9 Cara Menyimpan ASI di Kulkas agar Kandungan Gizinya Tetap Terjaga

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi ibu bekerja bukanlah alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif pada buah hati. Kuncinya dengan menerapkan manajemen laktasi yang baik dan mempelajari cara menyimpan ASI di dalam kulkas yang benar .
Sebelum bekerja, ibu perlu menabung air susu (ASIP) menggunakan alat pumping. ASI perah tersebut kemudian disimpan untuk diberikan kepada si kecil selama ibu pergi bekerja.
Jangan khawatir kandungan gizi ASIP akan berubah karena dimasukkan ke media lain. Dengan metode penyimpanan yang tepat, ASIP akan tetap mencukupi nutrisi bayi.
Lama Penyimpanan ASI
Dalam buku Pemberian ASI Eksklusif sebagai Makanan Sempurna untuk Bayi susunan Toto Sudargo dan Nur Aini Kusmayanti dijelaskan terkait lama penyimpanan ASI tergantung suhu penyimpanannya. Berikut aturannya:
ASI yang diperah hanya bisa bertahan 10 jam di suhu ruangan.
ASI bisa disimpan di dalam rak kulkas selama 5-7 hari lamanya.
ASI bisa disimpan di dalam freezer jika akan digunakan lebih dari 8 hari.
ASI yang disimpan di kulkas harus segera digunakan dalam kurun waktu setengah jam setelah berada di suhu ruangan.
ASI dapat bertahan hingga 6 bulan di dalam freezer. Artinya, ibu perlu menyimpan ASI di bagian paling dingin.
Cara Menyimpan ASI di Kulkas
Masih dari sumber buku yang sama, ada beberapa cara menyimpan ASI di kulkas yang penting untuk diperhatikan ibu, yakni:
Siapkan botol kaca atau botol plastik yang memiliki bahan bagus dan tidak bergambar. Botol memiliki volume 80-100 cc. ASI yang terdapat dalam satu botol digunakan untuk sekali minum
Ibu perlu menuliskan jam, hari, dan tanggal saat ASI diperah. Jangan lupa menerapkan prinsip "first in first out" untuk pemberian ASI. Karena, ASI yang disimpan pertama harus digunakan terlebih dahulu agar tidak basi.
Ibu tidak boleh memenuhi semua isi botol dengan ASI. Perlu menyisakan minimal 4 cm dari bagian atas botol karena ASI akan mengembang.
ASI harus terhindar dari perubahan suhu yang drastis. Hal ini berguna untuk mencegah hilangnya nutrisi dan zat antiinfeksi yang ada dalam ASI.
Cara Menghangatkan ASI
Berdasarkan buku How to Store and Use Expressed Breast Milk Safely, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan dalam menghangatkan ASI agar bisa diminum oleh si buah hati:
Isilah wadah atau baskom dengan air hangat, bukan panas. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada ASIP.
Letakkan ASIP pada wadah yang sudah diisi dengan air hangat. Pastikan bahwa botol kaca yang berisi susu tertutup dengan rapat agar air tidak masuk.
Biarkan botol kaca tersebut berada di wadah yang berisi air hangat selama beberapa waktu. Bisa digoyang-goyangkan perlahan untuk mempercepat proses pencairan ASIP.
Jangan pernah mencairkan ASIP di microwave karena akan merusak kandungan nutrisinya.
ASIP hanya bisa bertahan selama 24 jam setelah dicairkan.
Baca Juga: Efek Samping Penggunaan Pompa ASI dan Cara Menghindarinya
(SFN)
