6 Contoh Teks Inspiratif yang Menyentuh dan Mengharukan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 10 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Teks inspiratif adalah jenis teks narasi yang menyajikan inspirasi keteladanan kepada banyak orang. Dengan berbagai tema, teks inspiratif dapat membangun simpati dan empati serta menginspirasi pembaca untuk menebar kebaikan kepada sesama.
Teks inspiratif mengandung amanat atau pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Pesan moral inilah yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca. Misalnya, hidup bahagia dengan segala kekurangan yang dimiliki dan senantiasa menolong sesama.
Cerita yang disajikan dalam teks inspiratif biasanya berasal dari kisah hidup seorang tokoh yang dapat menjadi suri tauladan bagi pembacanya. Tokohnya bisa publik figur, tokoh rekaan, atau diambil dari perilaku binatang di kehidupan nyata.
Teks inspiratif dapat dikenali dari ciri kebahasaannya. Dijelaskan dalam buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX oleh Heriyanto dan Annis Yuniastuti, teks inspiratif banyak menggunakan ungkapan simpati, kepedulian, empati, atau perasaan pribadi agar dapat mengilhami para pembaca.
Agar lebih memahaminya, simak contoh teks inspiratif dan langkah-langkah membuatnya dalam artikel berikut ini.
Cara Membuat Teks Inspiratif
Dikutip dari buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 3 tulisan Erwan Rachmat, berikut langkah-langkah menulis kisah inspiratif yang dapat diikuti:
1. Menentukan topik
Sebelum menulis, tentukan topik yang ingin diangkat. Pilihlah topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang sehingga bisa lebih menyentuh. Fokuslah pada topik tersebut agar teks lebih menarik.
2. Buat kerangka
Kerangka berfungsi untuk mengarahkan tulisan agar tidak melebar. Misalnya, pembukaan menceritakan tentang diri tokoh, lalu paragraf selanjutnya menceritakan awal kisah, konflik, penyelesaian masalah, sampai hikmah yang bisa dipetik.
3. Paragraf awal dibuat semenarik mungkin
Paragraf pertama menjadi penentu apakah pembaca akan tertarik untuk membaca kelanjutan ceritanya sampai selesai atau tidak. Karena itu, paragraf pertama harus dibuat semenarik mungkin. Anda bisa membuka tulisan dengan percakapan pendek, puisi, maupun pantun untuk menarik perhatian pembaca.
4. Memilih judul yang tepat
Pemilihan judul pun tak kalah penting. Dari judul, pembaca sudah bisa menentukan mau membaca kisahnya atau hanya berhenti sampai di situ. Jika salah atau tidak tepat dalam membuat judul, orang mungkin akan malas membaca teks tersebut meskipun cerita di dalamnya bagus dan inspiratif.
5. Gunakan bahasa yang mudah dipahami
Pembaca akan mudah terinspirasi dengan tulisan yang dibacanya karena mereka mampu menangkap maksud atau isinya dengan cepat. Jadi, gunakanlah bahasa yang efektif dan mudah dicerna pembaca.
6. Akhiri dengan istimewa
Jika paragraf awal menentukan ketertarikan pembaca terhadap isi cerita, paragraf penutup adalah penentu apakah teks inspiratif tersebut benar-benar bisa menginspirasi mereka. Akhirilah cerita dengan sesuatu yang istimewa dan penuh pelajaran sehingga pembaca dapat memetik hikmah dari cerita tersebut.
Contoh Teks Inspiratif
Berikut contoh teks inspiratif yang dikutip dari buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 3 tulisan Erwan Rachmat dan Pasti Bisa Bahasa Indonesia oleh Tim Ganesha Operation:
1. Ibu Satu Mata
Ibuku hanya memiliki satu mata. Ketika aku tumbuh dewasa, aku membencinya karena hal itu. Aku benci perhatian tak diundang yang aku dapatkan ketika Ibu berada di sekolah. Aku benci bagaimana anak-anak lain menatapnya dan memalingkan muka dengan jijik. Tiap kali Ibu datang untuk mengunjungiku di sekolah, rasanya aku ingin dia menghilang. Aku merasakan gelombang kebencian terhadap wanita yang membuatku menjadi bahan tertawaan di sekolah ini.
