Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Menggunakan Kendaraan Umum Termasuk Menghemat Energi Bahan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menggunakan kendaraan umum. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan kendaraan umum. Foto: Freepik.

Minyak bumi merupakan salah satu jenis bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya ini terbentuk dan terjadi di kedalaman perut bumi yang berasal dari tumbuhan dan binatang yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu.

Karena tidak dapat diperbaharui, masyarakat pun diminta meminimalisir penggunakan minyak bumi. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kendaraan umum. Semakin banyak yang menggunakan transportasi umum, semakin banyak pula penghematan bahan bakar minyak bumi dari penggunaan pada kendaraan pribadi.

Persebaran sumber daya alam tidak selamanya sama rata. Ada sumber alam yang jumlahnya terbatas, ada pula sumber daya alam yang berlimpah tetapi harus dihemat pemakaiannya.

Kawasan Timur Tengah memiliki sumber daya alam minyak bumi yang melimpah. Mereka pun menjadi pemasok utama dalam distribusi minyak bumi dunia. Meskipun demikian, pemakaian minyak bumi tetap harus dihemat dan digunakan seefisien mungkin.

Apabila persediaan minyak bumi menipis atau bahkan habis, maka sumber daya tersebut tidak dapat diperbaharui lagi. Sebab, proses pembentukannya menunggu sampai berjuta-juta tahun lamanya.

Pada saat ini, sudah banyak negara-negara atau pihak-pihak yang menggaungkan pentingnya menghemat energi bahan bakar minyak. Sebab, krisis energi kini telah mencapai tingkat dunia.

Lalu, bagaimana penggunaan minyak bumi di Indonesia?

Krisis Minyak Bumi di Indonesia

Ilustrasi menggunakan kendaraan pribadi. Foto: Freepik.

Dikutip dari situs bappenas.go.id, Indonesia juga sedang mengalami krisis energi sumber daya tidak terbarukan, khususnya pada bahan bakar minyak. Krisis ini diakibatkan karena ketergantungan konsumsi energi nasional yang terlalu besar terhadap bahan bakar minyak bumi.

Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya pertumbuhan konsumsi BBM di masyarakat dan semakin berkurangnya cadangan BBM. Di sisi lain, rasio cadangan minyak bumi mentah di Indonesia semakin turun.

Tingkat produksi minyak bumi di Indonesia mencapai 500 juta barel per tahun, sedangkan cadangannya hanya 9 miliar barel. Menurut perhitungan, cadangan minyak bumi mentah yang tersedia hanya dapat memenuhi kebutuhan dalam waktu 18 tahun saja.

Di Indonesia, ketergantungan BBM dalam konsumsi energi nasional masih sekitar 60 hingga 70 persen. Sektor transportasi merupakan konsumen terbesar dengan lebih dari 50% dari total konsumsi BBM nasional. Oleh karenanya, penghematan bahan bakar minyak di sektor ini akan berdampak cukup besar bagi upaya penghematan minyak bumi di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan-kebijakan sebagai langkah menghemat bahan bakar minyak bumi. Apa saja?

Kebijakan Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk Menghemat BBM

Ilustrasi menggunakan kendaraan umum. Foto: Freepik.

Masih dari sumber yang sama, pemerintah Indonesia telah menetapkan empat pilar kebijakan utama sebagai upaya untuk menghemat bahan bakar minyak, yakni:

  • Mempromosikan penggunaan dan revitalisasi angkutan umum, termasuk promosi gaya hidup 'smart life' yang berorientasi pada efisiensi konsumsi energi.

  • Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, termasuk upaya untuk mengurangi konsumsi BBM per kendaraan.

  • Manajemen lalu lintas untuk mengurangi kemacetan.

  • Diversifikasi energi bagi kendaraan bermotor, termasuk pemakaian bahan bakar yang semakin bersih, seperti penggunaan unleaded premium gasoline, biofuel, dan BBG.

(IPT)