Apa itu Equinox? Ini Pengertian dan Fakta-Faktanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena alam yang berkaitan dengan pergerakan Matahari banyak menarik perhatian publik, salah satunya adalah equinox. Fenomena ini terjadi setiap tahun dan memengaruhi durasi siang serta malam di berbagai belahan dunia.
Lantas, bagaimana proses di balik fenomena tersebut? Apa dampaknya terhadap cuaca di Indonesia? Simak penjelasan mengenai apa itu equinox, mulai dari pengertian hingga fakta seputar dampaknya berikut ini!
Apa itu Equinox dan Penyebabnya?
Mengutip dari laman resmi National Geographic, equinox adalah peristiwa saat titik subsolar suatu planet melintasi garis ekuatornya. Fenomena ini menjadi satu-satunya momen belahan Bumi utara dan selatan mengalami durasi siang dan malam yang hampir sama.
Equinox terjadi karena kombinasi antara kemiringan sumbu rotasi Bumi dan gerakan revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Berikut faktor utama penyebab terjadinya equinox:
Kemiringan Sumbu Bumi: Sumbu rotasi Bumi miring sebesar 23,5 derajat terhadap orbitnya sehingga sinar Matahari mengenai permukaan Bumi dengan sudut yang berbeda sepanjang tahun.
Revolusi Bumi: Bumi mengorbit Matahari selama 365,25 hari. Pada dua titik tertentu dalam orbit tersebut, sumbu Bumi tidak miring ke arah Matahari maupun menjauhinya.
Perubahan Posisi Semu Matahari: Posisi Matahari tampak bergeser dari belahan Bumi utara ke selatan pada equinox September, dan sebaliknya pada equinox Maret.
Equinox terjadi dua kali dalam setahun, yakni sekitar 20-21 Maret dan 22-23 September. Equinox Maret menandai awal musim semi di belahan Bumi utara dan musim gugur di belahan Bumi selatan, sementara equinox September menandai kondisi sebaliknya.
Waktu Terjadinya Equinox September 2026
Menurut NASA, equinox yang terjadi sekitar tanggal 22-23 September 2026 akan berlangsung pada pukul 00.05 UTC atau sekitar 07.05 WIB. Pada saat itu, pusat Matahari melintasi bidang khatulistiwa Bumi dalam pergerakan semunya dari belahan Bumi utara ke belahan Bumi selatan.
Peristiwa ini juga berkaitan dengan beberapa fenomena alam yang dapat diamati di wilayah tertentu. Salah satunya adalah hari tanpa bayangan di sekitar khatulistiwa, ketika Matahari berada hampir tepat di atas kepala saat tengah hari sehingga bayangan benda menjadi sangat pendek atau bahkan nyaris tidak terlihat.
Apakah Equinox Membuat Suhu Indonesia Meningkat Drastis?
Menurut BMKG, fenomena equinox tidak menyebabkan suhu udara di Indonesia meningkat secara ekstrem. Suhu maksimum di sebagian besar wilayah Indonesia tetap berada pada kisaran 32-36 derajat Celsius.
Equinox juga berbeda dengan fenomena heatwave yang terjadi di beberapa wilayah Afrika dan Timur Tengah. Heatwave bisa memicu peningkatan suhu yang signifikan dan berlangsung selama beberapa hari, sedangkan equinox tidak menyebabkan kondisi tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan terhadap equinox. Namun, masyarakat tetap perlu mengantisipasi cuaca yang terasa panas dengan menjaga kondisi tubuh karena sejumlah wilayah Indonesia sedang memasuki masa transisi atau pancaroba.
Baca juga: Musim Hujan 2026 Mulai Bulan Apa? Ini Prediksi BMKG
(FHK)
