8 Materi MPLS 2026 untuk TK Lengkap dengan Materi Utama dan Pilihan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi kegiatan awal yang diikuti oleh murid baru, termasuk untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Melalui kegiatan ini, anak diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, teman, serta berbagai kebiasaan positif yang akan diterapkan selama proses pembelajaran.
Pada pelaksanaannya, MPLS 2026 mengusung konsep MPLS Ramah yang mengedepankan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Materi yang diberikan terdiri atas materi utama yang wajib dilaksanakan dan materi pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Sebagai acuan dalam menyusun rangkaian kegiatan, simak materi MPLS 2026 untuk TK berikut ini.
Materi MPLS 2026 untuk TK
Mengacu pada Buku Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 untuk Taman Kanak-Kanak (TK) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, berikut sejumlah materi MPLS Ramah yang diberikan kepada peserta didik baru.
1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)
Materi ini bertujuan untuk membiasakan murid menerapkan tujuh kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal dalam membangun disiplin diri. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi:
Bangun pagi: melatih kedisiplinan dan kesiapan memulai hari.
Beribadah: bentuk nyata pemenuhan kebutuhan spiritual.
Berolahraga: menjaga kebugaran sebagai modal dasar aktivitas belajar.
Makan sehat dan bergizi: memastikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan fisik.
Gemar belajar: menumbuhkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan.
Bermasyarakat: aktif bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Tidur cepat: menjamin waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan energi.
2. Pagi Ceria
Pagi Ceria merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai. Rangkaian kegiatannya meliputi Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama.
Program ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang positif sekaligus mendukung penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial
Melalui materi ini, murid dikenalkan pada pentingnya menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, beretika, aman, bermanfaat sehingga tercipta keadaban dan keamanan digital. Nilai yang ditanamkan antara lain:
Sopan bermedia sosial, yaitu menggunakan bahasa, gambar, komentar, maupun unggahan yang sesuai norma kepatutan serta tidak menghina, merendahkan, atau menyebarkan kebencian.
Santun bermedia sosial, yaitu mengedepankan hati, empati, dan kebijaksanaan, dan tanggung jawab sebelum berkomunikasi.
4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)
Budaya 5S merupakan bagian penting dari identitas budaya untuk memperkuat hubungan antarindividu di lingkungan sekolah. Nilai-nilai yang dipelajari meliputi:
Senyum: meredakan ketegangan, menciptakan kenyamanan, dan menunjukkan rasa welas asih.
Sapa: mengucapkan salam atau sapaan ringan seperti “halo” atau “selamat pagi” dapat membuat orang lain merasa dihargai.
Salam: menjadi bentuk penghormatan saat memulai maupun mengakhiri interaksi.
Sopan santun: tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)
Gerakan Indonesia ASRI bertujuan menguatkan budaya sekolah yang aman dan nyaman melalui empat aspek utama, yaitu
Aspek aman: menciptakan budaya sekolah yang melindungi seluruh warga sekolah, baik secara spiritual, fisik, psikologis, sosiokultural, serta digital.
Aspek sehat: membiasakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan memantau kesehatan secara berkala.
Aspek resik:menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
Aspek indah: menata lingkungan sekolah agar rapi dan nyaman dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
6. Gerakan Rukun Sama Teman
Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) merupakan pembiasaan positif yang mendorong murid untuk saling menghargai, peduli, dan membangun hubungan yang segat dengan teman. Melalui kegiatan ini, anak diharapkan mengembangkan sikap empati, gotong royong, komunikasi yang baik, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan dan menggembirakan.
7. Materi Pilhan: Ciri Khas Sekolah
Materi ini termasuk dalam kelompok materi pilihan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing sekolah. Isinya dapat berupa pengenalan nilai-nilai, budaya, tradisi, maupun program unggulan yang menjadi identitas sekolah.
8. Materi Pilihan Lain
Selain materi di atas, sekolah dapat menambahkan materi pilihan lain sesuai kebutuhan peserta didik. Contohnya seperti edukasi tentang narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), pendidikan antikorupsi, maupun materi lain yang relevan dengan lingkungan sekolah.
Baca Juga: 5 Hari Kegiatan MPLS SD 2026 yang Interaktif dan Edukatif
(SA)
