Konten dari Pengguna

7 Fenomena Langit Desember 2025, Ada Supermoon hingga Hujan Meteor

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
3 Desember 2025 16:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
7 Fenomena Langit Desember 2025, Ada Supermoon hingga Hujan Meteor
Pada Desember 2025, langit Bumi akan dihiasi beragam fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Mari simak 7 fenomena langit Desember 2025 berikut ini.
Berita Hari Ini
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi hujan meteor. Foto: Flicker/Jeff Sullivan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hujan meteor. Foto: Flicker/Jeff Sullivan
ADVERTISEMENT
Sepanjang Desember 2025, langit akan dihiasi berbagai fenomena astronomi yang menarik untuk disaksikan. Beberapa di antaranya bahkan bisa diamati langsung dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
Fenomena yang akan terjadi pun beragam, mulai dari supermoon, kemunculan planet terang, hingga hujan meteor yang dianggap banyak astronom sebagai yang terbaik di tahun 2025. Semua peristiwa tersebut akan muncul bergantian sepanjang bulan.
Menariknya, beberapa fenomena langit dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat bantu seperti teleskop. Agar pengamatannya lebih maksimal, pastikan langit dalam kondisi cerah dan minim polusi cahaya.
Untuk mengetahui daftar fenomena langit yang akan berlangsung sepanjang Desember 2025, simak informasi lengkapnya berikut ini.

7 Fenomena Langit Desember 2025

Ilustrasi fenomena supermoon. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Berdasarkan informasi dari laman The Daily Galaxy dan National Geographic, berikut deretan fenomena langit yang akan menghiasi Desember 2025:

1. Cold Supermoon (4–5 Desember)

Pada 4–5 Desember, bulan purnama yang dikenal sebagai Cold Supermoon akan menghiasi langit bumi. Fenomena ini terjadi hanya beberapa jam setelah bulan mencapai perigee, yaitu titik terdekat bulan dari Bumi dalam orbit elipsnya. Pada momen tersebut, bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
ADVERTISEMENT

2. Merkurius Muncul Jelas di Ufuk Timur (7 Desember)

Tiga hari setelah Supermoon, Merkurius mencapai titik elongasi maksimumnya pada 7 Desember 2025. Pada momen ini, planet yang biasanya sulit diamati tersebut berada pada posisi terbaik untuk disaksikan menjelang terbitnya Matahari.
Di Indonesia, Merkurius bisa terlihat di ufuk timur pada waktu dini hari. Fenomena ini hanya berlangsung singkat, sehingga Anda perlu mengamatinya beberapa menit sebelum matahari muncul.

3. Hujan Meteor Geminid (13–14 Desember)

Ilustrasi Meteor. Foto: Geermy/shutterstock
Puncak Geminid pada 13–14 Desember menjadi salah satu hujan meteor yang paling ditunggu tahun ini. Geminid dikenal dengan kilatan kuning yang menyapu langit, disertai kemunculan fireball terang yang sesekali terlihat di berbagai penjuru langit.
Di lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya, pengamat bahkan berpotensi melihat lebih dari 100 meteor per jam. Waktu terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan hujan meteor ini dimulai pada pukul 20.00 dan berlanjut hingga dini hari.
ADVERTISEMENT

4. Nebula Orion Terlihat Paling Jelas (15 Desember)

Desember adalah waktu terbaik untuk mengamati Nebula Orion, kawasan pembentuk bintang yang tersusun dari gas dan debu dalam jumlah besar. Objek yang juga dikenal sebagai Messier 42 ini sebenarnya sangat redup, namun masih bisa dilihat dengan mata telanjang di bawah langit gelap.
Dengan teleskop, detailnya akan tampak jauh lebih jelas, mulai dari guratan biru, merah muda, hingga kehijauan yang menjadi ciri khas nebula ini.

5. Komet Antarbintang 3I/ATLAS (19 Desember)

Ilustrasi komet. Foto: Ahmed Alqallaf/Shutterstock
Pada 19 Desember, Komet 3I/ATLAS yang berdiameter sekitar tujuh mil akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, yakni kurang lebih 170 juta mil. Para astronom meyakini komet ini telah menempuh perjalanan miliaran tahun dari sistem bintang lain. Ini menjadikannya objek langit yang sangat jarang terlihat.

6. Solstis Musim Dingin (21 Desember)

Fenomena berikutnya adalah Solstis Desember atau Titik Balik Matahari yang terjadi pada 21 Desember 2025. Saat itu, matahari berada pada posisi terendah di langit, sehingga belahan Bumi utara mengalami malam terpanjang dalam setahun.
ADVERTISEMENT
Peristiwa ini menandai dimulainya musim dingin di belahan Bumi utara dan musim panas di belahan Bumi selatan. Walaupun Indonesia tidak mengalami musim dingin, Solstis tetap berpengaruh pada panjang pendeknya durasi malam.

7. Hujan Meteor Ursid (21–22 Desember)

Tahun 2025 akan ditutup dengan Hujan Meteor Ursid. Fenomena ini mencapai puncaknya pada malam tanggal 21-22 Desember, tepat setelah Solstis.
Dalam kondisi ideal, Anda dapat melihat sekitar 5–10 meteor per jam. Meteor Ursid biasanya tampak halus dan bergerak cepat, dengan waktu terbaik untuk mengamatinya adalah menjelang fajar.
(ANB)