Konten dari Pengguna

Waktu yang Diperlukan oleh Bulan dari Satu Purnama ke Purnama Berikutnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi waktu yang diperlukan oleh bulan dari satu purnama purnama berikutnya adalah. Sumber: Pixabay/rkarkowski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi waktu yang diperlukan oleh bulan dari satu purnama purnama berikutnya adalah. Sumber: Pixabay/rkarkowski

Bulan purnama atau bulan penuh merupakan fase saat bulan terlihat sepenuhnya terang karena berada tepat di balik bumi dari Matahari. Waktu yang diperlukan oleh bulan dari satu purnama purnama berikutnya adalah 29,53059 hari atau 29 hari 12 jam 44 menit.

Bulan adalah benda langit yang terdekat sekaligus menjadi satelit bumi yang memancarkan cahayanya melalui cahaya dari Matahari. Bulan berputar mengelilingi bumi yang mengakibatkan terjadinya fase bulan salah satunya fase bulan purnama.

Waktu yang Diperlukan oleh Bulan dari Satu Purnama ke Purnama Berikutnya

Ilustrasi waktu yang diperlukan oleh bulan dari satu purnama purnama berikutnya adalah. Sumber: Pixabay/Bessi

Selama bulan berevolusi, terdapat beberapa fenomena alam yang terjadi di Bumi salah satunya yaitu perubahan fase bulan. Terjadinya perubahan itu disebabkan oleh pantulan sinar matahari yang mengenai permukaan bulan yang berbeda-beda dalam setiap fasenya.

Salah satu fase bulan yang dapat diketahui yaitu fase purnama. Purnama merupakan munculnya bulan dengan satu lingkaran penuh. Seluruh sisi bulan akan diterangi Matahari, membuatnya jadi terlihat bulat sempurna dan berpendar sangat terang.

Waktu yang diperlukan oleh bulan dari satu purnama purnama berikutnya adalah 29,53059 hari atau 29 hari 12 jam 44 menit. Dikutip dalam buku IPA Terpadu SMP dan MTs untuk Kelas IX Semester 2 Jilid 3B oleh Dr. Eng. Mikrajuddi Abdulla, M.Si., dkk (2007:89) lama selang waktu antara dua bulan purnama ada 29,5 hari. Waktu ini disebut satu bulan sinodis.

Sehingga fase purnama rutin terjadi setiap bulan. Fase bulan ini terjadi pada hari ke 14-15 setiap bulannya setelah konjungsi. Dan pada umumnya terdapat 12 buah bulan purnama dalam satu tahun.

Nama-nama Bulan Purnama

Ilustrasi waktu yang diperlukan oleh bulan dari satu purnama purnama berikutnya adalah. Sumber: Pixabay/Pezibear

Dikarenakan fase purnama terjadi setiap bulan, maka fase ini memiliki nama sesuai dengan bulannya. Berikut nama-nama dari bulan purnama.

  1. Januari: Wolf moon atau bulan serigala yang ditujukan untuk bulan purnama pertama di awal tahun. Penamaan ini berasal dari lolongan serigala yang dilanda kelaparan pada saat langkanya makanan di pertengahan musim dingin.

  2. Februari: Snow moon atau bulan salju pada Februari dikaitkan dengan lebatnya salju yang turun di Amerika Utara yang membuat kondisi perburuan menjadi sangat sulit.

  3. Maret: Worm moon atau bulan cacing merupakan bulan transisi dari musim dingin ke musim semi. Pada kondisi ini terlihat tanah mulai mencair dan cacing tanah bermunculan dari dalam tanah sehingga tanah tersebut siap untuk ditanami.

  4. April: Pink moon atau bulan pink bukan berarti bulan purnama kali ini berwarna pink, melainkan mulainya mekarnya bunga liar di musim semi. Bunga ini disebut bunga phlox yang berasal dari banyak daerah di Amerika Utara.

  5. Mei: Flower moon atau bulan bunga yang muncul pada bulan Mei diartikan ketika bunga sedang mekar penuh di musim semi.

  6. Juni: Strawberry moon atau bulan stroberi pada bulan purnama Juni menandakan masa panen stroberi.

  7. Juli: Buck moon atau bulan rusa jantan dinamakan sebagai bulan purnama bulan Juli dikarenakan pada setiap Juli, tanduk dari rusa jantan tumbuh lebih besar.

  8. Agustus: Sturgeon moon atau bulan sturgeon pada bulan purnama Agustus berasal dari nama spesies ikan air tawar kuno berukuran besar dari Great Lakes yang sering ditangkap selama musim panas.

  9. September: Harvest moon atau bulan panen dan disebut juga corn moon atau bulan jagung menandakan tanaman-tanaman yang siap dikumpulkan pada akhir musim panas.

  10. Oktober: Hunter’s moon atau bulan pemburu pada bulan purnama Oktober berkaitan dengan musim berburu di musim gugur. Orang-orang mulai mengumpulkan persediaan makanan untuk persiapan menghadapi musim dingin.

  11. November: Beaver moon atau bulan berang-berang pada bulan purnama November berkaitan dengan persiapan yang dilakukan banyak hewan sebelum menyambut musim dingin.

  12. Desember: Cold moon atau bulan dingin yang menjadi bulan purnama terakhir di Desember yang dinamai karena mencerminkan cuaca dingin dan beku yang menandakan dari awal musim dingin.

Baca juga: Bagaimana Bentuk Bulan dan Fase-fasenya

Dapat disimpulkan bahwa waktu yang diperlukan oleh bulan dari satu purnama purnama berikutnya adalah 29,5 hari. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)