Konten dari Pengguna

Makna Lagu Cublak Cublak Suweng, Lagu Tradisional Asal Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak-anak menyanyikan lagu daerah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak-anak menyanyikan lagu daerah. Foto: Unsplash

Indonesia adalah negara yang dikenal dengan keberagaman budayanya, salah satunya berupa lagu-lagu tradisional. Setiap daerah di Indonesia memiliki lagu khas yang mencerminkan pemandangan alam, kehidupan, dan kearifan lokal setempat.

Salah satu lagu tradisional yang cukup terkenal adalah "Cublak Cublak Suweng". Lagu ini berasal dari Jawa dan biasanya dinyanyikan oleh anak-anak sebagai pengiring permainan tradisional.

Lagu tradisional mengandung makna tentang kehidupan masyarakat setempat. Sebenarnya, apa makna lagu Cublak Cublak Suweng? Simak penjelasannya berikut ini.

Makna dan Arti Lagu Cublak Cublak Suweng

Ilustrasi makna lau Cublak Cublak Suweng. Foto: Pixabay

Menurut Warisan Budaya Takbenda Indonesia, istilah "cublak cublak suweng" pertama kali tercatat dalam Baoesastra (Kamus) Djawa pada tahun 1939. Lagu ini memiliki kaitan erat dengan Wali Songo, tokoh-tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Dikutip dari jurnal Nilai Moral dalam Lirik Dolanan Cublak Cublak Suweng karya Freddy Widya Ariesta, kata "cublak cublak" berarti tempat, sementara "suweng" memiliki arti kosong, sepi, anting, atau harta yang sejati.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka “cublak cublak suweng” bisa diartikan sebagai tempat harta berharga atau tempat anting. Adapun arti penggalan lirik Cublak Cublak Suweng adalah sebagai berikut:

  • Gelenter: Artinya berserakan, menggambarkan bahwa harta yang dicari oleh manusia sebenarnya sudah tersebar di bumi.

  • Gudel: Dalam masyarakat Jawa, istilah anak kerbau sering digunakan untuk melambangkan orang yang bodoh. Kalimat mambu ketundhung gudel menggambarkan seseorang yang bodoh dan tidak berpengetahuan, serta terobsesi mengejar harta duniawi.

  • Sopo ngguyu ndhelikkake: Secara harfiah berarti "siapa yang tersenyum berarti menyembunyikan." Artinya, orang bijaksana yang menemukan kebahagiaan sejati adalah mereka yang bisa tetap tersenyum dan lapang dada meski sedang menghadapi kesulitan.

  • Sir pong dele kopong: Melambangkan hati nurani kosong, yang perlu dipersiapkan untuk mencapai kebahagiaan sejati dan terhindar dari kecintaan berlebihan terhadap kekayaan dunia.

Meskipun dilantunkan sebagai lagu pengiring permainan, ternyata lagu "Cublak Cublak Suweng" mengandung makna yang mendalam. Secara garis besar, lagu ini mengajarkan agar manusia tidak terpengaruh oleh hawa nafsunya.

Dalam hidup, manusia kerap terjebak oleh godaan dunia yang bersifat sementara. Keinginan untuk terus mengumpulkan harta dan mengikuti hawa nafsu bisa mengaburkan pandangan. Padahal, semua itu tak akan bertahan lama.

Agar tidak terperosok, penting bagi manusia untuk memiliki hati yang bersih, yang bebas dari kecintaan terhadap hal-hal duniawi. Ini tercermin dalam lirik "sir pong dele gosong," yang berarti hati yang kosong, tak terisi oleh keinginan duniawi.

Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng dan Terjemahannya

Ilustrasi lirik lagu Cublak Cublak Suwen. Foto: Pexels

Agar lebih memahaminya, pahami lirik lagu Cublak Cublak Suweng beserta terjemahannya berikut ini:

Cublak cublak suweng (Tempat anting)

Suwenge ting gelenter (Antingnya berserakan)

Mambu ketundhung gudel (Berbau anak kerbau yang terlepas)

Pak empong lera lere (Bapak ompong yang menggelengkan kepalanya)

Sapa ngguyu ndelikkake (Siapa yang tertawa dia yang menyembunyikannya)

Sir sir pong dhele kopong (Kedelai kosong tidak ada isinya)

Sir sir pong dhele kopong (Kedelai kosong tidak ada isinya)

Baca juga: Makna Lagu Angin Mamiri, Lagu Daerah Asal Sulawesi Selatan

(RK)