Mengenal Apa Itu Bulan Purnama Salju dan Tips untuk Melihatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Purnama Salju atau snow moon adalah salah satu bentuk dari Bulan Purnama. Bulan ini memiliki wujud yang menarik, yakni satu lingkaran penuh dan terlihat bewarna putih seperti salju.
Karena bentuknya yang terlihat sempurna, Bulan Purnama Salju juga dikenal dengan sebutan full moon. Uniknya, peristiwa ini hanya berlangsung ketika Bulan berada di posisi berlawanan dengan Matahari dari sudut pandang Bumi.
Saat peristiwa ini berlangsung, Bulan akan tampak di langit Timur Laut dan berada dekat dengan Regulus, yaitu salah satu bintang paling terang di rasi bintang Leo.
Asal-usul Bulan Purnama Salju
Mengutip laman ABC News, nama Bulan Purnama Salju berasal dari kebiasaan suku-suku asli Amerika yang menggunakan fase bulan untuk menandai waktu dalam setahun. Nama ini mengacu pada salju lebat yang biasanya turun selama bulan Februari, di mana fenomena Bulan Purnama Salju juga biasanya muncul di waktu tersebut.
Karena musim dingin sering kali menyulitkan perburuan makanan, Bulan ini pun dikenal sebagai "Hunger Moon" atau "Bulan Kelaparan." Bahkan, hingga saat ini, sebagian negara di Eropa mengadopsi sistem penamaan ini dari penduduk asli Amerika.
Selain karena berlangsung saat musim dingin, penamaan Bulan Purnama Salju juga digunakan karena bertepatan dengan curah salju tertinggi di Amerika Serikat.
Tips Melihat Bulan Purnama Salju
Berdasarkan laporan dari Live Science, fase Bulan Purnama Salju diprediksi akan mencapai puncaknya pada 12 Februari 2025. Di Indonesia, fenomena ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.53 WIB.
Pada Rabu, 12 Februari 2025, Bulan akan mulai terlihat di atas cakrawala, tepatnya di bagian timur saat Matahari terbenam dan mencapai ketinggian maksimum di langit sekitar tengah malam.
Meski demikian, Bulan Purnama Salju tetap akan tampak penuh saat terbit di malam hari dan dapat dinikmati selama beberapa hari berikutnya. Namun, kondisi cuaca tidak sepenuhnya mendukung untuk melihat fenomena ini dengan jelas.
Rabu (12/2) diprediksi akan menjadi hari yang berawan dan kering bagi sebagian besar wilayah dengan hujan intensitas ringan. Peluang terbaik untuk melihat Bulan Purnama Salju ada di wilayah barat daya, di mana langit cenderung lebih cerah.
Selain itu, angin timur yang bertiup dengan intensitas ringan hingga sedang akan membuat suhu terasa lebih dingin. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 3-7°C. Agar bisa melihat fenomena ini dengan nyaman, berikut ini beberapa tips yang sebaiknya dilakukan:
Bulan Purnama Salju dapat dilihat dengan mata telanjang sehingga Anda tidak perlu membawa kacamata atau teleskop.
Gunakan pakaian hangat jika ingin mengamati Bulan Purnama Salju di malam hari.
Sebaiknya mencari lokasi dengan langit yang lebih terbuka dan minim polusi cahaya.
Agar Bulan Purnama Salju terlihat dengan jelas, sebaiknya Anda juga mencari lokasi yang langitnya tidak tertutup banyak awan tebal.
Waktu terbaik melihat Bulan Purnama Salju adalah pukul 20.53 WIB, yaitu ketika Bulan tepat berada di atas cakrawala. Jadi, pastikan Anda meluangkan waktu di jam tersebut.
Baca Juga: Waktu yang Diperlukan oleh Bulan dari Satu Purnama ke Purnama Berikutnya
(DR)
