Konten dari Pengguna

65 Contoh Majas Antonomasia dalam Kalimat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh majas antonomasia. Foto: Pixabay/josealbafotos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh majas antonomasia. Foto: Pixabay/josealbafotos

Majas antonomasia adalah salah satu gaya bahasa dalam bahasa Indonesia. Contoh majas antonomasia dapat dijumpai dalam bentuk kalimat sehari-hari, mulai dari percakapan, cerpen, hingga novel.

Menurut buku Linguistik Historis Komporatif: Suatu Pengantar Awal oleh Dr. Muhsyanur, majas antonomasia merupakan jenis gaya bahasa perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama aslinya, melainkan julukan atau sifatnya.

Agar lebih mudah memahami majas ini, simak sederet contoh majas antonomasia di bawah ini.

Contoh Majas Antonomasia

Ilustrasi contoh majas antonomasia. Foto: pexels.com/Pixabay

Mengutip buku Menulis Kreatif: Panduan Penulisan Ilmiah oleh Fajar Djunaedi, ciri-ciri dari majas antonomasia yaitu menjadikan kata sifat sebagai nama asli seseorang atau benda tertentu.

Selain dengan kata sifat, bisa juga menggunakan karakteristik khusus yang melekat pada benda atau seseorang.

Di bawah ini sederet contoh majas antonomasia yang dihimpun dari buku Menyelami Keindahan Sastra Indonesia oleh Lianawati W. S., Panduan Terlengkap PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) oleh Munnal Hani'ah, dan sumber lainnya:

  1. Kalau mereka berulah, si gemuk akan menghadapi mereka.

  2. Si jangkung sanggup mengambil buah mangga itu tanpa memanjat pohon.

  3. Si miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di negeri antah berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa.

  4. Si pintar mampu mengerjakan soal matematika yang sulit itu.

  5. Si rajin sedang membaca buku di perpustakaan.

  6. Makan sebesar ini sungguh mudah untuk si perut karet.

  7. Meraih bola yang tersangkut di pohon tinggi sangatlah mudah bagi si menara itu.

  8. Para lelaki sungguh mengidolakan si berbadan biola di kelasku.

  9. Si pelamun biasanya berjalannya sungguh berjalan. Masa dia berjalan dengan melamun?

  10. Si tangan besi berhasil mengalahkan musuh bebuyutan di pertandingan ring tinju tingkat dunia.

  11. Pasangan itu sangat cocok karena mirip Beauty and the Beast.

  12. Si jangkung itu ternyata sama sekali tidak bisa main basket.

  13. Sang profesor memiliki jadwal mengajar di luar kota dua kali seminggu.

  14. Si pembual itu selalu berhasil emmbohongi banyak orang meskipun sudah banyak korbannya.

  15. Walaupun sudah tambah nasi dua kali, tapi si perut karet itu ternyata belum kenyang juga.

Baca Juga: Struktur Geguritan, Pengertian, dan Ciri-Cirinya

  1. Desa yang tadinya terpencil menjadi maju berkat jasa-jasa Bapak Pembangunan.

  2. Dia sangat senang karena akhirnya bisa menonton konser salah satu Raja Langit Hong Kong.

  3. Lionel Messi dikenal sebagai pesepakbola dengan keterampilan individu di atas rata-rata. Walaupun postur tubuhnya tidak tinggi, si mungil ini sering menyulitkan para pemain lawan.

