Konten dari Pengguna

Apa Itu Sturgeon Moon? Ini Waktu Terbaik untuk Melihatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sturgeon Moon. Foto: Louiza Vradi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sturgeon Moon. Foto: Louiza Vradi/REUTERS

Di akhir pekan kedua bulan Agustus 2025, langit akan dihiasi oleh keindahan bulan purnama. Menariknya, penampakan purnama kali ini tergolong istimewa karena akan terlihat lebih besar dan terang dibandingkan malam-malam sebelumnya.

Fenomena ini dikenal dengan istilah Sturgeon Moon, yakni salah satu peristiwa astronomi tahunan yang sayang untuk dilewatkan. Siapa saja bisa menyaksikan fenomena ini dari berbagai lokasi, asalkan didukung oleh kondisi langit yang cerah dan bebas awan.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Sturgeon Moon dan kapan bisa melihatnya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Sturgeon Moon?

Sturgeon Moon. Foto: Christian Hartmann/REUTERS

Sturgeon Moon adalah sebutan untuk bulan purnama yang terjadi di bulan Agustus. Fenomena ini menampilkan bulan dengan bentuk bundar sempurna dan cahaya yang lebih terang dari biasanya.

Berdasarkan informasi dari laman Time and Date, bulan purnama atau Sturgeon Moon diperkirakan muncul pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Di Indonesia, fenomena ini bisa mulai diamati saat bulan terbit di ufuk timur atau setelah matahari terbenam.

Waktu terbit bulan bisa bervariasi tergantung lokasinya. Namun umumnya, bulan mulai terlihat sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat. Kilau bulan akan tampak paling terang dan bulat sempurna sepanjang malam hingga mendekati waktu fajar.

Menurut In The Sky, saat fase purnama, bulan berada pada posisi berseberangan dengan matahari di langit. Posisi ini membuat bulan terbit saat matahari terbenam dan baru terbenam saat matahari terbit, sehingga dapat dilihat hampir sepanjang malam.

Pada fase penuh, cahaya matahari yang mengenai bulan akan dipantulkan secara maksimal ke bumi. Inilah yang membuat bulan tampak lebih terang dan bulat dibanding fase lainnya.

Kondisi ini dibilang cukup ideal untuk melihat Sturgeon Moon, apalagi jika cuaca cerah dan langit bebas polusi. Meski bisa diamati dengan mata telanjang, penggunaan teropong atau teleskop lebih disarankan karena dapat memperlihatkan detail-detail kecil di permukaan bulan.

Asal Muasal Nama Sturgeon Moon

Ilustrasi Sturgeon Moon (19/8/2024). Foto: Joseph Prezioso/AFP

Mengutip laman The Almanac, nama "Sturgeon Moon" berasal dari jenis ikan sturgeon yang hidup di Great Lakes dan Lake Champlain, Amerika Utara. Ikan ini dulunya melimpah di akhir musim panas dan menjadi makanan pokok bagi masyarakat adat setempat.

Meski kini populasinya menurun, ikan ini memegang peranan penting sehingga namanya diabadikan dalam siklus bulan. Selain itu, ada pula nama-nama lain untuk bulan purnama seperti Corn Moon, Ricing Moon, Flying Up Moon, dan Mountain Shadows Moon.

Sturgeon Moon tahun ini merupakan bulan purnama kedua terakhir di musim panas, menjelang datangnya Equinox musim gugur. Sementara itu, Corn Moon yang muncul pada bulan September akan menjadi penanda akhir dari musim panas.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Bulan Purnama Salju dan Tips untuk Melihatnya

(ANB)