Apa Itu Comet 3I/ATLAS, Objek Misterius yang Menarik Perhatian Dunia Astronomi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia astronomi tengah diramaikan dengan penemuan comet 3I/ATLAS. Ini adalah sebuah objek antarbintang yang melintasi lingkungan kosmik di Galaksi Bima Sakti.
Keberadaan comet 3I/ATLAS menarik perhatian para astronom karena asal-usulnya yang misterius dan karakteristiknya yang unik. Bahkan, sempat muncul spekulasi bahwa 3I/ATLAS mungkin adalah kendaraan alien.
Lantas, sebenarnya apa itu comet 3I/ATLAS? Simak artikel ini untuk penjelasannya!
Apa Itu Comet 3I/ATLAS?
Mengutip situs NASA, comet 3I/ATLAS pertama kali dilaporkan oleh teleskop survei Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) yang berlokasi di Rio Hurtado, Chili, pada 1 Juli 2025. Setelah laporan awal tersebut, para ilmuwan menelusuri kembali data pengamatan dan menemukan fakta bahwa komet ini ternyata sudah terekam sejak 14 Juni 2025.
Penamaan komet umumnya didasarkan pada nama penemunya. Dalam kasus ini, nama ATLAS diambil dari tim survei yang berhasil menemukannya. Huruf "I" pada namanya merupakan singkatan dari "interstellar" atau antarbintang, yang artinya komet ini berasal dari luar tata surya.
Sementara itu, angka "3" menandakan bahwa 3I/ATLAS adalah objek antarbintang ketiga yang pernah ditemukan oleh para astronom.
Berdasarkan hasil penelitian, lintasan comet 3I/ATLAS memiliki bentuk hiperbolik, atau tidak membentuk orbit tertutup di sekitar matahari. Jika ditelusuri dari jejak lintasannya, terlihat jelas bahwa komet ini benar-benar datang dari luar tata surya.
Baca Juga: Cara Melihat Hujan Meteor Perseid pada 12-13 Agustus 2025
Dugaan Comet 3I/ATLAS adalag Pesawat Alien
Karena memiliki karakteristik yang unik, comet 3I/ATLAS sempat memicu spekulasi publik dan disangka sebagai pesawat alien. Namun, hasil penelitian terbaru menegaskan bahwa objek ini bukanlah pesawat buatan, melainkan komet alami yang berasal dari luar tata surya.
Mengutip laman Sky at Night Magazine, pengamatan menggunakan Very Large Telescope (VLT) mengungkap bahwa molekul-molekul di dalam komet tersebut identik dengan molekul yang umum ditemukan pada komet lain di alam semesta.
Meski ada sedikit perbedaan dalam campuran kimianya, para ilmuwan meyakini hal itu merupakan variasi alami dari sistem asalnya, bukan hasil rekayasa makhluk luar angkasa.
Apakah Comet 3I/ATLAS Membahayakan Bumi?
Meskipun melintasi Tata Surya bagian dalam, NASA telah memastikan bahwa comet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi bumi. Mengutip kumparanSAINS, jarak terdekatnya dengan bumi adalah sekitar 270 juta kilometer.
Momen perihelion (titik terdekat dengan matahari) adalah puncak aktivitas komet ini. Sayangnya, momen tersebut sulit diamati dari bumi karena posisinya yang berada di sisi yang sama dengan matahari.
Para astronom akan mengamatinya kembali pada awal Desember 2025 saat komet ini muncul di sisi lain matahari atau sebelum benar-benar meninggalkan tata surya.
(NSF)
