Konten dari Pengguna

Struktur Geguritan, Pengertian, dan Ciri-Cirinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Geguritan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Geguritan. Foto: Pixabay

Sastra merupakan suatu peristiwa seni yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Salah satu contohnya adalah puisi. Tak hanya dengan bahasa Indonesia, puisi juga bisa ditulis dalam bahasa Jawa yang disebut dengan geguritan.

Menurut Waluyo dalam buku Antologi Geguritan, Tresna Lan Kuciwa terbitan PBSD UNS 2019, geguritan adalah bentuk karya sastra yang berisi ungkapan perasaan serta pikiran pengarang melalui daya imajinatifnya dalam bentuk puisi.

Adapun ciri-ciri dari geguritan, yaitu:

  • Jumlah gatra (baris) tidak tetap;

  • Setiap gatra berisi 8 suku kata;

  • Bunyi pada akhir kata bersuara sama;

  • Dan permulaan geguritan harus diawali dengan kata sun gegurit (aku mengarang).

Layaknya karya sastra lain, membuat geguritan harus memperhatikan kaidah strukturnya. Apa saja struktur geguritan?

Baca Juga: 3 Contoh Geguritan Bahasa Jawa tentang Ibu yang Penuh Makna

Struktur Geguritan

Illustrasi Geguritan. Foto: Pixabay

Struktur geguritan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu struktur fisik dan batin. Berikut penjelasan lengkap mengenai struktur fisik dan batin geguritan yang dihimpun dari jurnal berjudul Struktur Geguritan karya Rizky Budi Prasetia.

1. Struktur Fisik

Struktur fisik adalah unsur yang bersifat tampak pada susunan katanya. Struktur fisik terdiri dari diksi, pengimajinasian, kata kongkret, majas, versifikasi, dan tipografi.

  1. Diksi, yaitu pemilihan kata oleh pengarang dalam penulisan geguritan. Geguritan adalah karya sastra yang setiap katanya berfungsi mengungkapkan makna-makna tertentu. Karenanya, kata-kata dalam geguritan harus dipilih secermat mungkin.

  2. Pengimajinasian, yaitu susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Ini bertujuan agar pembaca seakan melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dialami pengarang.

  3. Kata konkret, yaitu kata-kata yang memiliki makna atau acuan yang bisa dirasakan, didengar, dilihat, atau dicium oleh indra manusia. Kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misalnya, kata konkret "rawa" melambangkan tempat kotor.

  4. Majas, yaitu bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu. Majas menjadikan geguritan terkesan prismatis, artinya kaya akan makna.

  5. Verifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada geguritan, baik di awal, di tengah, maupun di akhir setiap baris. Ritme adalah alunan yang terjadi karena perulangan kesatuan bunyi. Metrum adalah ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata di setiap baris.

  6. Tipografi, yaitu tatanan larik, bait, kalimat, kata, dan bunyi untuk menghasilkan bentuk fisik yang mendukung isi, rasa, dan suasana dalam geguritan.

2. Struktur Batin

Struktur batin adalah unsur pembangun yang tidak tampak langsung dalam penulisan katanya. Struktur batin terdiri dari tema, nada, perasaan, dan amanat.

  1. Tema, yaitu pokok pikiran atau dasar cerita yang diungkapkan pengarang.

  2. Nada, yaitu sikap seorang pengarang terhadap geguritannya. Nada adalah tone yang dipakai pengarang dalam mengungkapkan pokok pikiran atau tema. Pengarang dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, dan lain sebagainya.

  3. Perasaan, yaitu sikap pengarang terhadap pokok masalah yang ada dalam geguritannya.

  4. Amanat, yaitu gagasan yang mendasari karya sastra. Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar.

Baca Juga: Pengertian Geguritan Gagrak Anyar beserta Ciri-Ciri dan Contoh Syairnya

Contoh Teks Geguritan

Ilustrasi menulis teks geguritan. Foto: Pexels

Dikutip dari Belajar Bahasa Daerah Jawa untuk Mahasiswa PGSD dan Guru SD oleh Rian Damariswara, berikut adalah beberapa contoh geguritan yang bisa dijadikan referensi.

