Konten dari Pengguna

Analisis Permasalahan dari Sudut Pandang Perusahan Logistik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lakukan analisis permasalahan dari sudut pandang perusahaan logistik dengan menggunakan 5 dari 8 kunci proses bisnis rantai pasok. Foto: Fejuz/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lakukan analisis permasalahan dari sudut pandang perusahaan logistik dengan menggunakan 5 dari 8 kunci proses bisnis rantai pasok. Foto: Fejuz/Unsplash

Dalam dunia bisnis, kelancaran arus barang tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, melainkan juga efektivitas pengelolaan rantai pasok. Rantai pasok ini menghubungkan berbagai pihak, mulai dari pemasok, penyedia jasa logistik, hingga pelanggan akhir yang menerima produk.

Agar seluruh aktivitas berjalan lancar, perusahaan perlu menerapkan kunci proses bisnis rantai pasok. Proses-proses ini berperan dalam mengintegrasikan aliran barang, informasi, dan layanan sehingga operasional dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Pentingnya pengelolaan kunci proses bisnis rantai pasok semakin terlihat ketika terjadi gangguan operasional. Salah satu contoh kasusnya adalah gangguan layanan berbasis teknologi informasi pada aktivitas receiving/delivery (R/D) yang terjadi pada awal 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok. Akibatnya antrean truk peti kemas memanjang dan dwell time meningkat.

Dari kasus tersebut, lakukan analisis permasalahan dari sudut pandang perusahaan logistik dengan menggunakan 5 dari 8 kunci proses bisnis rantai pasok. Uraikan peran masing-masing proses dalam konteks kasus dan jelaskan bagaimana pengelolaannya dapat memitigasi dampak gangguan yang terjadi.

Analisis Permasalahan dari Sudut Pandang Perusahan Logistik

Ilustrasi lakukan analisis permasalahan dari sudut pandang perusahaan logistik dengan menggunakan 5 dari 8 kunci proses bisnis rantai pasok. Foto: Aldward Castillo/Unsplash

Kasus gangguan sistem IT pada layanan (R/D) di Pelabuhan Tanjung Priok berdampak langsung pada efisiensi operasional perusahaan logistik.

Mengutip buku Manajemen Rantai Pasokan oleh Adi Djoko Gurtno dan Meirani Harsasi dari Universitas Terbuka, berikut ini analisis permasalahan dari sudut pandang logistik dengan menggunakan 5 dari 8 kunci proses bisnis rantai pasok mengenai peran dan mitigasi dampak gangguannya:

1. Customer Relationship Management (CRM)

  • Peran: CRM berperan dalam mengidentifikasi pelanggan utama serta membangun hubungan jangka panjang yang menguntungkan antara perusahaan logistik dan pelanggan.

  • Mitigasi dampak gangguan: Perusahaan logistik dapat menyediakan layanan pelanggan khusus untuk menangani keluhan, memberikan pembaruan status pengiriman secara berkala, dan menawarkan alternatif jadwal pengiriman atau penjemputan barang.

2. Customer Service Management (CSM)

  • Peran: CSM berperan memberitahukan pelanggan mengenai jadwal pengiriman dan status barang berdasarkan informasi yang diperoleh dari aktivitas distribusi dan transportasi.

  • Mitigasi dampak gangguan: Untuk memitigasi dampak gangguannya, perusahaan perlu memberikan informasi yang cepat dan akurat mengenai keterlambatan akibat gangguan sistem IT.

3. Demand Management

  • Peran: Demand management berperan menyeimbangkan kebutuhan pelanggan dengan kemampuan layanan perusahaan. Selain itu, proses ini membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan layanan logistik pelanggan.

  • Mitigasi dampak gangguan: Perusahaan logistik dapat menggunakan data point-of-sale dan data pelanggan inti untuk mengurangi ketidakpastian rantai pasok. Hal ini juga mengantisipasi penumpukan barang akibat gangguan di Pelabuhan Tanjung Priok.

4. Customer Demand Fulfillment

  • Peran: Customer demand fulfillment berperan mengoordinasikan kegiatan distribusi dan transportasi agar proses pengiriman logistik tetap berjalan meskipun terjadi gangguan pada aktivitas R/D.

  • Mitigasi dampak gangguan: Mitigasi yang bisa dilakukan adalah penjadwalan ulang distribusi, koordinasi dengan operator pelabuhan dan perusahaan transportasi, serta pemberian informasi keterlambatan kepada pelanggan.

5. Manufacturing Flow Management

  • Peran: Manufacturing flow management berperan memberikan perubahan dalam menyesuaikan aliran barang terhadap perubahan kondisi operasional dan kebutuhan pelanggan.

  • Mitigasi dampak gangguan: Untuk menjaga kelancaran arus barang ketika terjadi gangguan sistem IT di pelabuhan, perusahaan perlu berfokus pada biaya-biaya perubahan operasional dan melakukan penyesuaian proses secara cepat agar keterlambatan dapat diminimalkan.

Baca Juga: Posisi Strategis Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan Lima Pilar Utamanya

(NSF)