Apa Itu Gas DME yang Dipilih sebagai Alternatif Pengganti LPG? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah tengah mengembangkan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai alternatif liquefied petroleum gas (LPG). Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi gas DME secara massal pada tahun 2027. Menariknya, bahan baku gas ini berasal dari dalam negeri, sehingga potensial untuk dikembangkan secara mandiri.
Apa Itu Gas DME?
Dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, gas DME atau dimethyl ether merupakan senyawa eter paling sederhana yang mengandung oksigen. Rumus kimia senyawa ini adalah CH3OCH3 dan berbentuk gas pada kondisi normal. Karena sifatnya tersebut, proses pembakaran DME berlangsung lebih cepat dibandingkan LPG.
Menurut Jurnal Teknik Promits Vol. 3 No. 2 oleh Ajeng Puspitasari Yudiputri dkk., DME tergolong bahan bakar multi-source, yang artinya dapat diproduksi dari berbagai sumber seperti gas alam, fuel oil, batu bara, hingga biomassa. Hal inilah yang menjadikannya sebagai alternatif potensial pengganti LPG.
Tak hanya itu, gas DME juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan ramah lingkungan serta bahan baku industri kimia.
Baca Juga: Cara Daftar Pangkalan Gas LPG 3 KG agar Beroperasi dengan Legal
Alasan Gas DME Dipilih sebagai Alternatif LPG
Menyadur situs Kementerian ESDM, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menjelaskan bahwa pengembangan DME akan digunakan sebagai substitusi penggunaan LPG. Berikut beberapa alasan kenapa pemerintah memilih DME sebagai alternatif LPG:
1. Mengurangi Impor LPG
Sekitar 75 persen kebutuhan LPG dalam negeri masih bergantung pada impor. Karena itu, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan tersebut demi memperkuat ketahanan energi nasional.
Pengembangan gas DME diharapkan menjadi solusi untuk menekan angka impor sekaligus memanfaatkan sumber daya dalam negeri.
2. Karakteristik
Secara umum, karakteristik DME hampir sama dengan LPG, baik dari segi sifat kimia maupun fisika. Hal ini memungkinkan DME untuk memanfaatkan infrastruktur LPG yang sudah ada, termasuk penggunaan tabung gas dalam distribusinya.
3. Bahan Baku Melimpah
DME dapat diproduksi dari berbagai sumber, seperti gas alam, biomassa, dan batu bara. Saat ini, batu bara berkalori rendah dinilai paling ideal sebagai bahan baku utama karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia.
4. Dampak Lingkungan
Pemilihan DME sebagai substitusi LPG juga mempertimbangkan faktor lingkungan. DME tergolong mudah terurai di udara, sehingga tidak merusak lapisan ozon dan dapat meminimalkan efek gas rumah kaca.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian ESDM, LPG menghasilkan emisi karbon dioksida sekitar 930 kg per tahun, sedangkan DME mampu menurunkannya hingga sekitar 745 kg.
5. Kualitas Nyala Api
Nyala api DME lebih biru, stabil, dan bersih. Itu karena DME tidak menghasilkan particulate matter, NOx, dan sulfur. Sebagai senyawa eter paling sederhana, proses pembakaran DME berlangsung lebih cepat dibandingkan LPG.
(NSF)
