Konten dari Pengguna

Apa itu Hipospadia, Kondisi Medis yang Dialami Aprilia Manganang?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi janin atau bayi di dalam kandungan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi janin atau bayi di dalam kandungan. Foto: Shutterstock

Eks atlet voli putri Indonesia sekaligus Sersan Dua TNI, Aprilia Manganang resmi berganti identitas dari perempuan menjadi laki-laki. Menurut keterangan KSPAD TNI AD Jendral Andika Perkasa, Manganang terbukti lahir sebagai seorang pria dengan kelainan hipospadia.

Melansir kumparanSPORT, Andika menjelaskan keluarga Manganang dan tenaga medis yang menangani kelahirannya tidak begitu paham dengan kondisi medis ini. Alhasil saat itu Manganang dinyatakan sebagai perempuan.

Mantan pemain voli nasional, Aprilia Manganang. Foto: Instagram/@manganang92

Pada 3 Februari lalu, Andika memanggil Manganang untuk menjalani pemeriksaan medis di RSPAD. Setelah melakukan pemeriksaan, diketahui bahwa hormon testosteron Manganang lebih tinggi dan ia tidak mempunyai organ dalam yang sejatinya dimiliki wanita.

Melansir My Cleveland Clinics, hipospadia merupakan kelainan kelamin yang cukup sering terjadi. Kondisi ini timbul pada sekitar satu dari setiap 250 sampai 300 bayi laki-laki yang baru lahir. Penelitian yang dilakukan oleh Aritonang et al di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta menemukan terdapat 124 kasus hipospadia pada periode tahun 2002–2014

Untuk menambah pengetahuan, simak penjelasan mengenai hipospadia berikut ini:

Pengertian Hipospadia dan Jenisnya

Ilustrasi janin. Foto: Shutter Stock

Melansir situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hipospadia adalah kelainan bawaan pada anak laki-laki, di mana pembukaan uretra tidak terletak di ujung penis. Uretra merupakan saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh.

Pada anak yang mengalami kondisi ini, uretra terbentuk secara tidak normal pada usia kehamilan ke-8-14 minggu. Pembukaan abnormal dapat terbentuk di mana saja, bisa di bawah ujung penis hingga skrotum. Berdasarkan lokasi pembukaan uretra, hipospadia terbagi dalam tiga jenis, yaitu:

  • Subcoronal: Pembukaan uretra berada di dekat kepala penis.

  • Midshaft: Pembukaan uretra terletak di sepanjang batang penis.

  • Penoscrotal: Pembukaan uretra berada di pertemuan penis dan skrotum.

Penyebab Hipospadia

Belum ditemukan penyebab pasti dari kelainan ini. Mengutip jurnal Hipospadia: Bagaimana Karakteristiknya di Indonesia tulisan Daniel Mahendra Krisna dan Akhada Maulana (2017: 328), adanya paparan estrogen atau progestin pada ibu hamil di awal kehamilan dicurigai dapat meningkatkan risiko hipospadia.

Estrogen adalah sekelompok hormon yang berperan penting dalam perkembangan karakteristik seksual serta proses reproduksi wanita. Lingkungan yang tinggi terhadap aktivitas estrogen sering ditemukan pada pestisida di sayuran dan buah, susu sapi, beberapa tanaman, dan obat-obatan.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa ibu hamil yang terpapar diethylstilbestrol meningkatkan risiko terjadinya hipospadia. Melansir psychology.binus.ac.id, diethylstilbestrol merupakan hormon sintetis menyerupai estrogen.

Klip et al pada penelitian tahun 2002 menemukan bahwa dari 205 ibu muda yang terpapar diethylstilbestrol, ada 4 kasus hipospadia yang muncul. Sedangkan pada 8.729 kelahiran yang tidak terpapar senyawa tersebut hanya ditemukan 8 kasus.

Ilustrasi kedelai. Foto: Reuters/Dave Kaup

Ibu hamil yang melakukan diet vegetarian diperkirakan justru memiliki risiko lebih besar. Penyebabnya karena tingginya kandungan fitoestrogen pada sayuran.

Melansir laman biofarmaka.ipb.ac.id, fitoestrogen adalah kelompok tanaman, baik biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan, yang memiliki sifat menyerupai hormon estrogen. Namun perlu digarisbawahi bahwa hingga saat ini peran fitoestrogen terhadap sistem reproduksi masih menjadi subjek perdebatan para ahli.

Sementara itu penelitian CDC mengungkap beberapa faktor risiko, yakni:

  • Usia dan berat badan ibu: Ibu yang berusia 35 tahun atau lebih dan termasuk obesitas memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

  • Perawatan kesuburan: Perempuan yang menggunakan bantuan teknologi reproduksi untuk membantu kehamilan memiliki risiko lebih tinggi.

  • Hormon tertentu: Perempuan yang mengkonsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan terbukti memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.

Itulah beberapa faktor yang ditengarai meningkatkan risiko hipospadia. Sebagai informasi, etiologi atau penyebab hipospadia sangat bervariasi dan multifaktorial dan belum ditemukan penyebab pasti dari kelainan ini.

Frequently Asked Question Section

Pengertian Hipospadia

chevron-down

Hipospadia adalah kelainan bawaan saat lahir pada anak laki-laki di mana pembukaan uretra tidak terletak di ujung penis.

Seberapa sering hipospadia terjadi?

chevron-down

Hipospadia diperkirakan terjadi pada sekitar satu dari setiap 250 sampai 300 bayi laki-laki yang baru lahir.

Apa itu Estrogen?

chevron-down

Estrogen adalah sekelompok hormon yang berperan penting dalam perkembangan karakteristik seksual serta proses reproduksi wanita.

(ERA)