Ibuku bekerja di dua macam pekerjaan untuk menafkahi keluarga. Ibu bekerja dengan tidak kenal lelah. Tetapi, aku justru malu dengan keadaannya itu dan tidak ingin terlihat pada saat apa pun bersama dia.
Bahkan, pernah saat kemarahanku sedang memuncak, aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin dia mati saja. Aku benar-benar tidak peduli dengan perasaannya.
Setelah tumbuh dewasa, aku melakukan apa pun dengan sekuat tenaga untuk menjauhkan diri dari ibuku itu. Oleh sebab itulah, aku belajar dengan keras hingga akhirnya mendapat pekerjaan di luar negeri. Betapa senangnya aku! Jadi, aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Setelah itu, aku menikah dan mulai membesarkan keluargaku sendiri. Aku sibuk dengan pekerjaan dan keluarga, demi kebahagiaan anak-anakku tercinta. Aku bahkan tidak pernah memikirkan ibuku lagi.
Namun, tanpa disangka, pada suatu hari, ibuku datang mengunjungi rumahku. Wajah dengan mata satunya itu membuat anak-anakku takut sehingga mereka mulai menangis. Aku marah kepada ibuku karena muncul mendadak. Aku pun melarangnya masuk.
Kemudian, aku berteriak, "Jangan pernah ke sini lagi dan ke kehidupan keluarga baru saya!
Ibu hanya diam dan meminta maaf, lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi.
Pada suatu ketika, sebuah undangan untuk reuni sekolah membawaku kembali ke kampung halamanku setelah puluhan tahun lamanya kutinggalkan. Aku tidak bisa menolak berkendara melewati rumah masa kecilku dan mampir ke gubuk tua tempat ibuku tersebut. Seorang tetangga mengatakan kepadaku bahwa ibuku sudah meninggal dan menitipkan surat untukku. Beginilah isi surat Ibu:
Anakku sayang,
Ibu harus memulai surat ini dengan meminta maaf karena telah mengunjungi rumahmu tanpa pemberitahuan dan menakuti anak-anakmu yang cantik. Ibu juga sangat menyesal
karena ibu adalah wanita yang memalukan dan sumber penghinaan bagimu sejak kamu masih kecil sampai tumbuh dewasa.
Ibu sudah mengetahui bahwa kamu pasti akan datang kembali ke kota ini untuk reuni sekolah. Ibu mungkin tidak lagi berada di tempat ini ketika kamu ke sini dan Ibu pikir, itu adalah waktu yang tepat untuk memberitahumu sebuah insiden ketika kamu masih kecil.
Tahukah kamu, anakku sayang? Kamu mengalami sebuah kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Ibu sangat terpukul karena terus memikirkan bagaimana nasib anakku tersayang ini apabila ia tumbuh hanya dengan satu mata. Ibu ingin kamu dapat melihat dunia yang indah ini dengan sempurna.
Karena itu, Ibu memberikan padamu sebelah mata Ibu kepadamu.
Anakku sayang, Ibu selalu memilikimu dan akan selalu mencintaimu dari lubuk hati lbu yang terdalam. Ibu tidak pernah menyesali keputusan Ibu untuk memberikan mata Ibu. Dan Ibu merasa tenang ketika Ibu mampu memberikan kamu kemampuan untuk menikmati hidup yang lengkap.
Dari: Ibumu tersayang.
Setelah membaca surat dari Ibu, air mataku menetes. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku sangat menyesal. Sejak itu, aku selalu menyalahkan diriku sendiri, mengapa dulu aku tidak pernah sedikit pun bersikap baik kepada Ibu. Aku bahkan tega menghilangkan dirinya dari kehidupanku, padahal Ibu selalu ada untuk membantuku.
2. Tukang Tambal Ban
Pernah suatu ketika, ban motor saya kempis sepulang dari mengikuti pengajian rutin tiap pekan di rumah teman. Saat itu, waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Malam terasa begitu dingin karena saat itu sedang musim hujan. Akan tetapi, alhamdulillah, saat itu hujan tidak turun.
Sambil menuntun sepeda motor, saya berjalan menelusuri jalan untuk mencari tukang tambal ban.
