Konten dari Pengguna

Apa Itu Demutualisasi Bursa dalam Pasar Modal? Ini Pengertian dan Tujuannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasar modal. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasar modal. Foto: Unsplash

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan reformasi besar di pasar modal melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan ini direncanakan selesai pada semester pertama 2026, dan akan diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar hukum perubahan struktur BEI.

Tujuan demutualisasi adalah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan mengurangi konflik kepentingan dalam pengelolaan bursa.

Lantas, apa itu demutualisasi bursa? Agar lebih memahami urgensi dari kebijakan ini, simak pengertian dan tujuannya berikut ini.

Pengertian Demutualisasi Bursa dalam Pasar Modal

Ilustrasi demutualisasi bursa. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Hukum Pasar Modal (2019) susunan Dr. Mas Rahmah, S.H., M.H., LL.M., demutualisasi merupakan proses perubahan sebuah bursa yang awalnya berbentuk organisasi nirlaba dan dimiliki oleh anggotanya, menjadi perusahaan berorientasi keuntungan yang dimiliki oleh pemegang saham atau investor.

Sederhananya, demutualisasi adalah proses mengubah status bursa efek dari organisasi berbasis keanggotaan (Self-Regulatory Organization/SRO) menjadi entitas berbentuk perusahaan. Perubahan ini menyebabkan kepemilikan dan pengelolaan bursa dapat dilakukan oleh kelompok tertentu.

Melalui demutualisasi, kepemilikan bursa dipisahkan secara jelas. Artinya, pengelola bursa tidak lagi dikendalikan oleh anggota bursa. Struktur ini diharapkan menciptakan pengelolaan yang profesional, independen, dan fokus pada kepentingan pasar.

Demutualisasi dilakukan untuk merespons perkembangan pasar dan pengaturan dengan cara sebagai berikut:

  • Memisahkan hak kepemilikan dari hak untuk melakukan perdagangan dan mengelola bursa.

  • Menghilangkan ketidakefisienan serta konflik kepentingan yang mengganggu proses pengambilan keputusan.

  • Memfasilitasi penambahan modal, pembentukan aliansi, atau penggabungan antara beberapa Bursa Efek.

Tujuan Utama Demutualisasi Bursa

Ilustrasi tujuan demutualisasi bursa. Foto: Unsplash

Menyadur dari laman Investopedia, demutualisasi terjadi ketika perusahaan dengan struktur mutual berubah menjadi perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham. Proses ini cukup kompleks karena melibatkan perubahan dalam struktur keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa tujuan utama dari demutualisasi bursa. Berikut ini beberapa tujuannya:

  • Mengurangi benturan kepentingan: Demutualisasi bertujuan menghilangkan konflik yang terjadi ketika anggota bursa menjadi pemilik dan pengelola bursa sekaligus. Dengan pemisahan ini, pengelolaan menjadi lebih objektif dan profesional.

  • Meningkatkan modal: Proses ini memungkinkan bursa mendapatkan tambahan modal segar yang bisa digunakan untuk investasi teknologi, pengembangan produk baru, dan memperkuat posisi dalam persaingan global.

  • Meningkatkan tata kelola: Demutualisasi mendorong peningkatan efisiensi, akuntabilitas, serta transparansi dalam manajemen bursa, sehingga tata kelola menjadi lebih baik dan sesuai standar perusahaan publik.

  • Meningkatkan daya saing global: Dengan struktur baru yang lebih fleksibel, bursa mampu menyesuaikan diri dan berinovasi lebih cepat, sehingga bisa bersaing dengan bursa-bursa besar di tingkat internasional.

Baca juga: Kapan Pengumuman MSCI 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

(RK)