Anxiety Bag, Tren Viral Gen Z untuk Mengatasi Kecemasan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah tren baru tengah ramai diperbincangkan kalangan Gen Z di media sosial. Mereka mengenalnya dengan sebutan anxiety bag, sebuah tas atau pouch kecil berisi berbagai perlengkapan pribadi untuk membantu seseorang mengelola rasa cemas di tengah kesibukan sehari-hari.
Tren anxiety bag pertama kali populer di TikTok ketika banyak kreator memperlihatkan isi kantong kecil mereka yang penuh dengan benda-benda pereda kecemasan, seperti minyak esensial, permen karet, hingga fidget toy. Jika penasaran, simak penjelasan lebih lanjut mengenai anxiety bag berikut ini!
Apa Itu Anxiety Bag?
Anxiety bag berisi kumpulan alat pereda stres atau kecemasan yang bersifat personal dan portabel. Lewat benda ini, seseorang dapat menenangkan dirinya ketika kecemasan melanda kapan saja dan di mana saja.
Bersumber dari laman New York Post, salah satu narasumber dalam laporannya mengaku berhasil meredakan serangan panik dalam waktu 10 menit berkat anxiety bag yang ia buat bersama terapisnya. Ia menggunakan kompres dingin, kipas portabel kecil, dan fidget toy untuk membantu tubuhnya merasa tenang.
Isi Anxiety Bag dan Cara Kerjanya Berdasarkan Lima Indera
Dikutip dari laman Vogue Adria, anxiety bag bekerja dengan cara mengaktifkan kelima indera agar pikiran kembali fokus ke momen saat ini dan keluar dari siklus kecemasan.
Contohnya, untuk indera perasa, permen karet beraroma kuat atau permen asam mampu memberikan sinyal sensoris untuk memutus alur pikiran negatif. Selanjutnya untuk indera penciuman, minyak esensial atau parfum mini dapat mengaktifkan memori positif dan menciptakan rasa aman.
Indera pendengaran bisa dibantu dengan headphone noise-canceling yang menciptakan ruang tenang dari kebisingan sekitar. Sementara itu, untuk indera sentuhan, benda seperti fidget ring, krim tangan, atau aksi menggenggam botol dingin dapat membantu mengembalikan fokus ke tubuh.
Terakhir, untuk indera penglihatan, foto atau catatan motivasi pribadi bisa menjadi pengingat sederhana untuk memberikan rasa aman di tengah situasi yang terasa di luar kendali.
Mengutip dari laman New York Post, Dr. Jenny Martin, psikolog klinis dari Chicago, menambahkan bahwa item dalam anxiety bag bekerja dengan cara mengalihkan perhatian dari siklus pikiran yang berulang kembali ke tubuh dan ke momen saat ini. Ia mengingatkan bahwa alat-alat ini tidak bisa menyelesaikan akar masalah kecemasan, tetapi efektif digunakan dalam situasi tertentu.
Cara Membuat Anxiety Bag Sendiri
Mengutip dari laman Yahoo Creators, berikut langkah-langkah sederhana membuat anxiety bag yang bisa diikuti:
Pilih wadah yang sudah ada. Gunakan pouch atau kantong kecil yang sudah dimiliki, tidak perlu membeli yang baru.
Kenali pemicu kecemasan. Pikirkan situasi apa yang paling sering membuat cemas, misalnya keramaian, perjalanan, atau tekanan pekerjaan.
Pilih benda yang benar-benar membantu. Isi tas dengan item yang terbukti efektif.
Simpan di tempat yang mudah dijangkau. Taruh anxiety bag di dalam tas harian, laci meja kerja, atau di dalam mobil agar selalu siap saat dibutuhkan.
Sesuaikan isi tas seiring waktu. Ganti atau tambah item berdasarkan benda apa yang paling sering diraih saat gangguan kecemasan datang.
(FHK)
Baca juga: Peran ABT dalam Memanfaatkan Aset Strategis untuk Transformasi Digital Sekolah