"Ada apa, Mas?" tanya seorang pemuda yang duduk-duduk di depan rumah.
"Ban motor saya bocor. Di mana, ya, tukang tambal ban yang masih buka?" tanya saya.
"Wah, sudah pada tutup semua, Mas! Adanya di dekat jalan raya, tapi cukup jauh!" jawabnya.
"Makasih, Mas!" ucapku penuh semangat dengan rasa senang tak terkira, seperti anak kecil diberi es krim. Tidak apa-apa jauh sampai harus berjalan ke jalan raya, asalkan ban bisa ditambal.
Alhamdulillah, saat itu saya ditemani ustaz saya, Pak Nur Yulianto. Jazakallah, Pak Ustaz. Beliau tidak tega meninggalkan saya sendiri, berjalan menelusuri malam untuk mencari tukang tambal ban.
Setengah jam berjalan, akhirnya, saya menemukan tukang tambal ban. Tapi, rupanya ujian masih belum usai. Tukang tambal ban ternyata sudah tidur dan tidak bisa dibangunkan. Tukang ban tetap tidak bangun walaupun sudah saya goyang-goyang tubuhnya. Saya mencoba memahaminya. Mungkin tukang ban sudah terlalu capek hingga digoyang-goyang juga tetap tidak bangun.
Perjalanan pun kami lanjutkan. Akhirnya, kami menemukan tukang tambal ban yang sedang menambal ban sebuah motor setelah kami berjalan berkilo-kilo jauhnya.
"Alhamdulillah, .... " ucapku dengan rasa senang luar biasa, sambil menuntun motor tuaku dengan semangat walaupun tenaga sudah mulai loyo.
Sambil menunggu tukang tambal ban menyelesaikan pekerjaannya, saya merenung, betapa mulianya pekerjaan Bapak tukang tambal ban ini. Saya pun baru menyadari betapa pentingnya keberadaan mereka. Coba bayangkan apabila mereka tidak ada.
3. Tiap Orang Memiliki Kisah Hidup
Seorang pemuda berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama ayahnya. la melihat ke luar jendela kereta api. la pun berteriak, "Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!"
Ayahnya tersenyum. Namun, pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang pemuda berusia 24 tahun itu berperilaku kekanak-kanakan. Pasangan muda itu melihat si pemuda dengan rasa kasihan. Tiba-tiba, si pemuda kembali berseru, "Ayah, awan itu seperti berlari mengejar kita!"
Akhirnya, si pasangan muda tidak bisa lagi menahan rasa risih mereka. Si pria berkata kepada orang tua si pemuda.
"Mengapa Anda tidak membawa anak Anda ke dokter jiwa, Pak?"
Orang tua itu tersenyum dan berkata, "Saya sudah membawanya ke dokter dan kami baru saja pulang dari sana. Anak saya ini buta sejak lahir. Dia baru saja mendapat donor mata dan baru bisa melihat hari ini."
4. Ketulusan Tukang Parkir
Waktu itu, kebetulan aku ikut Ayah membayar pajak motor di mobil samsat keliling. Saat datang, antrean sudah panjang. Begitu datang, kami disambut Kakek Tukang Parkir yang tangannya hanya satu. Aku terharu melihatnya membantu ayah memarkirkan motor dengan susah payah.
Saat sedang menunggu, terdengar suara cukup keras. "Den, minta belas kasihan, Den." Aku menoleh mencari arah sumber suara. Pandanganku berhenti ke sosok ibu berpakaian agak lusuh. Rupanya, dia mengemis kepada orang-orang yang sedang antre. Satu per satu orang dia datangi. Tiba-tiba, pandanganku tertuju pada jari manis Pengemis itu. Di jarinya melingkar sebuah cincin emas lumayan besar. Kepalaku jadi geleng-geleng melihat tingkah laku Pengemis itu. Benarkah dirinya benar-benar kekurangan sehingga mengharuskannya mengemis seperti itu? Tiba-tiba, kulihat si Ibu Pengemis itu mendatangi Kakek Tukang Parkir tadi dan meminta belas kasihan.
