60 Contoh Pantun Jenaka 4 Baris yang Menggelitik

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh pantun jenaka 4 baris umumnya menggelitik pembaca karena bertujuan membuat mereka terhibur hingga tertawa. Umumnya, jenis pantun ini digunakan untuk berseda gurau dalam keadaan bersuka cita.
Mengutip buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas V oleh Tim Tunas Karya Guru, pantun adalah rangkaian kata-kata indah yang berisi nasihat, sindiran, atau tujuan lainnya. Ciri utama pantun adalah terdiri dari emapt baris dengan rima akhir setiap baris a-b-a-b.
Baris pertama dan kedua disebut sampiran, sementara baris ketiga dan keempat disebut isi. Artikel ini akan membagikan contoh pantun jenaka 4 baris, jadi simaklah hingga habis!
Contoh Pantun Jenaka 4 Baris
Pantun jenaka merupakan pantun yang di bagian isinya adalah sesuatu yang lucu dan menarik. Namun, tak jarang pantung jenaka digunakan untuk mengekspresikan sindirian dan keadaan suatu masyarakat yang dikemas dalam bentuk humor dan ringan.
Menyadur buku Pengantar sastra rakyat Minangkabau oleh Edwar Jamaris, Pantun Pelangi oleh Kelas IX Pasifik Angkatan 33 SMP Wiyata, dan sumber lainnya, berikut ini contoh pantun jenaka 4 baris.
1.
Antah madang antah tapai
Berpulut-pulut kuahnya
Entah lemang entah tapai
Jenggot lah kuyup oleh kuahnya
2.
Anak orang di kampung baruh
Hendak lalu ke air hangat
Mendengar durian jatuh
Melonjak-lonjak lemang hangat
3.
Raja Ibrahim ke palegan
Raja Gadomai akan ke Mekah
Tergila-gila goreng ayam
Kena hikmah uang merah
4.
Sungguh manis buah jeruk
Rasa manisnya sampai ke hati
Sungguh merdu suara kakak
Membuat telinga menjadi tuli
5.
Jalan ke taman di malam hari
Angin berhembus rasanya dingin
Betapa terkejut hatiku ini
Melihat adik tidur berjalan
6.
Sungguh besar hewan badak
Jika berjalan terseok-seok
Nenek tertawa terbahak-bahak
Melihat kakek bermain TikTok
7.
Anak kucing dalam kapal
Kapal berlayar sampai Jakarta
Adik tertawa terpingkal-pingkal
Melihat monyet berkaca mata
8.
Bintang bersinar di langit mati
Nyanyian suri mengambil dalih
Mata merahnya menatap melati
Seolah sedang menatap kekasih
9.
Bintang berkelip bagai tertawa
Melati merah di peti mati
Nyawa tak nyata aku bertanya
Ternyata semua hanya ilusi
10.
Kue lapis di dalam kotak
Kue dibeli di pasar jongkok
Ayah tertawa terbahak-bahak
Melihat kera mengisap rokok
Baca Juga: Kumpulan Pantun Lebaran untuk Dibagikan ke Keluarga dan Teman-teman
11.
Orang Jawa pergi ke Banda
Membeli ikan dengan rebung
Orang tua berbini muda
Bagai rasa menang menyambung
12.
Menggegar batang limau
Terikat lembing dekat kendil
Gemetar tulang harimau
Melihat kambing menyandang bedil
13.
Ada belang di buah salak
Kelat rasa mulut tak gusar
Siapa yang tak ingin tergelak
melihat kera ikut ke pasar
14.
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
15.
Imam bukan sembarang imam
Imam yang datang dari Jawa
Hitam bukan sembarang hitam
Hitam manis rupa tertawa
16.
Ke pasar membeli gunting
Jangan lupa membeli pita
Sangatlah heran si induk kusing
Melihat tikus naik kereta
17.
Pisang mas bawa berlayar
Masak sebiji di atas peti
Utang mas boleh dibayar
Utang budi dibawa mati
18.
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
19.
Limau perut di tepi rawa
Buah di lanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa
Melihat kucing memakai bedak
20.
Tiga empat cempaka biru
Lima enam dalam jambangan
Kalau dapat teman baru
Teman lama jangan dilupakan
21.
Limau purut di tepi rawa
Buah belimbing belum masak
Sakit perut sebab tertawa
Melihat kucing duduk berbedak
22.
Di sini kosong di sana kosong
Tak ada batang tembakau
Bukan saya berkata bohong
Ada katak memikul kerbau
23.
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat lebah menyimpan madu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain Gundu
24.
Pagi-pagi makan kuaci
Jangan dimakan dengan kulitnya
Bagaimana pula kau ini
Satu tambah satu masa tak bisa
25.
Kupu-lupu terbang melintang
Hinggap mengisap bunga layu
Hati di dalam menaruh bimbang
Melihat ikan membaca buku
26.
