6 Fenomena Langit Juli 2026 yang Menarik untuk Diamati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepanjang Juli 2026, langit malam akan dihiasi berbagai fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari konjungsi Bulan dengan sejumlah planet, kemunculan purnama Buck Moon, hingga puncak hujan meteor di penghujung bulan yang sama-sama menyuguhkan pemandangan memukau.
Sebagian besar fenomena astronomi tersebut dapat disaksikan dengan mata telanjang jika pengamatan dilakukan di lokasi yang tepat. Namun, penggunaan teropong atau teleskop dapat memberikan tampilan yang lebih jelas.
Lantas, fenomena langit apa saja yang akan terjadi sepanjang Juli 2026? Simak daftar lengkapnya berikut ini.
Daftar Fenomena Langit Juli 2026
Berdasarkan informasi dari laman Time and Date dan SeaSky.org, berikut daftar fenomena astronomi yang bisa dinikmati sepanjang Juli 2026.
1. Konjungsi Saturnus dan Bulan (7 Juli 2026)
Pada 7 Juli dini hari, Bulan sabit akan mengalami konjungsi dengan Saturnus yang membuat keduanya tampak berdekatan di langit timur. Fenomena ini dapat diamati hingga menjelang fajar.
Pada waktu yang bersamaan, Mars dan gugus bintang Pleiades juga akan menghiasi langit timur sebelum Matahari terbit sehingga menciptakan pemandangan yang indah.
2. Konjungsi Bulan dan Mars (11 Juli 2026)
Konjungsi Bulan sabit tipis dengan Mars akan membentuk pemandangan menyerupai segitiga bersama gugus bintang Pleiades yang berwarna biru terang. Peristiwa ini dapat diamati sekitar dua jam sebelum Matahari terbit di atas cakrawala timur.
3. Fase Bulan Baru (14 Juli 2026)
Pada 14 Juli, Bulan memasuki fase Bulan Baru atau New Moon ketika posisinya berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari. Akibatnya, Bulan tidak memantulkan cahaya sehingga langit malam menjadi jauh lebih gelap.
Kondisi ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek langit redup, seperti galaksi Bima Sakti, Gugus Hercules Besar atau Nebula Cincin, karena cahaya Bulan tidak mengganggu penglihatan.
4. Konjungsi Bulan dan Venus (17 Juli 2026)
Pada 17 Juli, Bulan akan tampak berdekatan dengan Venus di langit barat sesaat setelah Matahari terbenam. Pasangan benda langit yang sama-sama terang ini dapat diamati selama kurang lebih dua jam setelah senja, sehingga sayang untuk dilewatkan.
5. Bulan Purnama "Buck Moon" (29 Juli 2026)
Fenomena astronomi berikutnya adalah Bulan Purnama Buck Moon. Peristiwa ini mulai dapat diamati pada malam 28 Juli dan mencapai puncaknya pada 29 Juli 2026. Saat berada dekat cakrawala, Bulan akan tampak lebih besar dari biasanya akibat ilusi optik.
Nama Buck Moon sendiri berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkan periode ini dengan masa tumbuhnya tanduk baru pada rusa jantan setiap tahun.
6. Puncak Hujan Meteor (30 Juli 2026)
Menjelang akhir Juli, langit malam akan dihiasi dua hujan meteor yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 30 Juli 2026, yaitu Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. Berikut rinciannya:
Southern Delta Aquariids: Hujan meteor yang dapat menghasilkan hingga 20 meteor per jam saat puncak aktivitas. Fenomena ini berpotensi dapat diamati dengan baik karena cahaya Bulan tidak terlalu mengganggu sehingga langit malam tampak lebih gelap.
Alpha Capricornids: Ini adalah hujan meteor yang diperkirakan menghasilkan sekitar 5 meteor per jam. Meski jumlah meteornya lebih sedikit, hujan meteor ini terkenal karena sering memunculkan bola api yang terang di langit malam.
Baca Juga: Apakah Pendakian Gunung Merapi Sudah Dibuka? Ini Klarifikasi BTNGM
(SA)
