Konten dari Pengguna

5 Puisi Maulid Nabi Pendek yang Indah dan Menyentuh Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Maulid Nabi Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Maulid Nabi Foto: Unsplash

Maulid Nabi adalah momen di mana umat Muslim akan bergembira merayakan hari lahir nabi Muhammad SAW. Akan ada banyak ungkapan kecintaan dari manusia di seluruh dunia untuk kekasih Allah Muhammad Rasulullah seperti membaca Maulid Diba, Barzanji, atau Simtudduror.

Apapun bentuknya, itu semua adalah ungkapan rasa cinta umat kepada Nabinya. Bahkan, puisi pun juga bisa menjadi sarana mengungkapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Berikut ini beberapa puisi Maulid Nabi pendek yang indah dan menyentuh hati yang bisa Anda jadikan referensi.

Contoh Puisi Maulid Nabi

Ilustrasi Maulid Nabi Foto: Unsplash

Kodrat Eko Putro Setiawan dalam bukunya Strategi Ampuh Memahami Makna Puisi menyebutkan, puisi adalah ragam karya sastra yang memiliki keterkaitan dengan unsur-unsurnya seperti irama, rima, matra, baris dan juga bait.

Beberapa puisi maulid nabi pendek di bawah ini juga penuh dengan rima dan irama. Berikut ini adalah puisi tentang Maulid Nabi yang bisa Anda jadikan referensi.

Maulid Nabi

Anta syamsun anta badrun

Anta nurun fawqa nurin

Engkau bagai mentari menyinari semesta alam

Engkau bagai purnama di tengah kerdipan jutaan bintang

Marwahmu bagai magnet yang mempesona sejak 14 abad silam

Engkau cahaya di atas cahaya

Membawa terang di malam kelam

Menuntun manusia ke alam terang

Engkau manusia paripurna

Menjadi teladan dengan akhlak karimah

Menjadi sumber mata air kebaikan

Laksana embun penyejuk hati

Tatkala manusia dalam kekeringan ruhani

Pengaruhmu meluas di planet bumi

Miliaran manusia menjadi saksi

Menyebut namamu sembilan kali sehari-semalam

Engkau selalu terasa hadir dalam hati

Engkau jadi model sepanjang masa dari bangun tidur hingga ke tempat tidur

Ya Rabbi salli ala Muhammad

ya Rabbi salli alaihi wa sallim

ya Rabbi ballighul wasilah

ya Rabbi khussahu bil fadilah

(Sumber: Selalu Ada Jalan Keluar (SAJAK); Antologi Puisi, penerbit Pelangi Aksara:2014)

Merindumu

Nelangsa hati kerap bertahta

Memupuk rindu yang amat dalam

Rindu ini tak dapat lagi kubendung

kepada engkau Sang Maha Kuasa

Ya Rabb

Adakah engkau merinduiku?

Adakah engkau menantiku?

Menantiku di istana surga-Mu

(Sumber: Antologi Puisi Religius Kalam-kalam Rindu oleh Hersin Kadir & Mahasiswa)

Ilustrasi puisi Maulid Nabi. Foto: Shutter Stock

Kekasih Ilahi

Rintihan hujan diselimuti angin malam

Berharap mendapat syafaat hingga bibirku terbungkam

Menahan rindu bagai ditusuk seribu duri

Karena kehampaan hidup ini

Tanpa seorang kekasih ilahi

Dia perjuangkan agamanya

Dia perjuangkan kehormatan kaum wanita

Di akhir hayatnya dia sebut umatnya

(Sumber: Antologi Puisi Skenario Kuasa Sang Pencipta (2021-2022))

Engkau Sang Nabi

Engkau manusia mulia

Lebih mulia dari emas permata

Seluruh semesta menyanjungmu,

Salam untukmu duhai kekasih Allah

Engkau manusia suci nan cemerlang

Lebih jernih dari embun pagi

Lebih bening dari mata air duniawi

Harum pengorbananmu

Mengalahkan milyaran wangi bunga dunia

Hangatnya kasih sayangmu

Mengalahkan hangat mentari bumi ini

Engkau sang Nabi akhir zaman

Kekasih pemilik kematian dan kehidupan

Akankah kita berjumpa di jannah-Nya kelak

(Sumber: Antologi Puisi Cinta Rasulullah Kau Sang Rasulku, Eqy Nasya Aulia, dkk)

Teladanku Ya Rasulullah

Ya Rasulullah, Ya Habibullah,

Engkaulah cahaya bagi kami,

Penerang dari kegelapan

Petunjuk jalan dari kesesatan,

Menuju jalan kebenaran

Ya Nabi, Ya Habibullah

Kudendangkan sholawat untukmu

Kugoreskan namamu di hatiku

Pelukmu kudamba esok suatu hari nanti

Semoga umatmu mendapat syafaatmu

Ya Rasulullah, Ya Habibullah

Panutan kami, akhir dari segala nabi

Engkaulah teladan seluruh ummat

Ucapanmu, perilakumu sungguh mulia

Ku berharap umatmu selamat dunia akhirat

(Sumber : Buku Senandung Kalbu: Antologi Puisi, penerbit Ruang Tentor (2022))

Baca Juga: Mengenal Struktur Fisik Puisi beserta Penjelasan dan Contohnya

(SFN)