Jalan-jalan ke Kota Sumedang
Ada kambing makan rumput
Anak-anak begitu senang
Melihat kakek bergoyang dangdut
27.
Patah tanduknya si induk lembu
Melompat pematang berlarian
Gelisah duduknya si pemburu
Melihat kijang berlarian
28.
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat lebah menyimpan madu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain gundu
29.
Di sini kosong di sana kosong
Tak ada batang tembakau
Bukan saya berkata bohong
Ada katak memikul kerbau
30.
Harum bau kembang melati
Dipetik adik dengan tangkainya
Semua orang menjadi geli
Melihat sapi naik kuda
31.
Kupu-kupu terbang melintang
Hinggap mengisap bunga layu
Hati di dalam menaruh bimbang
Melihat ikan membaca buku
32.
Ke pasar membeli gunting
Jangan lupa membeli pita
Sangatlah heran si induk kucing
Melihat tikus naik kereta
33.
Burung terbang memakai topi
Terbang ke awan seperti mimpi
Tertawa hati karena geli
Melihat kuda asyik bernyanyi
34.
Ke pasar beli babat
Jangan lupa bawa kantong
Pacar cantik sih hebat
Tapi duit tetap kosong
35.
Burung elang terbang tinggi
Singgah sebentar di kepala badut
Mau diet malah makan lagi
Gimana badan gak tambah gendut
36.
Jalan-jalan bersama Sandih
Beli cendol tambah roti bolu
Jadi jomblo janganlah sedih
Minimal duitmu gak habis melulu
37.
Naik kereta ke Surabaya
Bawa bekal nasi bungkus
Baru bilang cinta padanya
Eh dia malah bilang fokus
38.
Ada harimau di tengah hutan
Berburu rusa pagi-pagi
Udah ganteng mirip pangeran sultan
Tapi sayang, jomblo lagi
40.
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
41.
Berenang jauh para ikan
Mereka bebas hatinya senang
Badan kurus kurang makan
Kalau ditiup goyang-g0yang
42.
Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu katak di pinggir emapng
Hati siapa tak bimbang
Kamu botak minta dikepang
43.
Makan pagi sepiring berdua
Rasanya enak tiada tara
Awas cowok pandai menggoda
Diam-diam watak buaya
44.
Beli sate di pinggir jalan
Dibungkus pake daun pisang
Pacar baru udah bikin nyaman
Tapi mama masih yang menang
45.
Kucing belang lari ke sawah
Mencari ikan di pinggir rawa
Katanya sih punya banyak harta mewah
Pas dicek cuma mimpi semata
46.
Ke sekolah bawa bekal
Di jalan lihat anak kucing
Kamu marah aku kekal
Mau ngambek tapi kecantol kucing
47.
Naik sepeda mutar-mutar
Tiba-tiba bannya bocor
Katanya kamu pecinta pintar
Kok suka orang tukang ngecor
48.
Air mengalir sampai ke muara
Batu kecil ikut tergerus
Sudah ditolak, tetap cinta setara
Cinta kok nekat terus
49.
Jalan-jalan ke pulau jawa
Ke toko mas beli anting
Geli hati menahan ketawa
Melihat celana belum diseleting
50.
Beli manggis di Malaysia
Harum wanginya buah kecapi
Sudah biasa warga Indonesia
Bilang otw ternyata baru mandi
51.
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
52.
Hang Abu berburu singa
Singa ditembak oleh pemburu
Hati siapa tak akan tertawa
Nenek lari dikejar ibu
53.
Pergi ke pasar membeli bebek
Bebek dimasak nikmat sekali
Adik tertawa geli melihat kakek
Giginya copot usai makan roti
54.
Bunga anggrek berwarna abu
Daun diramu menjadi obat
Sungguh kesal hati ibu
Adik ngompol langsung disunat
55.
Kue klepon bertabur kelapa
Sungguh unik bentuknya bulat
Saya geli melihat papa
Tertawa lebar kemasukan lalat
56.
Sore hari main ke lapang
Hujan datang semua buyar
Makan banyak hingga kenyang
Dikira traktir disuruh bayar
57.
Tari Barong dari Bali
Duduk nongkrong sambil cerita
Perut sakit menahan geli
Melihat kucing memakai mahkota
58.
Bus mogok kehabisan solar
Dipakai muat mengangkut bayam
Kasihan Minem tidur di tikar
Mata melotot dipatuk ayam
59.
Ke pasar beli semangka
Pulang-pulang bawa pepaya
Ngaku cowok penuh percaya dirinya
Pas disuruh maju, malah ngumpet di meja
60.
Burung dara hinggap di ketinggian
Bertengger manis di bawah awan
Ngaku sayang dan penuh perhatian
Pas ulang tahun lupa kirim ucapan
(NSF)
