3 Contoh Geguritan Bahasa Jawa tentang Ibu yang Penuh Makna

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh geguritan bahasa Jawa tentang ibu mungkin akan sering kita temukan dalam materi pelajaran bahasa Jawa di sekolah, khususnya bila menyambut peringatan Hari Ibu.
Geguritan merupakan puisi bahasa jawa yang mempunyai makna tertentu serta juga memiliki berbagai tema. Setiap kata atau kalimat di dalam geguritan sangat menarik dan memiliki makna yang sangat berarti.
Baca juga: Pengertian Geguritan Gagrak Anyar beserta Ciri-Ciri dan Contoh Syairnya
3 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Tentang Ibu
Contoh geguritan bahasa Jawa tentang ibu tentu saja dibuat sesuai dengan kaidah geguritan, yaitu menyampaikan makna dengan pilihan bahasa yang indah.
Melansir dari buku Geguritan Tradisional dalam Sastra Jawa, 2002, geguritan adalah salah satu karya sastra Jawa yang memiliki kata atau kalimat yang indah dan memiliki banyak makna dalam bahasa jawa.
Cara penyampaian geguritan menggunakan bahasa yang memiliki rima, irama, bait, mitra dan penyusunan kata yang baik dan tepat. Sering kali orang membuat geguritan sesuai dengan ungkapan perasaan dan pikiran si pembuat geguritan tersebut.
Dalam bahasa Indonesia geguritan bisa disebut juga dengan puisi, yang membedakan geguritan dengan puisi biasa dalam penggunaan bahasanya saja. Geguritan menggunakan bahasa Jawa sedangkan puisi menggunakan bahasa Indonesia.
Contoh geguritan:
Geguritan Ibu 1
IBU
Tresna asih ibu
Ora ana kang bisa ngganteke
Kesabaran ibu kang kebak wutuh
Ora bisa daklaleke
Do’a ibu kang tulus
tansah ngiringi awakku
pengorbanane kang tanpa wates
ora bisa winales
Ibu . . .
pituturmu bakal dakrungu
tresna asihmu marang aku
ora bakal puput
Pandongaku ibu…
Muga Gusti tansah nyembadani
Baca juga: Pengertian, Jenis, dan Amanat Geguritan Bahasa Jawa
Contoh Geguritan 2
IBU
Ibu …
Lumintiring asihmu
Kadya cahya lintang ing angkasa
Gumebyar gawe padhanging tyasmu…
Tan kendhat pudyamu,pepujimu kanggo aku
Lir pradipta rumeksa ing wengi,
Rinenggo pupus’ing rembulan
Ibu...
Kang kinasih ...
Sih kawelasanmu nyirna’ake sadhaya luptaku
Luputku marang laku kadarman kang pinerak
Ibu…
Sewu atur ora bakal cukup,bandha donya ora bakal nutup,katresnan’mu marang aku
Ibu…
Aku bakal sregep lelaku,ngudi laku utomo,nyebar tresna marang sapadha,kanggo esem’mu kang ngebaki kalbuku
Contoh Geguritan 3
Ibu
Ibu
anakmu kang dak wanti wanti
Kang dak kawatirake
Kak kok titipake ana pawiyatan luhur iki
Iki anakmu
Kang durung isa nyenengke ibu
Kang durung bisa nyenengke keluarga
Kang isih dadi tanggunganmu ibu
Nanging ibu
Anakmu iki bakal banggakke ibu
Banggakke keluarga kabeh
Anakmu rak bakal nyerah bu
Kanggo nyekel lintang ana langit
Kang kadhang ditutup mendhung
Kang kadhang mripat wae wis ora bisa weruh
Nanging anakmu iki janji ibu
Sama seperti karya sastra yang lain, bisa kita lihat bahwa contoh geguritan bahasa Jawa tentang ibu juga memiliki karakteristik atau ciri khas tersendiri.
Ciri atau karakteristik ini juga bisa mempermudah kita dalam membuat geguritan. Geguritan yang dibuat harus menggunakan bahasa yang sopan dan indah. (DNR)
Baca juga: Struktur Geguritan, Pengertian, dan Ciri-Cirinya
Frequently Asked Question Section
Apakah geguritan sama dengan puisi?

Apakah geguritan sama dengan puisi?
Dalam bahasa Indonesia geguritan bisa disebut juga dengan puisi, yang membedakan geguritan dengan puisi biasa dalam penggunaan bahasanya saja.
Apa yang dimaksud dengan geguritan?

Apa yang dimaksud dengan geguritan?
Geguritan adalah salah satu karya sastra Jawa yang memiliki kata atau kalimat yang indah dan memiliki banyak makna dalam bahasa Jawa.
Bagaimana cara menyampaikan geguritan?

Bagaimana cara menyampaikan geguritan?
Cara penyampaian geguritan menggunakan bahasa yang memiliki rima, irama, bait, mitra dan penyusunan kata yang baik dan tepat.
