Apa itu Geotagging? Ini Pengertian dan Manfaatnya di Era Digital

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital seperti sekarang, geotagging semakin sering digunakan dalam berbagai jenis konten di media sosial dan platform daring. Penambahan lokasi membuat unggahan terasa lebih relevan dan terhubung dengan lingkungan sekitar.
Geotagging juga membantu memperkuat konteks, sehingga informasi lebih mudah ditemukan oleh orang di area yang sama. Ketika diterapkan secara konsisten, konten pun berpeluang menjangkau audiens lokal.
Maka tidak mengherankan jika kini geotagging menjadi bagian penting dalam aktivitas digital sehari-hari. Untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu geotagging, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Apa itu Geotagging?
Mengutip laman Precisely, geotagging merupakan proses menambahkan informasi lokasi pada media digital berdasarkan posisi perangkat yang digunakan. Data ini bisa disematkan pada berbagai jenis media seperti foto, video, situs web, pesan teks, hingga kode QR.
Informasi yang dihasilkan umumnya berupa koordinat lintang dan bujur yang menunjukkan lokasi saat media dibuat atau dibagikan. Selain itu, geotagging juga dapat menyertakan stempel waktu dan tautan tambahan untuk memperkaya konteks penggunaan.
Dengan menyematkan detail lokasi, pengguna dapat menelusuri kembali aktivitas berdasarkan tempat tertentu, sekaligus menciptakan konten yang lebih relevan dan terarah sesuai kondisi geografis. Dalam praktiknya, geotagging bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan.
Dikutip dari jurnal berjudul Pembangunan Aplikasi Social Geotagging Destinasi Wisata Berbasis Android (2018), terdapat tiga metode yang umum digunakan untuk menambahkan geotag pada sebuah media, yakni:
Geocoding manual dilakukan dengan menambahkan lokasi secara manual saat mengunggah media, baik memilih titik lokasi atau memasukkan koordinat. Akurasinya tergantung perangkat yang digunakan.
Kamera dengan GPS bawaan secara otomatis menyisipkan informasi lokasi ke dalam foto atau video melalui data EXIF.
Kamera tanpa GPS memerlukan sinkronisasi dengan perangkat GPS eksternal. Lokasi akan dicocokkan berdasarkan waktu pengambilan gambar.
Baca juga: Apa Itu Tren Kabur Aja Dulu yang Viral Dibahas di Media Sosial
Manfaat Geotagging di Era Digital
Mengutip dari laman Ask Data Entry, geotagging membawa sejumlah manfaat untuk berbagai sektor. Tak heran jika teknologi ini semakin sering digunakan dalam berbagai aktivitas digital. Adapun manfaat dari geotagging adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan Informasi Lokasi
Dengan menyematkan data lokasi pada media digital, geotagging membantu pengguna mengetahui di mana lokasi pengambilan suatu foto, video, ataupun konten. Hal ini sangat berguna untuk mendokumentasikan momen berdasarkan tempat tertentu.
2. Mengurangi Risiko Pemalsuan Lokasi
Dengan geotagging, sistem dapat memverifikasi keaslian lokasi karena metadata lokasi hanya bisa tercatat ketika pengguna benar-benar berada di titik yang dimaksud. Hal ini membantu mencegah laporan palsu atau manipulasi data lokasi.
3. Mempercepat Proses Penelusuran
Geotagging juga mempercepat proses penelusuran lokasi untuk keperluan validasi alamat atau inspeksi langsung. Teknologi ini berguna untuk memastikan kesesuaian informasi lokasi di berbagai dokumen atau sistem data.
(RK)