  4. Si centil tidak disukai teman-temannya.

  5. Yang Dipertuan Agung Malaysia turut menghadiri pertemuan negara-negara anggota ASEAN.

  6. Pak Opang mencoba membantu menyebrangkan kendaraan bermotor.

  7. Petugas kebersihan membersihkan saluran air yang tersumbat sampah plastik.

  8. Rantai motor yang putus berhasil dibetulkan Pak tukang tambal ban.

  9. Tak disangka Pak Haji melakukan perbuatan yang keji.

  10. Si manusia laba-laba melakukan aksi di tengah kota New York.

  11. Binatang yang selalu dapat julukan si dungu adalah kerbau, padahal tubuhnya besar dan tenaganya sangat kuat. 

  12. Guru besar itu ahli dalam bidang hukum. 

  13. Ia dikenal sebagai si kaya raya tapi tak pernah sombong. 

  14. Jangan menyulut emosi si pemarah!

  15. Si lincah selalu saja menari-nari. 

  16. Mengenai penggantian lampu di kelas, kita serahkan saja pada Si Jangkung.

  17. Negeri Matahari Terbit berhasil menjaga kondisi ekonominya, walau sedang dalam keadaan pandemi.

  18. Perjalanan kita berakhir di Kota Pahlawan, kota yang pernah menjadi salah satu pusat perjuangan kemerdekaan.

  19. Sudah lama kami tidak berkunjung ke Kota Pelajar untuk menikmati kekayaan budayanya.

  20. Tanyakan saja pada Si Keriting perihal detailnya.

  21. Cara untuk membuat si pemalas bangun tidur adalah memberikan siraman air.

  22. Legenda Persija bernomor punggung 20 sekarat dikenal sebagai pelatih sepak bola.

  23. Pencipta lagu Indonesia Raya mempunyai banyak karya-karya hebat.

  24. Raja dangdut Indonesia membawakan lagu hitsnya di konser akbar Semarang hebat.

  25. Si pintar selalu rangking 1 di kelasnya.

  26. Ajaklah bicara si pendiam itu.

  27. Akhirnya Aisyah berhasil meninggalkan pria bertangan ringan itu. 

  28. Sandra si kutu buku ternyata nggak suka membaca di perpustakaan, tapi suka membaca di taman dan kamarnya. 

  29. Setiap pagi, si pincang selalu berjalan tertatih-tatih melewati kedai nasi yang ramai itu. 

  30. Si sulung suka membantu adik-adiknya melakukan pekerjaan rumah. 

  31. Bocah bongsor itu terpilih menjadi finalis dalam ajang bayi sehat nusantara.

  32. Kapan kau mengajakku bertemu dengan si konglomerat itu?

  33. Kemana saja si pemalas itu? Dari tadi belum terlihat juga batang hidungnya.

  34. Kita tidak bisa mengandalkan si lamban itu dalam bekerja.

  35. Si kaki panjang itu mampu menjadi pemenang dalam arena atletik kemarin.

  36. Emang aneh tingkahnya. Si bungkuk itu tak akan berubah.

  37. Gol terakhir tercipta dari sundulan si kepala besi itu.

  38. Kota lumpia merupakan satu di antara kota terbesar di Indonesia.

  39. Manusia kelelawar melawan musuhnya yang bernama joker.

  40. Pesilat berambut pirang memenangkan kejuaraan silat dunia.

  41. Guru matematika itu dapat julukan si tukang marah dari murid-muridnya saking galaknya, setiap hari selalu ada saja murid yang kena marah. 

  42. Ibu Kos tadi sempat mampir. 

  43. Jangan lupa mengajak si penyendiri, ya!

  44. Segala tindakannya terkesan jadi nggak tulus karena ia sudah dikenal banyak orang sebagai si penjilat yang hanya baik kalau ada maunya. 

  45. Si jago silat siap membela jika warga kampung diganggu. 

  46. Aku takkan mau mengajak si cupu itu bergabung dalam anggotaku.

  47. Kau jangan menjalin hubungan dengan si gelap mata itu. Nanti hidupmu akan sengsara dibuatnya.

  48. Mana mungkin si pendek itu bisa lolos dalam pemilihan gadis sampul?

  49. Si miskin itu akhirnya menjadi kaya raya semenjak anaknya bekerja di luar negeri dan menetap di sana.

  50. Si tua renta itu hidup sebatangkara selama berpuluh-tahun di desa kami.

(NSF)