Kulihat Kakek Tukang Parkir mengeluarkan uang sepuluh ribu, lalu memberikannya kepada pengemis. Hariku sungguh terkejut melihat kebaikan Kakek Tukang Parkir itu. Bagaimana bisa si Ibu Pengemis itu tega meminta uang kepada Kakek Tukang Parkir yang sudah susah payah bekerja, apalagi kondisi tangannya hanya satu? Herannya lagi, Kakek Tukang Parkir tersebut memberikan uang dengan ringan saja. Tak ada ekspresi keberatan apa pun. Sementara itu, si Ibu langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih.
Hatiku jadi malu melihat kebaikan Kakek Tukang Parkir itu. Diriku yang sehat serta tidak kekurangan ekonomi, kala didatangkan pengemis masih menggerutu untuk memberinya. Di sini, kutemukan pelajaran, vaitu ketulusan si Kakek Tukang Parkir dan perbuatan si Ibu Pengemis yang menghinakan diri dengan memanfaatkan kemiskinannya untuk meminta-minta.
5. Membeli Waktu
Hari itu, Ayah pulang kerja larut malam. la mendapati anaknya yang berusia 8 tahun menunggunya.
"Kok belum tidur?" sapa Ayah pada anaknya.
"Aku menunggu Papa pulang karena aku mau tanya berapa gaji Papa," kata anak.
"Lho, tumben tanya gaji Papa. Gaji Papa dibayar harian. Satu hari Papa dibayar Rp400.000,00 untuk 10 jam."
"Berarti satu jam Papa digaji Rp40.000,00."
"Kamu pintar, sekarang tidur, ya. Sudah malam!"
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp10.000,00?"
"Sudah malam, besok pagi saja. Sekarang, kamu tidur," suara Ayah mulai meninggi.
Anak itu berbalik menuju kamarnya. Ayah menyesali sikapnya, lalu menghampiri anaknya. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp30.000,00. Ayah mengelus kepala anaknya.
"Maafkan Papa. Kenapa kamu minta uang malam-malam begini?"
"Papa, aku bukan minta uang. Aku pinjam. Nanti, aku kembalikan dari uang jajanku." "lya, rapi buat apa?" tanya Ayah.
"Aku menunggu Papa pulang buat ajak Papa main, satu jam saja. Mama bilang kalau waktu Papa sangat berharga, jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp30.000,00. Karena uang tabunganku tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000,00 dari Papa."
Mendengar permintaan anaknya, Ayah langsung terdiam, terenyuh, dan menangis. la memeluk anaknya sambil menangis dan minta maaf.
6. Contoh Teks Inspiratif
Hari ini, seorang pembeli datang ke toko kami. Setelah melihat-lihat dan tertarik ia pun bertanya harganya. Lalu, kami memberikan harga pas karena toko kami tidak sedang promosi. Ketika mendengar harga yang kami berikan, ia mengernyitkan dahi. Lalu, dia bertanya mengapa harga kami lebih mahal dibandingkan toko sebelumnya yang dia kunjungi?
Kami hanya tersenyum dan menawarkan dengan tulus agar dia membelinya di toko sebelumnya karena lebih murah. la mengernyitkan dahi lagi dan berkata, "Mengapa kamu justru memintaku membeli di sana? Bukankah seharusnya kamu meyakinkanku untuk membeli di tempatmu?"
Kami hanya bisa tersenyum dan berkata, "Karena kami ingin yang terbaik bagi konsumen kami sekalipun kami harus merekomendasikannya membeli di tempat pesaing kami. Kami tidak ingin konsumen rugi."
Setelah mendengar jawaban kami, ia tersenyum sangat manis. Lalu, dia langsung membeli produk kami yang paling mahal dan barang lainnya.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud cerita inspiratif?

Apa yang dimaksud cerita inspiratif?
Teks inspiratif adalah jenis teks narasi yang menyajikan inspirasi keteladanan kepada banyak orang.
Apa tujuan dari teks cerita inspiratif?

Apa tujuan dari teks cerita inspiratif?
Membangun simpati dan empati serta menginspirasi pembaca untuk menebar kebaikan kepada sesama.
Apa saja ciri-ciri teks inspiratif?

Apa saja ciri-ciri teks inspiratif?
Teks inspiratif dapat dikenali dari ciri kebahasaannya.
