Konten dari Pengguna

Alasan Gerakan Separatis Masih Menjadi Ancaman Bagi Keutuhan Wilayah NKRI

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gerakan Separatis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gerakan Separatis. Foto: Shutterstock

Separatisme merupakan gerakan yang dilakukan kelompok di suatu wilayah untuk mendapatkan kedaulatan sendiri. Gerakan ini merupakan ancaman bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

Dalam sejarah Indonesia, ada beberapa gerakan separatisme yang sempat muncul di beberapa wilayah. Mengutip laporan Tim Penelitian Hukum oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional, gerakan separatisme di Indonesia, khususnya di wilayah Papua dan Aceh, muncul karena ketidakpuasan masyarakat di daerah atas kebijakan pemerintah pusat.

Untuk mengatasi konflik ini, pemerintah mengupayakan berbagai cara, salah satunya lewat pendekatan keamanan (security approach) yang dibungkus dengan penegakan hukum. Kini, gerakan-gerakan itu sudah berhasil diredam, tapi belum benar-benar musnah.

Itulah mengapa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap isu separatisme demi menjaga keutuhan wilayah NKRI. Pertanyaannya, mengapa gerakan separatis masih menjadi ancaman serius bagi keutuhan wilayah NKRI?

Mengapa Gerakan Separatis Masih Menjadi Ancaman Serius Bagi Keutuhan Wilayah NKRI?

Ilustrasi Gerakan Separatis. Foto: Shutterstock

Merujuk jurnal Analisis Sejarah dan Kontemporer Gerakan Separatisme di Indonesia (2023) susunan Kukuh Adi Nugroho dkk., sampai saat ini, gerakan separatisme masih terjadi di Indonesia, tepatnya di Papua.

Gerakan separatis di Papua dipimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM). Gejolak tersebut telah berlangsung selama beberapa dekade, yakni sejak tahun 1960-an, di mana menuntut kemerdekaan Papua Barat.

Aksi separatisme OPM sering diwarnai kekerasan dan konflik di wilayah mereka. Bahkan, tak jarang sampai menelan korban jiwa dari masyarakat sipil dan aparat serta menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Dampak fisik itulah yang membuat negara sangat menaruh perhatian serius terhadap ancaman separatisme. Dikutip dari buku Ancaman Bencana Sosial dan Isu Kontemporer (2024) susunan Dr. Kusuma, M.Si, aksi separatisme memang dapat mengancam stabilitas perdamaian dan keamanan nasional.

Keamanan nasional mencakup keamanan insani, publik, hubungan luar negeri, dan hubungan dalam negeri. Setiap negara harus punya keamanan nasional yang bagus untuk mempertahankan wilayah teritorialnya, baik di darat, laut, dan udara.

Jika gerakan separatisme tak bisa diatasi, maka tak akan ada keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Dampaknya pun dapat memengaruhi perekonomian hingga hubungan luar negeri. Itulah mengapa gerakan separatisme masih dipandang sebagai ancaman serius sampai sekarang.

Penyebab Separatisme

Ilustrasi separatisme. Foto: Shutterstock

Merujuk jurnal Analisis Sejarah dan Kontemporer Gerakan Separatisme di Indonesia (2023) susunan Kukuh Adi Nugroho dkk., pada umumnya, separatisme muncul karena rasa ketidakadilan yang dialami masyarakat di suatu wilayah. Dengan kata lain, konflik ini terjadi karena negara dianggap gagal menciptakan keadilan sosial di seluruh wilayahnya.

Berkaca pada gerakan OPM, menurut Adrianus Eliasta Meliala dalam buku Studi Terorisme dan Kontra-Terorisme (2023), organisasi ini muncul karena kekecewaan masyarakat Papua terhadap pemerintah pusat yang melakukan pembangunan hanya terpusat di wilayah Jawa-Sumatera.

Warga Papua telah melakukan perjuangan panjang lewat jalur diplomasi sejak 1960-an, tapi kunjung ada perubahan. Kekecewaan mereka akhirnya memuncak setelah pemerintah Orde Baru menandatangani kontrak dengan PT. Freeport pada 1967, lalu aktivitas pertambangan ini merusak sumber daya alam dan merugikan masyarakat setempat.

Kekecawaan terhadap pemerintah bukan satu-satunya penyebab separatisme. Berikut ini beberapa penyebab lainnya:

  • Konflik identitas antar suku, agama, dan budaya. Ketika suatu kelompok merasa tidak diakui atau dihargai dalam kehidupan sosial dan politik nasional.

  • Propaganda yang disebarkan oleh kelompok separatis, sehingga memengaruhi opini publik dan memperkuat dukungan untuk memisahkan diri dari negara.

  • Intervensi asing dalam bentuk dukungan keuangan, senjata, atau pelatihan militer.

Baca Juga: Latar Belakang OPM, Gerakan Separatisme Papua

(DEL)