Apa Itu Avoidant dalam Hubungan? Begini Ciri-Ciri dan Penyebabnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki gaya keterikatan yang berbeda-beda dalam menjalin suatu hubungan. Salah satu pola yang cukup sering memengaruhi dinamika hubungan adalah Avoidant Attachment.
Dikutip dari laman Help Guide, tipe keterikatan ini sering membuat seseorang cenderung menarik diri dan menjaga jarak secara emosional dari orang lain. Akibatnya, mereka kerap mengalami kesulitan untuk membangun hubungan erat dan kedekatan yang mendalam.
Tak jarang, sosok avoidant tidak menyadari bahwa sikap mandiri dan tertutup mereka justru menjadi penghalang dalam hubungan. Oleh karena itu, untuk mengenali apakah Anda atau pasangan termasuk tipe avoidant dalam hubungan, simak penjelasan berikut ini!
Apa Itu Avoidant dalam Hubungan?
Menurut laman Verywell Mind, avoidant attachment merupakan gaya keterikatan yang ditandai dengan rasa tidak nyaman terhadap keintiman emosional dan sulit percaya terhadap orang lain sepenuhnya.
Seseorang dengan tipe ini cenderung menjaga jarak, menghindari kedekatan yang terlalu dalam, dan merasa lebih aman ketika bergantung pada diri sendiri.
Dalam hubungan, mereka lebih memilih menyembunyikan hal pribadi, bahkan bisa mengakhiri hubungan demi mempertahankan kebebasan yang dimiliki. Berikut beberapa ciri-ciri umum seseorang dengan avoidant attachment:
Terlalu mandiri hingga enggan menerima bantuan atau dukungan dari orang lain.
Menarik diri dari percakapan atau situasi yang terasa terlalu personal.
Menghindari konflik dengan cara menutup diri, dan tidak menyelesaikannya secara terbuka.
Terlihat dingin atau cuek, terutama dalam situasi yang membutuhkan kehangatan emosional.
Kesulitan mengekspresikan perasaan dan empati terhadap pasangan.
Hubungan tidak terlalu intim, hanya diwarnai obrolan ringan atau humor sarkastik sebagai bentuk pertahanan diri.
Lebih nyaman menjalin hubungan kasual, atau dengan pasangan yang juga menjaga jarak emosional.
Penyebab Seseorang Memiliki Gaya Hubungan Avoidant
Menurut para ahli, avoidant attachment biasanya terbentuk sejak masa kanak-kanak dan dipengaruhi oleh pengalaman awal seseorang dalam menjalin kedekatan, membangun kepercayaan, serta memahami arti hubungan.
Pola ini juga kerap muncul sebagai bentuk perlindungan diri dari luka emosional atau pengalaman menyakitkan yang pernah dialami di masa lalu.
Masih mengacu pada lamanVerywell Mind, beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap munculnya gaya keterikatan avoidant antara lain:
Pola pengasuhan yang tidak konsisten sejak kecil.
Kurangnya perhatian atau penolakan dari orang tua atau pengasuh.
Minimnya dukungan emosional dalam lingkungan keluarga.
Pengalaman traumatis yang membuat anak merasa tidak aman secara emosional.
Dituntut untuk selalu mandiri dan dilarang menunjukkan kelemahan.
Meniru perilaku "menghindar" dari orang tua atau figur penting lainnya.
Pengalaman hubungan buruk di masa dewasa yang memperkuat rasa takut terhadap kedekatan.
Baca Juga: Pengaruh Orang Tua dan Lingkungan terhadap Sifat Seorang Anak
(ANB)
