Ada Berapa Tingkatan Status Gizi? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Status gizi adalah ukuran kesehatan seseorang yang diperoleh dari keseimbangan antara asupan zat gizi dan kebutuhan tubuh. Asupan gizi yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta menjaga fungsi tubuh yang optimal.
Penilaian status gizi sering dilakukan dengan mengukur berat dan tinggi badan seseorang, lingkar lengan, atau melalui metode lain. Hasil penilaian status gizi nantinya akan dikategorikan berdasarkan tingkatan tertentu. Lantas, ada berapa tingkatan status gizi? Berikut informasinya.
Tingkatan Status Gizi
Mengutip Buku Ajar Ilmu Gizi Olahraga karya Wiwik Kusmawati, dkk, status gizi umumnya dikategorikan menjadi tiga kategori: gizi kurang, gizi normal, dan gizi lebih. Berikut penjelasan dari masing-masing tingkatan:
1. Gizi Kurang
Gizi kurang adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi untuk memenuhi kebutuhan harian. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kurangnya akses terhadap makanan bergizi, pola makan yang buruk, hingga gangguan kesehatan yang menghambat penyerapan nutrisi.
Orang dengan gizi kurang biasanya memiliki berat badan yang di bawah normal, tampak lelah, dan mudah sakit. Pada anak-anak, kondisi ini bisa mengakibatkan stunting (pertumbuhan yang terhambat) dan wasting (penurunan berat badan drastis).
Dampak dari gizi kurang tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga bisa menurunkan kemampuan kognitif dan produktivitas seseorang. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang, terutama anak-anak dalam masa pertumbuhan, untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh kembang berjalan optimal.
2. Gizi Normal
Gizi normal adalah kondisi di mana tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang, sehingga berat badan dan tinggi badan berada dalam rentang yang sehat. Orang dengan status gizi normal memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, daya tahan tubuh yang baik, dan risiko yang lebih rendah terhadap berbagai penyakit.
Untuk menjaga gizi normal, dibutuhkan pola makan yang seimbang, yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Aktivitas fisik yang teratur juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan keseimbangan nutrisi ini.
Dengan menjaga pola makan dan aktivitas fisik yang baik, seseorang dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.
3. Gizi Lebih
Gizi lebih terjadi ketika asupan nutrisi, terutama kalori, melebihi kebutuhan tubuh. Kondisi ini sering kali menyebabkan kenaikan berat badan hingga obesitas.
Gizi lebih umumnya disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan kalori, serta kurangnya aktivitas fisik.
Orang dengan gizi lebih berisiko lebih tinggi terkena penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolisme. Untuk mengatasi gizi lebih, diperlukan perubahan gaya hidup dengan menjaga pola makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik agar kalori yang masuk seimbang dengan kalori yang dibakar.
Baca Juga: 5 Cara Memasak Makanan Sehat agar Gizi Tak Hilang
Tips Menjaga Asupan Gizi Sehari-hari
Berikut beberapa tips untuk menjaga asupan gizi sehari-hari yang dikutip dari buku Nasehat buat Sehat karya Tan Shot Yen:
Pada saat makan, pastikan piring makan kita berisi makanan yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral.
Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayur setiap hari.
Mengonsumsi protein, seperti seperti ikan, daging, ayam, dan telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Hindari konsumsi gula berlebihan yang bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.
Minum air putih setidaknya 8 gelas air per hari.
Konsumsi lemak sehat, seperti ikan berlemak (salmon, tuna), alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Hindari lemak trans dari makanan olahan atau gorengan.
Rerencanakan pola makan harian atau mingguan membantu memastikan asupan nutrisi tetap seimbang.
Jika merasa lapar di antara waktu makan, pilih camilan sehat seperti buah segar, kacang-kacangan, atau yogurt.
Kurangi makanan olahan seperti makanan cepat saji atau makanan dalam kemasan biasanya mengandung banyak lemak jenuh, gula, dan garam.
(SAI)
