambut dengan beragam tradisi, ritual, dan kepercayaan yang berhubungan dengan hal-hal magis atau spiritual.
Seiring dengan kesakralan Malam 1 Suro, muncul berbagai larangan yang diyakini dan diwariskan secara turun-temurun. Larangan-larangan ini dipercaya dapat melindungi seseorang dari musibah, kesialan, atau gangguan makhluk gaib.
Berdasarkan jurnal berjudul Tradisi Upacara Satu Suro dalam Perspektif Islam karya Galuh Kusuma Hapsari, berikut ini lima larangan yang sering dikaitkan dengan Malam 1 Suro.
1. Larangan Keluar Rumah
Di kalangan masyarakat Jawa, beredar kepercayaan bahwa seseorang sebaiknya tidak keluar rumah pada Malam 1 Suro. Keluar rumah di waktu tersebut dipercaya bisa mendatangkan bahaya, terutama bagi orang-orang dengan weton tertentu.
2. Larangan Berbicara Keras
Ada pula kepercayaan bahwa berbicara dengan suara keras pada Malam 1 Suro sebaiknya dihindari. Larangan ini berkaitan dengan tradisi yang dijalankan oleh masyarakat Yogyakarta, di mana suasana tenang dan hening dianggap penting dalam menyambut malam sakral tersebut.
3. Larangan Menggelar Pesta atau Pernikahan
Ada kepercayaan di kalangan masyarakat Jawa bahwa Malam 1 Suro bukanlah waktu yang tepat untuk mengadakan pesta atau pernikahan. Menyelenggarakan acara besar pada malam tersebut diyakini bisa mendatangkan kesialan atau musibah bagi penyelenggara.
Baca juga: Perbedaan Malam 1 Suro dengan 1 Muharram, Lengkap dengan Sejarahnya
4. Larangan Berkata Hal-hal Buruk
Selain larangan berbicara keras, masyarakat juga percaya bahwa berkata kasar atau mengucapkan hal-hal negatif pada Malam 1 Suro sebaiknya dihindari. Ucapan yang buruk dikhawatirkan bisa menjadi doa yang justru terwujud, karena malam ini dianggap memiliki kekuatan spiritual yang tinggi.
5. Larangan Membangun Rumah
Larangan terakhir yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa adalah membangun rumah pada Malam 1 Suro. Aktivitas ini diyakini dapat membawa kesialan atau hal buruk di kemudian hari bagi yang melanggar.
Meskipun alasan pastinya tidak selalu dijelaskan, banyak orang tetap menghindari membangun rumah pada waktu ini sebagai bentuk kehati-hatian terhadap nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
(RK)