1. Contoh Teks Geguritan 1: Ibuku

Dening: Alfia Nisa Arahma

Ibu...

Sapa kang bisa ngerti aku

Kajaba ibuku

Saben dina saben wektu

Ibu tansah ndidik awakku

Saben ibu duka marang aku

Lara tenan rasane atiku

Ibu...

Aku njaluk restu

Supaya anggonku sinau

Bisa migunani kanggo masa depanku

Ibu....

Aku tresna marang ibu

Tanpa ibu aku dudu sapa-sapa

Amarga ibu aku ana ing donya

Maturnuwun ibu

Aku tresna ibu

2. Contoh Teks Geguritan 2: Pak Tani

Pancen luhur bebudenmu

Urip prasaja ora kesusu

Ana ing desa kang asri

Urip rukun dadi petani

Tanduran digulawenthah ngati-ati

Gotong royong iku wis mesthi

Asile dienteni wong sanagari

Ora lali syukur rina wengi

Bu tani uga polah

Nyiapake dhaharan ana ing omah

Banjur digawa menyang sawah

Dhahar ing galengan kanthi bungah

3. Contoh Teks Geguritan 3: Sun Gegurit

Kaanan jaman saiki

Sipat pemudha-pemudhi

Srawunge saya ndadi

Raket wewekane sepi

Tan kadi duk jaman nguni

Srawung sarwa ngati-ati

Yen manut wasiteng kuna

Priya srawung lan wanita

Gampang ketaman panggodha

Nerak ing laku susila

Temah darbe jeneng ala

Wusanane tibeng papa

4. Contoh Teks Geguritan 4: Pahlawanku

Pahlawan, sliramu dadi dalan kemerdekaan

Tadak awak ora wedi marang kematian

Nyowomu kanggo pondasine kebebasan

Kanggo rakyat saking cengkramane penindasan

Pahlawan, awan bengi nantang maut

Nglawan misil-misil kang semrawut

Kabeh lawan koe ajak gelut

Ra peduli najan awak podo benjut

Pahlawan, semangatmu koyo geni

Ngobong kabeh pasukane kompeni

Kanggo njaga lemah kang ditresnani

Indonesia merdeka, Indonesia dihormati

Pitulas Agustus taun papat lima

Opo sing diimpekke dadi nyata

Saiki Indonesia wes merdeka

Pahlawan, perjuanganmu ra sia-sia

Indonesia merdeka!

Indonesia merdeka!

Kabeh mergo perjuanganmu

4. Contoh Teks Geguritan 4: Kabudayan Jawa

Zaman saiki kabeh wis padha lali

Lali karo kabudayan Jawi

Kabudayan kang mbiyen diuri-uri

Saiki rangerti mbuh nangendi

Wayang, jathilan, krama alus nangdi saiki

Kabeh podho ora peduli

Kabudayan jawi wis ilang saking bumi

Bocah saiki mung isoh dolan wira-wiri

Dangdutan wayah bengi

Kelingan zaman saiki

Mung agawe nangis lan loro ati

Ayo para bocah-bocah

Agawe kabudayan jawi dadi lestari

Kanggo merdekaake negeri iki

(NDA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu geguritan?
chevron-down

Geguritan adalah bentuk karya sastra yang berisi ungkapan perasaan serta pikiran pengarang melalui daya imajinatifnya dalam bentuk puisi.

Apa ciri-ciri geguritan?
chevron-down

Ciri-ciri dari geguritan, yaitu jumlah gatra (baris) tidak tetap, setiap gatra berisi 8 suku kata, bunyi pada akhir kata bersuara sama.

Apa itu struktur fisik dalam geguritan?
chevron-down

Struktur fisik adalah unsur yang bersifat tampak pada susunan katanya. Struktur fisik terdiri dari diksi, pengimajinasian, kata kongkret, majas, versifikasi, dan tipografi.