Konten dari Pengguna

Adam Malik, Tokoh Indonesia yang Mengukir Sejarah Terbentuknya Asean pada 1967

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi negara ASEAN. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi negara ASEAN. Foto: Freepik.

Tokoh Indonesia yang mengukir sejarah terbentuknya ASEAN pada tahun 1967 adalah Adam Malik. Saat menjadi delegasi Indonesia, Adam Malik menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Adam Malik tercatat sebagai Menteri Luar Negeri terlama dibandingkan dengan yang sebelumnya. Beliau menjabat dalam kurun waktu 10 tahun, tepatnya pada tahun 1966-1977. Selama menjalankan tugasnya, beliau menunjukkan prestasi-prestasi yang membanggakan Indonesia di kancah internasional.

Salah satu prestasinya adalah berperan penting dalam terbentuknya ASEAN yang merupakan organisasi untuk negara-negara Asia Tenggara. Masuknya Indonesia ke dalam ASEAN merupakan sebuah kemajuan untuk menata kembali pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Dikutip dari jurnal Karir Adam Malik dalam Pentas Politik Indonesia oleh Hesti Riana Ledes, Adam Malik adalah tokoh yang mengusulkan nama ASEAN melalui pertemuan lima negara di Bangkok pada tanggal 5-8 Agustus 1967.

Dalam pertemuan tersebut, Adam malik menyatakan bahwa organisasi yang dibentuk harus bersifat non politik dan militer. Setelah melalui perundingan yang lama, pertemuan ini menghasilkan suatu keputusan diplomasi yang dikenal dengan Deklarasi Bangkok atau Deklasrasi ASEAN.

Dikutip dari website kemlu.go.id, deklarasi ini ditandatangani oleh lima menteri luar negeri, termasuk Adam Malik, dan empat menteri luar negeri lainnya, yakni Menteri Luar Negeri Filipina Narciso Ramos, Menteri Luar Negeri Singapura S.Rajaratnam, Wakil Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak, dan Thanat Khoman selaku Menteri Luar Negeri Thailand.

Bagaimana isi Deklarasi Bangkok tersebut?

Isi Deklarasi Bangkok

Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu AS Antony Blinken pimpin Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-AS di New York, AS, Kamis (23/9). Foto: Kemlu RI
  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.

  3. Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.

  4. Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada.

  5. Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.

Seiring berjalannya waktu, keanggotaan ASEAN terus bertambah dengan merapatnya Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, kamboja, dan Vietnam. Brunei Darussalam menjadi negara pertama yang bergabung setelah lima negara pemrakarsa pada 7 Januari 1984. Lalu, Vietnam menjadi anggota ketujuh pada 29 Juli 1995.

Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menjadi angggota ASEAN, tepatnya pada 23 Juli 1997. Sementara Kamboja menjadi anggota terakhir ASEAN yang masuk pada 30 April 1999.

Prinsip Anggota ASEAN

Ilustrasi negara ASEAN. Foto: Freepik.

Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII oleh Abdurakhman, dkk., terdapat enam prinsip utama yang harus dipatuhi oleh semua anggota ASEAN yakni:

  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara.

  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas dari campur tangan dari pihak luar.

  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negera anggota.

  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan cara damai.

  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan.

  • Menjalin kerja sama yang efektif antar anggota.

Sejak terbentuknya ASEAN, Indonesia telah menunjukkan peran besar dalam mengembangkan organisasi tersebut. Selain sebagai salah satu negara pendiri, kehadiran Indonesia di ASEAN juga menjadi indikator penting dalam kiprahnya di level Asia Tenggara.

(IPT)