5 Permainan Tradisional Indonesia yang Bikin Nostalgia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memiliki beragam jenis permainan tradisional yang menarik untuk dimainkan. Hampir setiap daerah, mulai dari Sabang sampai Merauke, memiliki permainan khas yang bisa dimainkan oleh anak-anak.
Mengutip buku Studi Sosial Anak Usia Dini di Era Teknologi karya Serli Marlina, permainan tradisional merupakan jenis permainan yang telah dikenal sejak lama dan diwariskan antar generasi. Selain mampu mengasah kecerdasan dan ketangkasan anak-anak, permainan ini juga mampu menekankan nilai kebersamaan.
Tak hanya itu, permainan tradisional juga efektif melatih fisik sekaligus memperkuat interaksi sosial dan kerja sama antar pemain. Agar lebih mengenal kekayaan budaya bangsa, yuk simak beberapa permainan tradisional Indonesia yang sarat akan makna dan budaya berikut ini.
5 Permainan Tradisional Indonesia
Mengutip Buku Permainan Tradisional Anak Nusantara oleh Risky Yulita, berikut adalah permainan tradisional Indonesia yang dikenal luas di berbagai daerah:
1. Permainan Suit Jepang
Suit Jepang atau suit "gunting, batu, kertas" adalah permainan sederhana yang mirip dengan suit jari dan populer di berbagai negara. Dalam versi Jepang, pemain menggunakan tiga simbol tangan sebagai penanda, yaitu:
Gunting: jari telunjuk dan tengah (membentuk huruf V)
Batu: tangan mengepal
Kertas: tangan terbuka lebar
Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang atau lebih. Pemain akan menghitung secara bersamaan seraya mengeluarkan salah satu simbol tangan. Aturan kemenangannya yaitu:
Gunting kalah oleh batu
Batu kalah oleh kertas
Kertas kalah oleh gunting
2. Permainan Hompimpa
Hompimpa adalah permainan tradisional yang biasa dimainkan untuk menentukan giliran atau memilih pemain. Permainan ini dilakukan dengan mengulurkan tangan sambil mengucapkan kalimat “Hompimpa alaium gambreng!”
Setelah kalimat selesai, pemain membalikkan telapak tangan ke atas atau ke bawah secara serentak. Pemain yang posisinya berbeda dari mayoritas akan keluar dari ronde tersebut.
3. Permainan Karet
Lompat tali karet adalah salah satu permainan tradisional yang populer di Indonesia, khususnya di kalangan anak perempuan. Biasanya, permainan ini menggunakan tali yang dirangkai dari karet gelang.
Ada aturan khusus yang harus dipatuhi pemain dalam permainan ini. Dikutip dari buku Direktori Permainan Tradisional Kabupaten Banyuasin susunan Irwan P. Ratu Bangsawan, berikut tahapannya:
Tentukan dua pemegang tali melalui hompimpa.
Pemegang tali memilih urutan pelompat.
Pelompat harus melewati tali yang semakin tinggi, mulai dari mata kaki, lutut, hingga tangan terangkat ke atas.
Pada tahap awal (hingga pinggang), pelompat tidak boleh menyentuh tali.
Pada tahap lebih tinggi (dada ke atas), pelompat boleh menyentuh tali asal tidak tersangkut.
Jika gagal, pelompat keluar dan berganti posisi dengan pemegang tali.
Bila semua berhasil, permainan diulang dari awal dan berlanjut hingga pemain ingin berhenti.
4. Kereta Api
Main kereta api adalah permainan tradisional anak-anak yang dimainkan dengan cara berbaris dan saling berpegangan pundak, menyerupai gerbong kereta.
Lagu yang dibawakan saat kereta api berputar adalah "Naik kereta api, tut-tut-tut. Siapa hendak turun, ke Bandung, Surabaya. Bolehlah naik dengan percuma. Ayo kawanku lekas naik, keretaku tak berhenti lama".
5. Main Kelereng
Permainan kelereng, yang juga dikenal sebagai gundu atau guli, memiliki sebutan yang berbeda tergantung daerah. Masyarakat Jawa menyebutnya nekeran, di Palembang dikenal sebagai ekar, dan di wilayah Banjar dinamakan kleker. Permainan ini umumnya populer di kalangan anak laki-laki, namun anak perempuan juga terkadang ikut serta dalam permainan.
Cara bermain:
Buat lingkaran di atas tanah sebagai arena permainan.
Letakkan sejumlah kelereng di dalam lingkaran tersebut.
Pemain bergantian melempar kelereng dari luar lingkaran.
Targetnya adalah mengenai kelereng di dalam lingkaran agar keluar dari area tersebut.
Setiap kelereng yang berhasil dikeluarkan menjadi milik si pemain.
Kelereng yang digunakan untuk melempar tidak boleh berhenti di dalam lingkaran, jika itu terjadi, lemparan dianggap tidak sah.
Baca Juga: Makna Lagu Cublak Cublak Suweng, Lagu Tradisional Asal Jawa
(ANB)
