Konten dari Pengguna

Cara Melihat Hujan Meteor Perseid pada 12-13 Agustus 2025

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hujan meteor tahunan Perseids. Foto: Sergei Gapon/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Hujan meteor tahunan Perseids. Foto: Sergei Gapon/AFP

Puncak hujan meteor perseid akan kembali menghiasi langit malam pada pertengahan Agustus 2025. Fenomena ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor tercantik yang menampilkan rentetan kilatan cahaya yang melintas di langit.

Menurut Science NASA, perseid adalah hujan meteor paling populer yang terjadi setiap tahun. Daya tariknya terletak pada jumlah meteor yang cukup banyak serta cahaya terang yang sering kali meninggalkan jejak di langit malam.

Tak heran, fenomena ini selalu dinanti baik oleh pengamat astronomi maupun masyarakat umum. Lantas, kapan dan bagaimana cara terbaik untuk menyaksikan fenomena meteor perseid yang menakjubkan ini?

Apa Itu Hujan Meteor Perseid?

Hujan meteor tahunan Perseids. Foto: Sergei Gapon/AFP

Mengutip laman Science NASA, hujan meteor Perseid berlangsung dari 17 Juli hingga 23 Agustus 2025, dengan puncak aktivitas pada 12-13 Agustus. Fenomena ini terjadi ketika bumi melintasi jalur sisa debu dan es yang ditinggalkan komet swift-tuttle.

Partikel-partikel dari komet tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 59 kilometer per detik. Saat terbakar di atmosfer, partikel itu menghasilkan kilatan cahaya terang yang dikenal sebagai meteor, dan kadang menampilkan bola api dengan ledakan cahaya lebih besar serta durasi yang lebih lama dibanding meteor biasa.

Komet swift-tuttle sendiri membutuhkan waktu sekitar 133 tahun sekali untuk mengelilingi matahari. Komet ini pertama kali ditemukan pada tahun 1862 oleh Lewis Swift dan Horace Tuttle, kemudian pada tahun 1865 Giovanni Schiaparelli mengidentifikasinya sebagai sumber hujan meteor perseid.

Cara Melihat Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor tahunan Perseids. Foto: Sergei Gapon/AFP

NASA merekomendasikan beberapa tips untuk menyaksikan hujan meteor dengan optimal. Berikut di antaranya:

  • Pilih waktu terbaik: Amati saat puncak hujan meteor, yaitu 12-13 Agustus 2025 untuk peluang melihat meteor terbanyak. Hujan meteor perseid biasanya mulai tampak paling jelas sekitar pukul 02.00 dini hari hingga sebelum fajar.

  • Cari lokasi dengan langit gelap: Lokasi yang jauh dari polusi cahaya kota memungkinkan meteor terlihat dengan lebih jelas.

  • Pilih area di dataran tinggi: Tempat yang lebih tinggi mengurangi gangguan kabut, asap, atau uap air sehingga pandangan menjadi lebih jelas.

  • Datang lebih awal: Beri waktu minimal satu jam agar mata terbiasa dengan kegelapan (dark adaptation).

  • Minimalkan penggunaan cahaya terang: Hindari lampu ponsel atau senter. Jika perlu, gunakan lampu merah redup atau LED merah.

  • Amati ke arah rasi perseus: Titik radian hujan meteor berada di dekat rasi bintang ini, namun meteor bisa muncul di berbagai arah langit.

  • Gunakan alas atau kursi lipat: Berbaring atau duduk santai agar leher tidak pegal saat menatap langit.

  • Sabar dan nikmati prosesnya: Hujan meteor muncul secara acak, jadi tetaplah tenang dan rasakan keindahan suasananya.

Baca Juga: Apa Itu Sturgeon Moon? Ini Waktu Terbaik untuk Melihatnya

(ANB)