Konten dari Pengguna

7 Puisi tentang Rindu kepada Orang Terkasih

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perasaan Rindu. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perasaan Rindu. Foto: pixabay.com

Rindu merupakan salah satu perasaan yang apabila tidak diungkapkan akan membuat hati menjadi tidak plong. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikannya, salah satunya adalah membuat puisi tentang rindu.

Dikutip dari buku Puisi Baru karya Rina Ari Rohmah (2020: 4), puisi adalah karya sastra yang bersifat emosional karena dijadikan penyair sebagai media ekspresi dalam menuangkan gagasan atau ide dengan menggunakan kata-kata yang indah dan bermakna.

Susunan kata-kata yang indah dan penuh makna dapat membuat orang yang kita rindukan ikut merasakan apa yang sedang kita rasakan. Melalui puisi pula seseorang dapat mengutarakan seluruh hal yang terpendam dalam hati.

Ilustrasi Menulis Puisi Rindu. Foto: pixabay.com

Kumpulan Puisi tentang Rindu

Meski hanya sebuah tulisan, puisi dapat mengekspresikan perasaan seseorang yang tidak dapat disampaikan secara lisan. Berikut kumpulan puisi tentang rindu untuk referensi yang dikutip dari buku Antologi Puisi: Rindu Tanpa Temu karangan Ummu Kulsum dan Nubar - Melodi Rindu (Jatim #49) (2019).

1. Menyapa Rindu karangan Ummu Kulsum

Hai rindu

Kau yang selalu hadir dalam kalbu

Saat langit menjadi kelabu

Aku tak ingin dirundung pilu

Rindu yang selalu kupanggil sendu

Kian hari kian menggebu

Kuharap kutemukan titik temu

2. Rindu dalam Diam karangan Ummu Kulsum

Menyusuri jalan setapak

Di bawah sinar lampu

Rintik hujan menemani langkah, membasahi tubuh

Ketika rintik menyapa

Ada serpihan rindu yang sempat hilang lalu kutemukan kembali

Tentang masa lalu dan masa depanku

Mengingatnya dalam diam

Setabah langit malam menunggu fajar

Tenang, tak terusik apapun

Kecuali, waktu

3. Ku… karangan Ersa

Kurasakan,

Lamat-lamat menyusup

Rasa cinta yang lebih indah dari puisi

Juga lebih romantik dari kupu-kupu dan mawar

Kusematkan rindu,

Dalam tatapanmu nan sendu

Kutertawan,

Pada pesonamu nan rupawan

Dengarlah tuan,

Melodi jantungku mengalun

Memainkan nada rasa yang tertuju padamu

Berdebam berirama penuh warna

Kuyakinkan rasa asa kita sama

Suatu hari nanti

Kita akan bersama

Ilustrasi Menulis Puisi Rindu. Foto: pixabay.com

4. Angan dan Inginku karangan Ersa

Pada ruang dan waktu

Kurangkum barisan aksara

Bercerita ingatan tentangmu

Semua alur kisah tentang kita

Lembar demi lembar kutulis dengan senyuman

Kususuri jalan yang penang kita lalui

Kulangkahkan kaki ke tempat di mana cerita kita terurai

Bait-bait rindu yang datang dan pergi

Cerita indah yang hilang berganti

Kau dalam perjalanan hidupku

Memberi warna pada puisiku

Pada angan dan inginku

Kulangitkan semua doa

Kuingin kau bahagia melarung waktu

Meski tanpa hadirnya aku di sisimu

5. Terimakasih, Masa Lalu karangan Ummu Kulsum

Aku merindukanmu

Bukan berarti aku berharap cintamu kembali

Aku hanya mensyukuri

Yang telah kita lalui

Masa lalu yang kau beri

Menjadikan masa depanku lebih berarti

6. Selimut Rindu karangan Ummu Kulsum

Saat rindu menyelimuti

Kesedihan melampiaskan tangisannya

Kekesalan dan kemarahan menjadi satu

Aku tak tahu harus bagaimana

Ingin kuluapkan segala rasa ini

Bagai gunung merapi yang menyemburkan seluruh isinya ketika meletus

7. Kita Tiada karangan Ummu Kulsum

Kita pernah sedekat nadi

Lalu menjauh sejauh ujung bumi

Kita pernah sehangat mentari pagi

Lalu mendingin sedingin angin malam

(DND)